Prabowo Usulkan Ponakannya Thomas Djiwandono Jadi Calon Deputi Gubernur BI
Wakil Menkeu Thomas Djiwandono saat media gathering di Novus Jiva Anyer, Banten, Rabu (25/9/2024). Prabowo calonkan Thomas sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.(KOMPAS.com/Isna Rifka Sri Rahayu)
16:24
19 Januari 2026

Prabowo Usulkan Ponakannya Thomas Djiwandono Jadi Calon Deputi Gubernur BI

- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara terkait isu Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono bakal menjabat di Bank Indonesia (BI).

Prasetyo mengungkapkan, Thomas menjadi salah satu nama yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk menjadi Deputi Gubernur BI.

"Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Thomas Djiwandono," ujarnya di Istana, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Namun Prasetyo tidak mengungkapkan lebih lanjut dua nama yang diusulkan Presiden ke DPR bersama nama keponakan Presiden Prabowo tersebut.

Yang jelas, usulan ini dilayangkan ke DPR untuk menindaklanjuti surat pengunduran diri dari Deputi Gubernur BI Juda Agung.

"Sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, maka kemudian harus dilanjutkan dengan proses mengisi jabatan yang ditinggalkan," ucapnya.

Langkah selanjutnya, Komisi XI DPR RI akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) ketiga calon Deputi Gubernur BI tersebut.

Profil Thomas Djiwandono

Sebagai informasi, Presiden RI ke-7 Joko Widodo telah melantik Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Rabu (18/7/2024).

Thomas merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto.

Thomas yang lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972 ini merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.

Bianti merupakan kakak kandung Prabowo Subianto.

Sementara itu, Soedradjad Djiwandono merupakan mantan Gubernur BI di era Presiden Soeharto.

Karier profesional Thomas dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada tahun 1993 dan pada tahun 1994 di Indonesia Business Weekly.

Selain itu, Thomas pun pernah bekerja sebagai analisis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.

Pada tahun 2006, kariernya terus meningkat saat pamannya Hashim Djojohadikusumo memintanya untuk membantu di Arsari Group dan ia menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group, perusahaan agrobisnis.

Sementara di politik, ia terlibat dalam partai Gerindra, Tommy juga pernah menjadi calon anggota legislatif di Provinsi Kalimantan Barat.

Thomas pernah menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra.

Selama Pilpres 2014, saat Gerindra mengusung pasangan Prabowo-Hatta, peran Tommy sangat penting bagi Koalisi Merah-Putih (KMP) untuk kebutuhan logistik.

Tag:  #prabowo #usulkan #ponakannya #thomas #djiwandono #jadi #calon #deputi #gubernur

KOMENTAR