PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala
Petugas PLN sedang melakukan perbaikan kabel dan tiang yang terdampak erosi sungai dan tanah longsor. Hingga saat ini, sistem kelistrikan 6.432 desa telah berhasil pulih secara penuh. (DOK. PLN )
11:52
19 Januari 2026

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

– PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN terus mempercepat pemulihan pasokan listrik di Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah.

Hingga Sabtu (18/1/2026), PLN mencatat sebanyak 6.432 desa atau sekitar 98,9 persen desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, percepatan pemulihan kelistrikan dilakukan sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, serta keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.

“Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa. Alhamdulillah, hingga saat ini hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala,” ujar Darmawan dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (19/1/2026).

Meski demikian, PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04 persen yang belum teraliri listrik secara normal.

Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

PLN memastikan proses pemulihan di wilayah-wilayah tersebut terus berjalan hingga seluruh desa kembali teraliri listrik sepenuhnya.

“Desa-desa yang masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses jalan di sejumlah lokasi terputus, rusak parah, bahkan hilang akibat banjir dan longsor. Meski begitu, kami terus bergerak dan menyambung kembali listrik hingga titik terdalam Aceh,” tegas Darmawan.

Sambil menunggu pemulihan jaringan distribusi secara permanen, PLN memastikan pasokan listrik sementara tetap tersedia bagi 68 desa tersebut melalui dukungan program 1.000 Genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Akses jalan rusak hambat pemulihan

Armada pengangkut material PLN berupaya melewati jalur penuh lumpur pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Kerusakan masif pada jembatan penghubung dan akses jalan nasional maupun provinsi menjadi tantangan utama dalam mobilisasi material kelistrikan menuju lokasi-lokasi terdampak.
DOK. PLN Armada pengangkut material PLN berupaya melewati jalur penuh lumpur pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Kerusakan masif pada jembatan penghubung dan akses jalan nasional maupun provinsi menjadi tantangan utama dalam mobilisasi material kelistrikan menuju lokasi-lokasi terdampak.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh Eddi Saputra menjelaskan, tantangan utama pemulihan saat ini adalah kerusakan infrastruktur jalan menuju wilayah terisolasi.

Tercatat terdapat 171 titik longsor yang menutup akses serta 14 jembatan rusak, sehingga mobilisasi alat berat dan material kelistrikan mengalami hambatan.

“Komitmen kami adalah memulihkan jaringan permanen secepat mungkin. Namun, keselamatan petugas dan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi jalan. Kami terus berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, dan pemerintah daerah untuk membuka akses. Sambil berjalan, warga tetap mendapatkan listrik melalui genset darurat,” kata Eddi.

Ia merinci, fokus pemulihan jaringan permanen saat ini berada di Aceh Tengah dengan 36 desa, disusul Bener Meriah sebanyak 13 desa, serta sejumlah desa di Gayo Lues dan Aceh Tamiang.

“Petugas kami bersiaga di titik terdekat lokasi longsor. Begitu akses memungkinkan, tim teknis langsung masuk memperbaiki tiang dan jaringan yang rusak,” ucap Eddi.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengapresiasi upaya percepatan pemulihan listrik yang dilakukan PLN, termasuk dukungan pasokan listrik sementara melalui genset.

“Kami melihat perjuangan luar biasa petugas PLN di lapangan. Kami juga sangat terbantu dengan adanya backup 1.000 genset Kementerian ESDM, sehingga desa-desa kami tetap terang sementara perbaikan jaringan permanen terus diupayakan,” ungkap Haili.

Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2025, sistem kelistrikan utama Aceh telah berhasil dipulihkan, ditandai dengan beroperasinya kembali seluruh gardu induk yang didukung pembangkit dan jaringan transmisi.

Pemulihan sistem utama tersebut menjadi fondasi penting bagi percepatan penyaluran listrik hingga ke seluruh desa di Aceh.

Tag:  #percepat #pemulihan #listrik #aceh #6432 #desa #kembali #menyala

KOMENTAR