Stimulus Penyeberangan Nataru Hampir Habis, Mobilitas Terdorong
Aktivitas penyeberangan ASDP di salah satu lintasan pantauan nasional selama libur Natal dan Tahun Baru.(DOK. ASDP)
20:56
14 Januari 2026

Stimulus Penyeberangan Nataru Hampir Habis, Mobilitas Terdorong

— Program stimulus penyeberangan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencatat tingkat penyerapan tinggi dan menunjukkan dorongan nyata terhadap mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi lintas wilayah.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat realisasi penyerapan kuota stimulus mencapai 96,17 persen hingga program berakhir pada 10 Januari 2026. Nilai subsidi yang terserap mencapai Rp 30,8 miliar dari total target penerima manfaat.

Program diskon stimulus tersebut berlangsung pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dan dimanfaatkan oleh 2,25 juta pengguna jasa dari target 2,34 juta penerima manfaat. Capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyeberangan yang terjangkau dan andal, khususnya pada masa puncak liburan.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, tingginya realisasi program menunjukkan fungsi strategis penyeberangan dalam menopang mobilitas nasional dan kegiatan ekonomi.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan fungsi nyata penyeberangan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Tingginya penyerapan menunjukkan bahwa program stimulus benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Heru dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).

Lintasan Utama Jadi Penyumbang Terbesar

Program stimulus ASDP diterapkan di sejumlah lintasan utama, antara lain Merak–Bakauheni (reguler dan eksekutif), Ketapang–Gilimanuk, Padangbai–Lembar, Kayangan–Pototano, Sape–Labuan Bajo, Tanjung Uban–Telaga Punggur, serta Ajibata–Ambarita.

Lintasan Merak–Bakauheni tercatat sebagai penyumbang penerima manfaat terbesar dengan 1,02 juta pengguna jasa. Adapun lintasan Ketapang–Gilimanuk dimanfaatkan oleh 806 ribu pengguna selama periode stimulus.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, tingginya pemanfaatan stimulus di lintasan utama menegaskan peran penyeberangan sebagai tulang punggung konektivitas antarwilayah.
“Capaian ini kami dukung dengan kesiapan operasional, koordinasi lintas pemangku kepentingan, serta penguatan fasilitas dan layanan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” kata Windy.

Digitalisasi Dorong Akses Layanan

Keberhasilan program stimulus juga ditopang optimalisasi layanan digital melalui aplikasi Ferizy. Sistem ini memungkinkan pemesanan tiket sejak H-60 keberangkatan, pengiriman e-ticket melalui WhatsApp dan email, serta beragam pilihan pembayaran digital.

Hingga Desember 2025, jumlah pengguna Ferizy mencapai 3,44 juta, meningkat 205.294 pengguna atau 5,9 persen dibandingkan Agustus 2025.

Sepanjang 2025, ASDP melayani 7,8 juta penumpang dan 15,8 juta unit kendaraan di seluruh lintasan penyeberangan nasional. Untuk mendukung layanan tersebut, ASDP mengoperasikan 318 lintasan, 222 kapal, serta 37 pelabuhan yang berada di bawah koordinasi 27 cabang.

Sebagai operator penyeberangan nasional, ASDP menyatakan komitmennya untuk menjaga layanan yang aman, tertib, dan berkelanjutan guna mendukung mobilitas dan konektivitas ekonomi nasional.

Tag:  #stimulus #penyeberangan #nataru #hampir #habis #mobilitas #terdorong

KOMENTAR