ASII Setop Buyback Saham Lebih Cepat, Total Transaksi Rp 1,99 Triliun
Gedung Astra. PT Astra International Tbk menghentikan buyback saham lebih cepat setelah total transaksi mencapai Rp 1,99 triliun()
10:04
14 Januari 2026

ASII Setop Buyback Saham Lebih Cepat, Total Transaksi Rp 1,99 Triliun

- PT Astra International Tbk (ASII) resmi menghentikan pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) lebih cepat dari jadwal semula.

Aksi korporasi tersebut diakhiri pada sesi kedua perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/1/2026), meski sebelumnya direncanakan berlangsung hingga 30 Januari 2026.

Penghentian buyback dilakukan karena dana maksimal yang dialokasikan perseroan telah hampir sepenuhnya terserap.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Corporate Secretary Astra International Gita Tiffani Boer menyampaikan, sisa dana yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk membeli minimal satu lot saham.

“Perseroan memutuskan untuk menghentikan pembelian kembali saham karena telah terpenuhinya maksimum dana yang dialokasikan,” ujar Gita, dikutip Rabu (14/1/2026).

Selama periode pelaksanaan buyback, Astra International telah membeli kembali sebanyak 305.213.900 lembar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 1,99 triliun, mendekati plafon dana maksimal sebesar Rp 2 triliun.

Program pembelian kembali saham tersebut dimulai pada 3 November 2025. Manajemen ASII menjelaskan, buyback dilakukan di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), antara lain Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2023 dan Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2023.

Dalam rencana awal, buyback saham ASII dibatasi oleh sejumlah ketentuan, di antaranya jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, serta tetap menjaga porsi saham publik (free float) minimal sebesar 7,5 persen.

Gita menegaskan, penghentian buyback saham tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan.

“Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap operasional dan keuangan perseroan,” kata dia.

Sebagai informasi, sejak penutupan perdagangan pada 3 November 2025 hingga 13 Januari 2026, saham ASII tercatat naik sekitar 15 persen dan berada di level Rp 7.300 per saham.

Tag:  #asii #setop #buyback #saham #lebih #cepat #total #transaksi #triliun

KOMENTAR