435 Saham Merah Imbas Anjloknya IHSG Hari Ini, Analis Ungkap Biang Keroknya
Penutupan IHSG pada Kamis (8/1/2026).(TANGKAPAN LAYAR GOOGLE FINANCE)
21:16
12 Januari 2026

435 Saham Merah Imbas Anjloknya IHSG Hari Ini, Analis Ungkap Biang Keroknya

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona merah pada Senin (12/1/2026). Indeks berakhir di level 8.884,72, melemah 52,03 poin atau 0,58 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak volatil setelah dibuka di area 8.991,76 dan sempat menyentuh level tertinggi harian 9.000,96.

Tekanan jual meningkat pada paruh kedua perdagangan, mendorong indeks jatuh hingga menyentuh level terendah 8.715,41 sebelum memangkas pelemahan menjelang penutupan.

Aktivitas transaksi tercatat tinggi dengan volume 74,41 miliar saham dan nilai transaksi Rp 40,10 miliar. Frekuensi transaksi mencapai 5,07 juta kali.  Kapitalisasi pasar bursa tercatat mencapai Rp 16.150,96 triliun.

Secara keseluruhan, tekanan pasar terlihat dominan. Sebanyak 435 saham melemah, sementara 279 saham menguat dan 97 saham stagnan.

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Ahmad Faris Mu’tashim, menilai pelemahan IHSG dipengaruhi berbagai sentimen global.

Salah satunya terkait rencana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk membahas opsi respons, termasuk kemungkinan operasi militer, menyusul demonstrasi di Iran.

Trump dijadwalkan bertemu para pejabat senior pemerintahannya pada Selasa (13/1/2026) waktu setempat.

"Anjloknya IHSG, sentimen datang dari berbagai sisi, antara lain Rencana Trump untuk melakukan Operasi Militer ke Iran. Trump dijadwalkan bertemu dengan para pejabat senior pemerintahannya pada Selasa waktu setempat untuk membahas respons terhadap demonstrasi di Iran," ujar Ahmad Faris kepada Kompas.com.

Menurutnya, pelemahan IHSG yang sempat mencapai 2,39 persen intraday merupakan reaksi berantai dari meningkatnya ketidakpastian global.

Sentimen risk-off menguat seiring kabar opsi militer AS, mendorong potensi peralihan aset dari instrumen berisiko seperti saham di emerging markets, termasuk Indonesia, ke aset aman seperti emas, dollar AS, dan yen Jepang. Kondisi ini memicu arus keluar modal untuk menjaga likuiditas.

Dari sisi domestik, risiko pelemahan rupiah masih menjadi perhatian utama.

Nilai tukar rupiah hingga siang hari berfluktuasi di sekitar Rp 16.850 per dollar AS, mencatatkan pelemahan selama tujuh sesi beruntun dan bertahan di level terlemah sejak akhir April 2025.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai koreksi IHSG terutama dibebani tekanan pada saham-saham sektor energi yang sempat terkoreksi sekitar 2 persen.

Tekanan tersebut diperkirakan dipicu aksi ambil untung setelah penguatan signifikan pada sejumlah emiten energi.

"Kami mencermati koreksi IHSG ini dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2 persen, di mana kami perkirakan adanya kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan," ucap Herditya kepada Kompas.com.

Ia menambahkan, tekanan jual tidak berlangsung berkepanjangan. Seiring berjalannya perdagangan, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan bergerak rebound, meski masih berada di teritori negatif.

"Saat ini tampak IHSG kembali rebound meskipun masih berada di teritori negatif," katanya.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #saham #merah #imbas #anjloknya #ihsg #hari #analis #ungkap #biang #keroknya

KOMENTAR