Efek Libur Nataru, BI Prediksi Penjualan Eceran Desember 2025 Melesat
Bank Indonesia (BI) berada di posisi 18 bank sentral dengan aset terbesar di dunia.(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/am.)
15:00
12 Januari 2026

Efek Libur Nataru, BI Prediksi Penjualan Eceran Desember 2025 Melesat

- Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran meningkat secara bulanan maupun tahunan pada Desember 2025.

Hal itu tercermin dari perkiraan Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 sebesar 231,7.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, BI memperkirakan IPR Desember 2025 akan meningkat sebesar 4 persen (month to month/mom) dari bulan sebelumnya yang sebesar 222,9.

Perkiraan pertumbuhan secara bulanan itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 1,5 persen (mtm) karena terdapat momen libur Natal dan Tahun baru (Nataru).

"Kinerja penjualan eceran pada Desember 2025 diprakirakan tetap tumbuh. Sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru," kata Ramdan dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, peningkatan secara bulanan tersebut akan didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi (13,9 persen), Barang Budaya dan Rekreasi (3,5 persen), Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (3,6 persen), serta Makanan, Minuman dan Tembakau (3,7 persen).

Sementara secara tahunan (year on year/yoy), IPR Desember 2025 diperkirakan tumbuh 4,4 persen (yoy). Angka pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahunan November 2025 sebesar 6,3 pesen (yoy).

Kendati demikian, beberapa kelompok barang masih mencatatkan ekspasi penjualan, di antaranya kelompok suku cadang dan aksesori (12,4 persen), makanan, minuman, dan tembakau (6,9 persen), barang budaya dan rekreasi (3,5 persen), serta bahan bakar kendaraan bermotor (0,2 persen).

Secara spasial, pada Desember 2025, penjualan eceran secara tahunan diprakirakan tumbuh lebih tinggi di Denpasar (3,9 persen).

Selain itu, penjualan di Surabaya serta Semarang dan Purwokerto diprakirakan tetap tumbuh tinggi meski melambat dibandingkan periode sebelumnya, masing-masing sebesar 17 persen (yoy) dan 8,2 persen (yoy).

Secara bulanan, peningkatan penjualan eceran diprakirakan terjadi di sebagian besar kota cakupan survei, utamanya Bandung sebesar 11,2 persen (mtm), Semarang dan Purwokerto sebesar 5,8 persen (mtm), Jakarta sebesar 4,5 persen (mtm), dan Banjarmasin sebesar 3,6 persen (mtm).

Tag:  #efek #libur #nataru #prediksi #penjualan #eceran #desember #2025 #melesat

KOMENTAR