Harga Emas Dunia Sentuh Rekor Tertinggi Sepekan, Dipicu Sinyal Dovish The Fed
Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia.(PEXELS/MICHAEL STEINBERG)
13:08
6 Januari 2026

Harga Emas Dunia Sentuh Rekor Tertinggi Sepekan, Dipicu Sinyal Dovish The Fed

- Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/1/2026).

Harga emas naik seiring meningkatnya spekulasi pasar mengenai potensi penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ketegangan geopolitik yang mendorong permintaan aset safe haven.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot tercatat naik 0,5 persen menjadi 4.469,96 dollar AS per ons. Penguatan tersebut terjadi setelah harga emas melonjak hampir 3 persen pada sesi sebelumnya.

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.

Secara historis, harga emas batangan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level 4.549,71 dollar AS per ons pada 26 Desember 2025.

Sepanjang tahun lalu, harga emas dunia mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979 dengan kenaikan mencapai 64 persen.

Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh sinyal kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral AS Federal Reserve (The Fed).

Komentar sejumlah pejabat The Fed dinilai memperkuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

“(Komentar dari para pejabat Fed) tentu saja tidak merugikan, tetapi tampaknya perhitungan tidak banyak berubah. Tentu saja kita akan menghadapi minggu yang penting minggu ini dengan laporan pekerjaan pada hari Jumat,” ujar Ilya Spivak, Kepala Makro Global di Tastylive.

Sinyal dovish tersebut salah satunya datang dari Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari. Pada Senin (5/1/2026) waktu setempat, Kashkari menyampaikan bahwa inflasi memang menunjukkan tren perlambatan, namun terdapat risiko tingkat pengangguran dapat “melonjak” lebih tinggi.

Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.Shutterstock/VladKK Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.

Pernyataan itu meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga acuan Fed Funds Rate.

Di pasar keuangan, investor saat ini memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini.

Perhatian pasar kini tertuju pada rilis laporan nonfarm payroll AS yang dijadwalkan keluar pada Jumat, yang dipandang akan memberikan petunjuk lanjutan terkait arah kebijakan moneter The Fed.

Selain faktor suku bunga, sentimen geopolitik turut memperkuat daya tarik emas. Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada Senin mengaku tidak bersalah atas tuduhan narkotika setelah penangkapannya oleh Presiden AS Donald Trump.

Peristiwa tersebut mengguncang para pemimpin dunia dan mendorong pejabat di Caracas untuk segera menata ulang strategi politik dan diplomasi.

Menurut Spivak, penangkapan Maduro memiliki implikasi yang lebih luas terhadap dinamika global.

“Penangkapan Maduro menggambarkan keretakan antara AS dan China dan secara lebih luas (tren deglobalisasi yang sedang berlangsung),” katanya.

Dalam kondisi suku bunga rendah serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas, cenderung mencatatkan kinerja yang lebih baik.

Hal ini tercermin pula pada pergerakan harga logam mulia lainnya.

Harga perak spot melonjak 3,5 persen menjadi 79,18 dollar AS per ons. Sebelumnya, perak sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 83,62 dollar AS per ons pada 29 Desember 2025.

Ilustrasi emas.  Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam MuliaDOK. Pexels/Michael Steinberg. Ilustrasi emas. Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia

Sepanjang 2025, harga perak membukukan kenaikan tahunan sebesar 147 persen, jauh melampaui kinerja emas yang juga mencatatkan tahun terbaiknya dalam sejarah.

Sementara itu, harga platinum spot naik 2,8 persen menjadi 2.334,25 dollar AS per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 2.478,50 dollar AS per ons pada Senin lalu.

Pada awal sesi perdagangan, harga platinum sempat menguat lebih dari 5 persen dan mencapai level tertinggi dalam satu minggu.

Logam mulia lainnya, yakni palladium, diperdagangkan naik 1,9 persen di level 1.739,25 dollar AS per ons, mengikuti tren penguatan di pasar logam mulia global.

Adapun di Tanah Air, harga emas Antam pada pukul 11.00 WIB naik sebesar Rp 45.000 menjadi Rp 2.549.000.

Pada pembukaan pagi hari pukul 05.00 WIB, harga emas Antam masih berada di level Rp 2.504.000 per gram. Harga emas Antam kemudian menguat menjadi Rp 2.549.000 per gramnya.

Emas batangan Antam tersedia dalam beragam pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kg), sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Tag:  #harga #emas #dunia #sentuh #rekor #tertinggi #sepekan #dipicu #sinyal #dovish

KOMENTAR