Simak Tips Aman Bertransaksi Menggunakan BI Fast
Ilustrasi transfer BI Fast(Freepik / jcomp)
19:28
4 Januari 2026

Simak Tips Aman Bertransaksi Menggunakan BI Fast

- Tahun lalu sempat terjadi kasus fraud berupa aktivitas transfer ilegal di beberapa bank melalui sistem BI Fast. Kerugian akibat kasus fraud ini ditaksir mencapai Rp 200 miiar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku kesulitan melacak aliran dana ilegal itu karena diduga langsung dialihkan ke aset kripto di pasar keuangan internasional.

Namun di sisi lain, transaksi melalui layanan BI Fast banyak manfaatnya. Selain mudah diakses menggunakan gadget, layanan ini juga membuat transaksi lebih cepat dengan biaya yang lebih murah yakni Rp 2.500 per transaksi.

Lantas, apa yang harus dilakukan agar transaksi melalu BI Fast tetap terjaga keamanannya?

Simak tips aman bertransaksi menggunakan layanan BI Fast yang dibagikan Bank Indonesia (BI) di Instagram resmi, Sabtu (3/1/2026) berikut ini:

1. Cek nama penerima sebelum mengirim dana.

2. Pastikan pakai aplikasi mobile banking resmi dari bank yang dimiliki.

3. Tidak membagikan OTP, PIN, maupun password akun rekening bank.

4. Aktifkan notifikasi transfer untuk memantau aktifitas transaksi rekening.

5. Gunakan perangkat dan jaringan yang aman saat melakukan transaksi keuangan.

6. Atur limit transfer harian untuk mengurangi risiko kerugian yang besar.

7. Simpan bukti transfer dan rutin cek mutasi rekening.

8. Gunakan kanal pengaduan resmi dari bank atau BI jika menemui adanya transaksi mencurigakan.

"BI-FAST emang bikin hidup makin praktis, tapi keamanan tetap nomor satu," imbau BI dikutip dari Instagram @bank_indonesia, Minggu (4/1/2026).

BI Pastikan BI Fast Aman

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso memastikan pengembangan dan pengoperasian BI Fast terus dilakukan sesuai standar operasional dan keamanan yang berlaku.

Ini termasuk pengiriman instruksi transaksi dari bank ke BI yang telah dilengkapi dengan pengamanan yang memadai melalui jaringan komunikasi yang aman.

Hal ini dilakukan dengan terus memperkuat tata kelola TI, keandalan teknologi, asesmen keamanan, implementasi fraud detection system, kesiapan respons dalam hal terjadi insiden, mekanisme audit, serta peningkatan pelindungan konsumen.

"BI dan industri sistem pembayaran senantiasa terus berupaya memperkuat keamanan dan keandalan sistem pembayaran nasional serta keberlanjutan transformasi digital di sektor keuangan," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (8/12/2025).

BI juga telah mengeluarkan ketentuan mengenai ketahanan dan keamanan siber di bulan April 2024 sebagai pedoman bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran di Indonesia untuk menghadapi risiko serangan siber dan fraud.

Selain itu, penguatan bersama yang dilakukan oleh regulator, industri, dan masyarakat menjadi kunci ekosistem pembayaran yang aman dan berintegritas.

Tag:  #simak #tips #aman #bertransaksi #menggunakan #fast

KOMENTAR