Bulog Lanjut Beli Gabah Petani Satu Harga, Dirut: Syarat Sudah Usia Panen
Direktur Utama (Dirut) PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat menyampaikan laporan kinerja Bulog sepanjang 2025 di kantornya, Jakarta, Jumat (2/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
17:12
2 Januari 2026

Bulog Lanjut Beli Gabah Petani Satu Harga, Dirut: Syarat Sudah Usia Panen

Direktur Utama PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bakal melanjutkan kebijakan pembelian gabah kering panen (GKP) satu harga Rp 6.500 per kilogram pada 2026.

Kebijakan itu sebelumnya telah diterapkan pada 2025, mengacu pada mandat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 257/TS.03.03/K/9/2025 tanggal 18 September 2025.

“Ke depan yang beli semua Bulog dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu per kilonya adalah Rp 6.500,” kata Rizal dalam konferensi pers laporan tahunan Bulog di kantornya, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Meski demikian, kata Rizal, berdasarkan hasil diskusi stakeholder terkait di pemerintah, pembelian beras satu harga itu bukan tanpa catatan.

Ke depan pembelian GKP satu harga berlaku untuk gabah yang sudah masuk usia panen.

Sebab, sebelumnya pada 2025 pihaknya mendapati petani yang memanen padinya meski belum masuk usia panen karena tetangganya sudah terlebih dahulu panen.

Bulog bakal mensosialisasikan hal ini kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) hingga Babinsa agar pesan itu sampai ke petani.

“Kadang-kadang mohon maaf nih saudara-saudara kita karena petani kan tetangganya sudah panen nih, eh beliau belum panen kalau belum waktunya umurnya sudah cukup sudah dipanen duluan,” ujar Rizal.

Penisunan Jenderal TNI Angkatan Darat itu menjelaskan, pembelian gabah yang sudah masuk masa panen diharapkan bisa menghasilkan beras berkualitas.

“Kalau belum cukup usia panen dipaksa nanti gabahnya banyak pecah-pecah, banyak yang rusak kemudian dan tidak bisa tahan lama,” tutur Rizal.

Menurutnya, salah satu alasan kebijakan itu dilanjutkan pada 2026 karena pemerintah ingin membahagiakan petani.

Sebelum kebijakan satu harga itu diterapkan, petani kerap bingung menjual saat hendak beras. Akibatnya, mereka berurusan dengan tengkulak.

“Itu untuk membahagiakan para petani ya. Jadi petani itu semua berasnya kita serap ya,” ujar Rizal.

Sebelumnya, Bulog telah menyerap gabah dengan satu harga pada masa panen gadu September-Desember 2025 seharga Rp 6.500 per kilogram.

Gabah itu diserap melalui mekanisme Cadangan beras Pemerintah (CBP) maupun komersial.

Kebijakan itu diterapkan untuk menjaga ketersediaan cadangan beras nasional hingga memastikan pembelian harga beras di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan.

Berdasarkan laporan Bulog, per 31 Desember 2025, Bulog telah menyerap 4.537.490 GKP, 6.863 gabah kering giling (GKG), serta 765.504 ton beras.

Hasilnya, sepanjang 2025 Bulog telah menyerap 3.191.969 ton beras.

Bulog lalu mencatat, per 1 Januari 2026 menyimpan stok beras 3.248.472, tertinggi sejak lembaga itu didirikan pada 1968.

“Jadi ini stok di awal tahun kita 3.248.472 ton,” tutur Rizal.

Tag:  #bulog #lanjut #beli #gabah #petani #satu #harga #dirut #syarat #sudah #usia #panen

KOMENTAR