Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatera, Bank Mandiri Siap Bangun Huntara di Aceh Tamiang
Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau langsung pembangunan Hunian Sementara Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).(Dok. Bank Mandiri)
10:28
2 Januari 2026

Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatera, Bank Mandiri Siap Bangun Huntara di Aceh Tamiang

- Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana Sumatera.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif perseroan dalam program BUMN Peduli untuk membangun Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. 

Pembangunan Huntara merupakan bukti kehadiran dan kolaborasi BUMN melalui program yang dirancang Danantara Indonesia serta Badan Pengaturan (BP) BUMN, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.

Melalui kolaborasi lintas instansi, program ini diarahkan pada penyediaan hunian yang layak, bermartabat, aman, dan memenuhi standar untuk tempat tinggal sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak.

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang telah ditinjau langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (1/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani serta Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria.

Hadir pula jajaran direksi BUMN yang terlibat dalam pembangunan Huntara, antara lain Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BUMN Karya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Telkomsel, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tujuan negara adalah bekerja secepat mungkin untuk meringankan penderitaan masyarakat.

“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang dan cepat,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (2/1/2026).

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan bahwa capaian pembangunan Huntara hingga awal 2026 merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN dalam mendukung pelaksanaan di lapangan.

Ia menuturkan, target pembangunan Huntara di Aceh Tamiang telah ditetapkan sejak awal, dan progres yang tercapai hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepati target tersebut.

“BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelas Rosan.

Senada dengan Rosan, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyoroti kedisiplinan eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat.

“Pembangunan Huntara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun,” ungkap Dony.

Sinergi lintas BUMN

Terkait keterlibatan Bank Mandiri dalam pengadaan Huntara di Aceh Tamiang, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi mengatakan bahwa partisipasi perseroan merupakan wujud sinergi nasional BUMN.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kehadiran negara dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat terdampak bencana.

“Di bawah koordinasi Danantara Indonesia, sinergi lintas BUMN termasuk Bank Mandiri, saat ini tengah mengakselerasi pembangunan total 600 unit Huntara secara nasional. Kami percaya, sinergi lintas BUMN menjadi kunci untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan,” kata Ari.

Lewat sinergi lintas BUMN, Danantara Indonesia menargetkan pembangunan 15.000 unit akan rampung dalam tiga bulan ke depan. Percepatan pembangunan dilakukan untuk memastikan hunian layak sementara dapat segera tersedia bagi keluarga yang terdampak secara langsung. 

Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa peran Bank Mandiri tidak hanya terbatas pada dukungan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyeluruh dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

“Sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui berbagai inisiatif sosial dan ekonomi, termasuk pendampingan usaha serta akses layanan keuangan yang inklusif,” jelasnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah BUMN yang dikoordinasikan oleh PT Hutama Karya di bawah naungan Danantara Indonesia.

Setiap unit dirancang dengan standar kelayakan huni dan mengikuti konsep modular untuk memastikan kecepatan dan kualitas pembangunan, serta dilengkapi fasilitas sosial pendukung. 

Adapun fasilitas pendukung yang disediakan meliputi dua kasur per unit, lemari, kipas angin, akses listrik dan WiFi gratis, serta mandi cuci kakus (MCK) komunal terpisah untuk memastikan standar sanitasi.

Selain itu, terdapat fasilitas umum, seperti klinik kesehatan dan taman bermain anak, untuk mendukung pemulihan sosial warga.

Melalui sinergi dan akselerasi pembangunan Huntara ini, Bank Mandiri berharap dapat berkontribusi nyata dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat peran BUMN sebagai agen pembangunan yang adaptif dan responsif dalam menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat.

Berangkatkan 20 Relawan Mandiri tahap kedua

Sebagai bentuk dukungan terhadap penyintas bencana, Bank Mandiri juga telah menugaskan 20 Relawan Mandiri Tanggap Bencana untuk melanjutkan pendampingan bagi warga terdampak di Kabupaten Gayo Lues dan sejumlah wilayah lain di Provinsi Aceh.

Para relawan berasal dari lintas unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk Mandiri Emergency Response Unit (MERU) Mandiri Club. Mereka menggantikan relawan tahap awal yang sebelumnya bertugas di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan pendampingan, para relawan membantu penyaluran bantuan logistik dan perlengkapan sekolah, serta mendukung operasional posko tanggap bencana.

Dukungan yang diberikan mencakup pengelolaan dapur umum, layanan kesehatan dasar, kegiatan belajar sementara bagi anak-anak, serta pendampingan psikososial bagi warga terdampak, agar proses penanganan bencana dapat berjalan lebih tertata.

“Seluruh upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak melewati masa pemulihan dengan lebih tertata, sekaligus memulihkan kembali rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Ari.

Tag:  #dukung #pemulihan #pascabencana #sumatera #bank #mandiri #siap #bangun #huntara #aceh #tamiang

KOMENTAR