Harga Emas dan Perak Melesat, Tanda Investor Tinggalkan Pola Lama
- Pergerakan harga emas dan perak sepanjang 2025 menandai perubahan besar dalam strategi investasi global. Di tengah beragam pilihan aset berisiko, logam mulia justru muncul sebagai perdagangan paling menonjol tahun ini.
Pada perdagangan Rabu (24/12/2025), harga emas tembus di atas 4.500 dollar AS per troy ons sebelum memangkas penguatan. Sepanjang tahun ini, emas telah mencetak lebih dari 50 rekor harga tertinggi dan berpeluang membukukan kinerja terbaik sejak 1979.
Di sisi lain, harga perak menunjukkan penguatan yang bahkan lebih agresif. Harga perak melonjak lebih dari 140 persen sepanjang tahun, didorong oleh permintaan industri yang kuat serta keterbatasan pasokan fisik.
Pada hari yang sama, harga perak menembus 70 dollar AS per troy ons, sementara kontrak berjangka melampaui 72 dollar AS per troy ons.
Reli harga tidak hanya terjadi pada emas dan perak. Tembaga juga sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa akibat kekhawatiran pasokan, meski kemudian memangkas kenaikan.
Lonjakan harga logam mulia terjadi di tengah meluasnya minat investor terhadap hampir seluruh aset berisiko sepanjang 2025, mulai dari kripto, perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga saham Eropa.
Namun, logam mulia emas dan perak kini semakin menonjol sebagai pilihan utama.
“Dalam paradigma baru, emas dipandang sebagai mata uang, bukan sekadar komoditas,” ujar manajer portofolio senior Sprott Asset Management, Shree Kargutkar, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (26/12/2025).
Perubahan ini juga tercermin dari bergesernya pendekatan portofolio tradisional 60 persen saham dan 40 persen obligasi.
Kepala strategi pasar Blue Line Futures, Phil Streible, menyebut investor kini semakin sadar akan pentingnya diversifikasi berbasis komoditas.
“Investor menjadi semakin cerdas. Mereka menyadari perlunya menambahkan komoditas strategis seperti emas, perak, dan tembaga ke dalam portofolio untuk diversifikasi,” kata Streible.
Untuk emas, sejumlah faktor fundamental menjadi pendorong utama reli harga, antara lain pembelian besar-besaran oleh bank sentral, arus masuk dana ke exchange-traded funds (ETF), pelemahan dollar AS, serta penurunan suku bunga. Faktor-faktor ini diperkirakan masih berlanjut pada tahun depan.
Selain itu, pasar juga mencermati rencana Presiden Donald Trump yang disebut akan segera mengumumkan pengganti Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada Mei.
Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih dovish dan pendekatan “run-it-hot” dinilai berpotensi semakin mengerek harga emas.
Sejumlah analis Wall Street menilai tren kenaikan harga emas belum berakhir. Goldman Sachs menegaskan kembali pandangan “structurally bullish” dengan target harga emas 4.900 dollar AS pada akhir 2026.
Potensi kenaikan harga emas dinilai masih terbuka jika investor swasta yang saat ini belum optimal berinvestasi emas mulai menambah alokasinya.
World Gold Council juga menyebut peningkatan belanja fiskal, permintaan bank sentral, serta suku bunga yang lebih rendah berpotensi mendorong harga emas naik 5 hingga 15 persen pada tahun depan.
“Jika pertumbuhan ekonomi melambat dan suku bunga terus turun, emas berpotensi mencatatkan kenaikan moderat,” ujar Joe Cavatoni, senior market strategist World Gold Council.
“Dalam kondisi perlambatan yang lebih parah dengan meningkatnya risiko global, emas bisa berkinerja sangat kuat,” lanjut dia.
Meski demikian, reli cepat emas dan perak juga memunculkan peringatan kehati-hatian. Analis komoditas senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, mengingatkan bahwa pergerakan harga yang terlalu jauh dapat meningkatkan risiko koreksi.
“Saya pikir emas bisa dengan mudah mencapai 5.000 dollar AS karena momentum. Namun, harga juga bisa turun ke 3.500 dollar AS, yang merupakan rentang normal ketika pergerakan sudah terlalu teregang,” kata McGlone.
Ia menyinggung pengalaman historis saat reli emas pada 1979 yang berujung pada penurunan tajam lebih dari 50 persen pada 1982.
“Ketika pergerakan sudah sejauh ini, investor perlu berhati-hati. Bagi mereka yang sejak lama bullish terhadap emas, dua kata terpenting adalah ambil untung,” ujar McGlone.
Tag: #harga #emas #perak #melesat #tanda #investor #tinggalkan #pola #lama