Dampak Perang Dagang AS-Tiongkok, Xiamen Airlines Kembalikan Pesawat Boeing 737 MAX
- Pesawat jet Boeing 737 MAX baru saja menjalani perjalanan 8 ribu kilometer dan mendarat di Seattle Jumat lalu. Pesawat tersebut menjadi salah satu tanda besar dari dampak perang dagang AS. Sebab, burung besi tersebut dikembalikan pemesannya ,yakni Xiamen Airlines.
Menurut saksi mata yang dihubungi Reuters, pesawat dengan logo maskapai Tiongkok tersebut tiba di landasan udara Boeing pada 01.11 GMT. Pesawat tersebut merupakan salah satu dari beberapa pesawat yang sedang menunggu finalisasi produksi di fasilitas milik Boeing kota Zhoushan, Tiongkok.
Belum ada kejelasan keputusan untuk mengembalikan pesawat tersebut datang dari pihak Boeing atau Xiamen Airlines. Kedua pihak masih belum merespons pertanyaan awak media. Namun, khalayak umum yakin pengembalian pesawat pesanan maskapai Tiongkok itu buntut dari perang dagang kedua negara.
Industri maskapai merupakan salah satu sektor yang menikmati bebas bea ekspor impor selama satu dekade terakhir. Namun, panasnya perang tarif impor antara Tiongkok dan AS memicu kebingungan di industri aviasi.
Tak ada narasumber yang bersedia untuk mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, berbagai pejabat senior yang ditanyai Reuters mengatakan tidak ada larangan jelas mengenai pembelian Boeing di Tiongkok.
Sebenarnya, Boeing sudah mengirimkan beberapa pesawat ke fasilitas di Zhoushan pasca pengumuman tarif pertama Trump. Maret lalu, mereka mengirim tiga unit Boeing 737 MAX. Kemudian, satu lagi harid pekan lalu. Namun, Jumat lalu satu pesawat diantar balik ke Seattle.
’’Rencana terbaru Boeing dan penyuplai sepertinya didasarkan pada asumsi mereka tak bisa mengirimkan pesawat ke Tiongkok dalam sementara waktu,’’ ujar salah satu narasumber yang tak mau disebut.
Boeing sendiri membangun pabrik di Zhoushan pada 2018 untuk meredakan ketegangan dua negara di periode pertama Trump. Namun, fasilitas itu hanya menjadi fasilitas finalisasi bukan pabrik perakitan seperti yang dipyai Airbus.
Menurut rekam jejak, seperempat dari pengiriman Boeing merupakan Tiongkok. Namun, angka tersebut anjlok sejak ada perang dagang jilid satu dan pandemi Covid-19. Data pun menunjukkan bahwa ada 130 pesanan yang belum terpenuhi dari maskapai atau perusahaan Tiongkok. Namun, sumber industri mengatakan bahwa angka tak resminya bahkan mencapai 760 pesanan. (bil)
Tag: #dampak #perang #dagang #tiongkok #xiamen #airlines #kembalikan #pesawat #boeing