

Hashim Djojohadikusumo didampingi Menteri PKP Maruarar Sirait mengklarifikasi soal video menolak jabat tangan. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)


Hashim Optimistis Pertumbuhan 8 Persen Era Prabowo Tercapai Tahun Depan, Ini Alasannya
Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengaku optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi 8 persen akan tercapai tahun depan. "Semakin optimis, saya semakin optimis, kita akan melampaui 8 persen. Mungkin bukan tahun ini, tapi sudah pasti tahun depan, dan selanjutnya 8 persen," kata Hashim dalam acara Economic Outlook 2025 di The West In, Jakarta Selatan, Rabu (26/2). Dia membeberkan alasan pertumbuhan ekonomi yang bisa dikebut sebesar 8 persen. Salah satunya, berkat kehadiran program makan bergizi gratis yang memperoleh kucuran dana tambahan hasil efisiensi anggaran dari APBN sebesar Rp 100 triliun. Sebelumnya, anggaran program Makan Bergizi Gratis dari APBN ditetapkan sebesar Rp 71 triliun. "Alasannya, pertama dengan hadirnya program Makan Bergizi Gratis. Ini didorong oleh realokasi anggaran penghematan sebesar Rp 100 triliun. Dari sebelumnya sebesar Rp 71 triliun," jelas Hashim. Lebih lanjut, Hashim juga mengungkapkan berdasar hitung-hitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dengan adanya tambahan anggaran MBG itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Rinciannya, saat ditetapkan anggaran MBG sebesar Rp 71 triliun, maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat 0,83 persen. Kemudian, jika ditambah Rp 100 triliun menjadi Rp 171 triliun, maka akan ada penambahan sekitar 2 persen, tepatnya 1,99 persen. "Dan Pak Prabowo bertekad untuk menambah lagi, mungkin tahun depan. Kita tambah lagi dari 171 triliun, menambah lagi, bahkan sampai bisa ratusan triliun lebih," ungkapnya. "Ini akan menambah pertumbuhan ekonomi. Kalau tidak salah, saya dapat angka-angka dari kawan-kawan di Bappenas, bisa sampai 1,995 persen. Itu hanya dari makanan berisi gratis," tambah adik kandung Prabowo tersebut. Hashim juga mengungkapkan, alasan di balik peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan kucuran APBN dalam Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, hal itu terjadi karena uang yang dikucurkan negara akan masuk kepada real economy. "Real economy berarti apa? Nanti diperlukan 82 juta butir telur tiap hari. Jadi perlu sayur-sayuran, perlu daging ayam, perlu susu, perlu banyak hal untuk menjadi input, untuk jadi menu dari makanan gratis ini," ungkap Hashim. "Coba dipikirkan, itu berapa perunggasan yang diperlukan untuk menghasilkan. Dan ini banyak akan nanti disuplai, dipasok oleh emak-emak di desa-desa," lanjutnya. Selain itu, Hashim mengatakan bahwa Prabowo telah memastikan bahwa setiap kucuran APBN untuk MBG akan dibelanjakan di desa dan memicu pergerakan ekonomi di UMKM hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). "Tujuan Pak Prabowo adalah ratusan triliun rupiah itu akan nanti dibelanjakan di perdesaan. Dan tujuan Pak Prabowo adalah ini nanti mendorong ikut sertaan kehadiran dari UMKM, Koperasi, dan BUMDES. Bukan dari konglomerat. Ini pelaku-pelakunya ada pelaku menengah kecil," tutupnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tag: #hashim #optimistis #pertumbuhan #persen #prabowo #tercapai #tahun #depan #alasannya