



Mengapa IHSG Turun ke Level di Bawah 6.600-an Pada Perdagangan Selasa Kemarin?
- Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup di zona merah kemarin, Selasa (25/2/2025). IHSG ditutup turun 162,51 poin (2,41 persen) pada level 6.587,08.
Apa sebenarnya penyebab penurunan IHSG yang cukup dalam kemarin?
Analis sekaligus Head Riset Kiwoom Suritas Sukarno Alatas mengatakan, koreksi IHSG pada Selasa lalu terjadi karena asing melakukan penjualan saham-saham blue chip.
"Terkait koreksi saham karena memang asing melakukan distribusi yang kebanyakan saham blue chip," kata dia kepada Kompas.com, ditulis Rabu (26/2/2025).
Menurut dia, IHSG yang terkoresi tidak berkaitan dengan peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan kepercayaan masyarakat. Adapun, kemarin terlihat beberapa saham BUMN yang menjadi anggota BPI Danantara mengalami tren melandai.
"Terkait trust atau segala macam. wajar-wajar saja karena baru awal jadi butuh waktu untuk melihat implementasi ke depannya," imbuh dia.
Sebelumnya, Senior Market Analis Mirrae Asset Sekuritas Nafan Aji menuturkan, IHSG saham di awal pekan melemah cukup signifikan sebesar 0,8 persen menjadi 6.749,6. Sementara itu, arus modal asing keluar cukup signifikan kemarin, atau mencapai Rp 3,4 triliun.
Nafan menjabarkan, beberapa saham perbankan BUMN masih terus melemah, seperti BMRI dan BBNI, masing-masing 1 persen dan 2,3 persen. Sementara itu, saham BBRI berhasil rebound sebesar 0,8 persen setelah melemah selama 3 hari berturut-turut.
Nafan bilang, faktor global cenderung lebih mendominasi pergerakan pasar saham di Indonesia sejak kuartal IV-2024.
"Faktor global terbesar yang berpengaruh adalah ekspektasi penurunan FFR (Fed Fund Rate) yang terbatas sepanjang 2025," terang dia.
Hal tersebut karena Bank Sentral AS The Fed akan cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan langkah karena ketidakpastian ekonomi, terutama perkiraan dari dampak kebijakan Trump terhadap proyeksi inflasi AS ke depan.
"Arus modal asing keluar dari pasar saham tahun ini mencapai Ro 15,1 triliun atau setara 900 juta dollar AS," tutup dia.
Sebagai informasi, selama sepakan belakangan, IHSG telah terkoreksi hingga 4,17 persen.
Tag: #mengapa #ihsg #turun #level #bawah #6600 #pada #perdagangan #selasa #kemarin