



Operasi Pasar Digelar Lebih Awal Demi Tekan Harga Pangan Jelang Ramadhan
- Pemerintah telah menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga pangan menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Operasi pasar telah dimulai sejak Senin (24/2/2025) dan direncanakan berlangsung hingga 29 Maret mendatang.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar harga bahan pokok tidak ada yang di atas harga eceran tertinggi (HET) dalam operasi pasar tersebut.
“Ada pengalaman, tahun sebelumnya itu ada yang menjual di atas HET. Tahun ini, arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, tidak boleh menjual di atas HET,” kata Amran usai memimpin rapat koordinasi terbatas di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).
Amran mengatakan, operasi pasar akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya di Jakarta.
“Kami meminta kepada seluruh pengusaha, khususnya bahan pangan, produser maupun importir, (agar) menjual harga bahan pangannya di bawah HET,” kata Amran.
Operasi pasar dalam bentuk GPM
Operasi pasar dilakukan dalam bentuk gerakan pangan murah (GPM). Pada tahap awal, operasi pasar akan digelar di 325 titik gerai PT Pos Indonesia dengan 215 titik di Pulau Jawa dan 110 titik di luar Pulau Jawa.
Mulai 1 Maret 2025, cakupan operasi pasar akan diperluas menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Untuk memasifkan pelaksanaan operasi pasar pangan murah, pemerintah menggandeng PT Pos Indonesia dan memanfaatkan jaringan BUMN pangan serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian di berbagai daerah.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, pemerintah telah menetapkan target kuantitas pangan pokok strategis yang akan digelontorkan dalam GPM tahun ini.
Ada lima komoditas yang diprioritaskan dijual dengan harga khusus dalam operasi pasar kali ini, antara lain MinyaKita, bawang putih, gula konsumsi, daging kerbau beku, dan beras SPHP.
Untuk MinyaKita, total sebanyak 70.000 kiloliter dengan pembagian Bulog 50.000 kiloliter dan ID FOOD 20.000 kiloliter.
Gula konsumsi akan didistribusikan total 50.000 ton, rinciannya dari PTPN sebanyak 43.000 dan ID FOOD 7.000 ton.
“Sementara bawang putih total 20.000 ton akan dimasifkan oleh 21 pelaku usaha,” kata Arief, dikutip dari siaran pers, Kamis (20/2/2025).
Untuk daging kerbau beku total 19.000 ton dari stok PT Berdikari 10.000 ton dan PT PPI 9.000 ton.
Terakhir, beras sebanyak 100.000 ton akan didistribusikan Bulog di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, secara total targetnya menjadi 189.000 ton dalam bentuk gula, bawang putih, daging kerbau beku, dan beras, ditambah MinyaKita 70.000 kiloliter.
"Untuk pengawasannya, nanti teman-teman Satgas Pangan Polri diharapkan dapat menertibkan supaya harganya sesuai dengan yang telah ditetapkan. Tidak boleh ada harga yang lebih tinggi daripada harga acuan. Harga petani dan peternak pun tidak boleh terganggu dengan GPM ini. Kita pastikan itu bersama-sama," ujar Arief.
Operasi pasar digelar lebih awal
Mentan Amran mengatakan bahwa operasi pasar tahun ini digelar lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu biasanya satu minggu setelah Ramadhan atau tiga hari setelahnya baru operasi pasar. Ini kita lakukan sebelumnya, satu minggu sebelum bulan suci Ramadhan. Kita mendahului supaya kita bisa beri warning kepada seluruh saudara-saudaraku pedagang tolong dengarkan baik-baik, ikuti aturan pemerintah,” kata Amran saat memantau operasi pasar di Kantor Pos Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/2/2025).
Amran mengatakan bahwa operasi pasar ini dilakukan atas perintah Presiden Prabowo Subianto.
“(Presiden) yang ingin supaya kita beribadah di bulan suci Ramadhan dengan tenang dan menikmati harga yang baik. Sehingga kami semua bergerak cepat,” kata Amran.
Mentan Amran kembali menekankan kepada pengusaha untuk mematuhi aturan HET.
Menurutnya, tidak ada alasan bagi pengusaha untuk menjual komoditas melebihi HET. Sebab, produksi Indonesia, khususnya beras, dalam kondisi yang aman.
“Ini keluhan masyarakat yang kami tekankan di sini tidak boleh pengusaha menjual di atas HET yang sudah ditentukan pemerintah. Dulu dikambinghitamkan adalah kurang stok sehingga harga beras tinggi. Sekarang panen kita naik 52 persen, Januari, Februari, Maret itu kata BPS. Stok beras 2 juta ton di gudang. Sekarang tidak ada alasan harga naik,” kata Amran.
Tag: #operasi #pasar #digelar #lebih #awal #demi #tekan #harga #pangan #jelang #ramadhan