Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Hidupkan Perlawanan Rakyat Blambangan
- Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) digelar kembali pada Juli 2026 dengan tema "Perang Bayu". Adapun BEC sudah masuk daftar Karisma Event Nusantara (KEN).
Tema besar tersebut dipecah ke dalam lima subtema yang kaya akan nilai historis, dari Hasil Bumi, Pejuang Blambangan, VOC dan Antek-Antek, Genderang Perang dan Alat Perang, hingga Situs Perang.
Festival ini bukan sekadar parade kostum, tapi juga mengisahkan perlawanan rakyat Blambangan dalam bentuk pertunjukan jalanan lewat gerakan, ekspresi, dan desain busana.
- Intip Compartment Suite KA Sangkuriang Bandung-Banyuwangi, Serasa Hotel Berjalan
- Menyusuri Lorong Mangrove Alami, Melihat Banyuwangi dari Sisi Berbeda
Persiapan Banyuwangi Ethno Carnival 2026
Tahun ini lebih inovatif
Peserta BEC saat menjalani workshop pelatihan untuk persiapan tampil.
Berbagai persiapan pun telah dilakukan. Tim mentor BEC memberikan pembekalan komprehensif yang mencakup desain kostum, teknik fashion runway, fashion dance, serta pendalaman tari tradisional dan koreografi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap peserta mampu menerjemahkan narasi sejarah ke dalam sebuah pertunjukan seni jalanan.
"Workshop ini dirancang seefisien mungkin agar semua materi tersampaikan dengan baik," kata salah satu mentor desain kostum BEC 2026, Annisa Febby, Selasa (5/5/2026).
Pengunjung tidak harus paham sejarah secara detail. Mereka cukup datang dan berdiri di sepanjang jalan untuk melihat parade kostum besar, gerakan energik, dan suasana meriah yang jarang ditemui di tempat lain.
Febby pun memberikan bocoran terkait kualitas karya para peserta tahun ini. Menurutnya, sketsa dan konsep desain yang disetorkan oleh para peserta menunjukkan peningkatan kreativitas yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Inovasi yang terus dilakukan disebutnya menjadi kunci penting dalam menjaga marwah BEC sebagai karnaval etnik terbaik.
"Hasil desain peserta sangat inovatif tahun ini. Tentunya kita ingin menunjukkan sejarah dalam bentuk pertunjukan karnaval yang modern namun tidak kehilangan akar budayanya," tambah Febby.
- Menyusuri Lorong Mangrove Alami, Melihat Banyuwangi dari Sisi Berbeda
- Senja, Kopi, dan Tubing Seru di Sumbergondo: Cara Menikmati Sore di Banyuwangi
Banyuwangi Ethno Carnival akan digelar pada Sabtu (12/7/2025). Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) digelar kembali pada Juli 2026 dengan tema "Perang Bayu" untuk menggambarkan perlawanan rakyat Blambangan.
Antusiasme peserta pun jelas tergambar sepanjang sesi berlangsung. Para peserta tampak serius memperhatikan detail gerakan dan arahan dari para mentor untuk menaklukkan tantangan menghidupkan karakter kostum yang berat, tapi tetap terlihat luwes saat dibawakan dalam durasi parade yang panjang.
Salah satu peserta, Robby Darmawansyah, mengaku tertantang dengan subtema yang ia dapatkan.
"Saya membawakan konsep seperti berada di medan perang, ini sangat menantang bagi diri saya sendiri. Dengan waktu sekitar tiga bulan, saya harap bisa memaksimalkan kostum saya agar benar-benar tampil prima," kata Robby.
Untuk diketahui, Perang Bayu adalah bagian dari rangkaian konflik besar di Blambangan pada akhir abad ke-18, yang memuncak dalam Puputan Bayu. Peristiwa tersebut melibatkan perlawanan rakyat Blambangan terhadap VOC.
Sementara itu, BEC 2026 dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli 2026, tepatnya Sabtu (18/7/2026). Jalanan akan ditutup sementara untuk disulap jadi panggung panjang, menjadi momen yang pas untuk wisatawan yang ingin berlibur ke Banyuwangi dengan pengalaman berbeda.
Dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Banyuwangi pun optimis "Perang Bayu" tidak hanya akan menjadi sebuah tontonan, melainkan menjadi pengingat sejarah dan memukau bagi siapa pun yang menyaksikannya di sepanjang jalan protokol Banyuwangi nanti.
- Ketika 8 Rupang Dewa-dewi Berkumpul di Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi
- Mengintip Pesona Magis Perayaan HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi
Tag: #banyuwangi #ethno #carnival #2026 #hidupkan #perlawanan #rakyat #blambangan