Gara-gara Kentut Hewan, Pesawat Ini Mendarat Darurat dan Bikin Repot Kru
- Ada insiden unik di dunia aviasi pada 2015, yang menimpa salah satu pesawat pengangkut barang atau pesawat kargo dari maskapai internasional Singapore Airlines. Pesawat kargo Singapore Airlines itu pernah mendarat darurat di Bali pada 27 Oktober 2025.
Uniknya, pendaratan darurat tersebut bukan disebabkan karena masalah teknis seperti bahan bakar dan gangguan perangkat. Akan tetapi, pesawat Singapore Airlines terpaksa harus mendarat di Bali karena kentut hewan, tepatnya domba.
Baca juga: Starlink Masuk Pesawat Singapore Airlines, Penumpang Bisa Nikmati WiFi Gratis
Mulanya, tak ada yang menyangka bahwa pesawat harus mendarat darurat karena kentut domba. Kru pun dibuat repot untuk mencari penyebabnya.
Peringatan asap muncul di pesawat
Adapun pesawat yang harus mendarat darurat gara-gara kentut domba itu adalah Boeing 747-400 freighter milik Singapore Airlines Cargo dengan registrasi 9V-SFI dan nomor penerbangan SQ7108.
Saat itu, pesawat tengah terbang dari Sydney menuju Kuala Lumpur dengan membawa ribuan domba hidup sebagai kargo. Total ada 2.186 ekor domba di dalam kabin kargo pesawat. Pesawat juga diawaki empat kru.
Dikutip dari laporan The Aviation Herald, masalah bermula ketika pesawat berada di ketinggian jelajah sekitar 32.000 kaki atau sekitar 9.700 meter, di wilayah udara sekitar 400 mil laut di selatan Denpasar.
Baca juga: Airbus Lirik Bisnis Perawatan Pesawat di Indonesia
Di tengah penerbangan, indikator asap di kokpit tiba-tiba menyala. Sistem mendeteksi adanya asap di ruang kargo pesawat.
Dalam prosedur penerbangan, peringatan asap di kabin kargo dianggap serius karena berpotensi menandakan kebakaran di dalam pesawat.
Kru kemudian langsung menjalankan prosedur darurat dengan menurunkan ketinggian pesawat ke 25.000 kaki dan memutuskan mengalihkan penerbangan (divert/diversion) ke bandara terdekat, yakni Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar (Bali).
Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat sekitar 45 menit kemudian.
Kru repot mencari sumber asap
Namun setelah tim darurat bandara melakukan pemeriksaan menyeluruh, tidak ditemukan tanda-tanda kebakaran maupun asap di dalam pesawat. Tak ada api, suhu berlebih, ataupun kerusakan sistem kargo.
Investigasi kemudian mengungkap penyebab yang tak biasa, yaitu gas metana dari kentut domba dan uap dari kotoran hewan diduga memicu sensor asap di ruang kargo.
Kombinasi gas dan partikel tersebut cukup untuk membuat sistem pendeteksi asap mengira terjadi kebakaran.
Meski terdengar lucu, kejadian seperti ini memang bisa terjadi dalam penerbangan kargo hewan hidup.
Dalam dunia aviasi, pengangkutan hewan ternak memiliki prosedur khusus karena hewan menghasilkan panas tubuh, gas, serta limbah yang dapat memengaruhi kualitas udara di ruang kargo.
Setelah dipastikan aman, pesawat SQ7108 kembali melanjutkan penerbangan sekitar 2,5 jam kemudian dan tiba di Kuala Lumpur tanpa insiden lanjutan.
Baca juga: Singapura Perketat Aturan Power Bank di Pesawat, Maksimal 2 Unit
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #gara #gara #kentut #hewan #pesawat #mendarat #darurat #bikin #repot