Harga BBM Naik, Tiket Pesawat Naik, Apakah Tiket Bus Ikut Naik?
Ilustrasi armada bus DAMRI.(Dokumentasi DAMRI. )
14:07
22 April 2026

Harga BBM Naik, Tiket Pesawat Naik, Apakah Tiket Bus Ikut Naik?

Eskalasi konflik di Timur Tengah berimbas pada minimnya ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Kondisi ini membuat pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak non subsidi per Sabtu (18/4/2026).

Naiknya harga bahan bakar turut berdampak ke industri transportasi, termasuk pesawat.

Khususnya di Indonesia, maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan TransNusa berencana menaikkan harga tiket pesawat.

Baca juga: Filipina Siapkan Skenario Setop Penerbangan Akibat Kelangkaan BBM

"Garuda Indonesia akan melakukan penyesuaian harga tiket secara proporsional dan diukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator, kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan dalam keterangan resmi, dikutip dari Kompas.com.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Citilink Indonesia Darsito Hendroseputro. 

“Citilink akan melakukan penyesuaian harga tiket dengan pendekatan yang terukur dan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keberlangsungan operasional perusahaan, daya beli masyarakat, serta ketentuan regulator,” kata Darsito.

Sementara itu, maskapai penerbangan TransNusa berencana menaikkan harga tiket pesawat 10 sampai 14 perse mulai April 2026.

"Kemungkinan kenaikannya rata-rata (tidak semua rute sama) berkisar 10-14 persen," kata Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/4/2026). 

Diberitakan Kompas.com (8/4/2026), Bayu menjelaskan, kenaikan tarif pesawat ini sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 83 Tahun 2026, tentang penyesuaian biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) sebesar 38 persen bagi pesawat jet dan nonjet yang efektif mulai 6 April 2026.

Jika kenaikan harga bahan bakar turut membuat harga tiket pesawat naik, lantas bagaimana dengan harga tiket bus, apakah tiket bus juga ikut naik?

Tiket bus ikut naik?

Bus baru PO Sumber Alam pakai bodi Triun DX buatan Karoseri Trijaya Union.TRIJAYA UNION Bus baru PO Sumber Alam pakai bodi Triun DX buatan Karoseri Trijaya Union.

Direktur Utama PO Sumber Alam, Anthony Steven Hambali mengatakan hingga saat ini tidak ada kenaikan harga tiket bus penumpang.

"Untuk saat ini, karena BBM belum naik, maka tidak ada kenaikan harga tiket bus di Sumber Alam," kata Anthony kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (20/4/2026).                  

Terpisah, Head of Corporate Communication DAMRI P Septian Adri S. mengatakan bahwa saat ini DAMRI masih melakukan evaluasi dan perhitungan dampak kondisi saat ini terhadpa tarif layanan.

"Terkait penyesuaian harga BBM, saat ini kita masih melakukan evaluasi dan perhitungan lebih lanjut dampaknya terhadap operasional, termasuk tarif layanan," kata Septian kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (22/4/2026).

Ia melanjutkan, pada prinsipnya, setiap kebijakan penyesuaian tarif akan mempertimbangkan berbagai aspek.

Baca juga: Harga BBM Naik, Pelaku Wisata di Yogyakarta Tombok

Termasuk aspek daya beli masyarakat dan penugasan layanan publik yang dijalankan.

"Apabila terdapat kebijakan resmi terkait penyesuaian tarif, akan kita sampaikan lebih lanjut," kata Septian. 

Dikutip dari Kompas.com, sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi per Sabtu (18/4/2026).

Dengan penyesuaian tersebut, harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan signifikan.

Baca juga: Harga BBM Naik Bikin Industri Perhotelan Tertekan

Dikutip dari laman resmi Pertamina, Sabtu (18/4/2026), harga Pertamax Turbo naik Rp 6.300 dari sebelumnya Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter.

Sementara itu, harga Dexlite naik Rp 9.400 dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter, dan harga Pertamina Dex meningkat Rp 9.400 dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.

Meski demikian, harga BBM subsidi masih tetap stabil. Pertalite dijual Rp 10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp 6.800 per liter di seluruh wilayah.

Tag:  #harga #naik #tiket #pesawat #naik #apakah #tiket #ikut #naik

KOMENTAR