Bali Perketat Keamanan Usai Kasus Kriminal Turis Asing Meningkat
- Otoritas Bali memperketat keamanan di berbagai tempat wisata usai terjadinya serangkaian kasus pembunuhan dan penculikan yang menyasar wisatawan mancanegara (wisman) sehingga memicu kekhawatiran internasional, termasuk dari Pemerintah Korea Selatan.
Sebelumnya Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk lebih waspada saat berkunjung ke Bali.
- Alasan Korea Selatan Keluarkan Peringatan Soal Keamanan Bali
- Korea Selatan Soroti Keamanan Bali, Minta Warganya Hati-hati Pilih Destinasi
Dalam peringatan tersebut, disebutkan bahwa kejahatan terhadap wisman meningkat di sejumlah tempat wisata utama, seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu.
Wisatawan diminta berhati-hati, terutama saat bepergian pada malam hari serta memastikan keamanan transportasi dan akomodasi.
Bali perketat keamanan usai wisman jadi sasaran kriminalitas
Masyarakat diimbau turut menjaga keamanan
Otoritas Bali memperketat keamanan usai banyaknya kasus kriminalitas yang menyasar wisatawan mancanegara (wisman).
Serangkaian kasus kekerasan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Pulau Dewata turut memperkuat kekhawatiran tersebut.
Salah satunya penculikan warga negara asing (WNA) asal Ukraina pada Februari 2026, yang berakhir dengan tewasnya WNA tersebut setelah mengalami penyiksaan.
Selain itu, seorang wisman asal Belanda juga dilaporkan tewas setelah diserang oleh dua pelaku bermotor bersenjata tajam di Seminyak.
Merespons situasi ini, aparat kepolisian Bali meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik wisata utama.
Direktur Investigasi Kriminal Kepolisian Bali, Komisaris Senior I Gede Adhi Mulyawarman, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan.
“Kami mendesak masyarakat untuk segera melaporkan setiap aktivitas kriminal atau mencurigakan yang melibatkan warga negara asing kepada pihak berwenang terdekat,” ujar I Gede Adhi, dikutip dari VnExpress, Rabu (8/4/2026).
Pihak kepolisian juga memperkuat koordinasi dengan pelaku industri pariwisata, termasuk hotel, vila, dan pengelola tempat hiburan, untuk meningkatkan sistem keamanan, seperti penggunaan kamera pengawas (CCTV) dan pemeriksaan tamu.
- Rekomendasi 7 Desa di Bali yang Bisa Dikunjungi Jika Bosan Wisata Pantai
- Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Bali tetap jadi destinasi wisata yang aman
Otoritas Bali memperketat keamanan usai banyaknya kasus kriminalitas yang menyasar wisatawan mancanegara (wisman).
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa Bali tetap termasuk destinasi wisata yang aman.
Data menunjukkan Indonesia disebut memiliki tingkat pembunuhan yang relatif rendah yakni sekitar 0,3 per 100.000 penduduk, salah satu yang terendah di dunia.
Selain itu, Bali meraih 7,05 juta kunjungan wisman sepanjang tahun 2025, yang mana menjadi angka tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Hal ini menunjukkan daya tarik Bali sebagai destinasi global masih sangat kuat.
Menurut situs web peringatan perjalanan pemerintah Australia, Bali secara umum aman untuk dikunjungi. Namun, wisman tetap disarankan waspada terhadap sejumlah risiko, seperti kecelakaan lalu lintas, pencurian kecil, dan masalah terkait alkohol.
Pengacara kriminal Indonesia, Simon Nahak, juga menilai wisman tidak perlu terlalu khawatir terhadap kasus-kasus yang terjadi.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap wisman merupakan tanggung jawab negara sesuai hukum pidana yang berlaku.
Langkah pengetatan keamanan ini diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif serta mempertahankan kepercayaan wisatawan internasional terhadap Bali sebagai destinasi unggulan Indonesia.
- Sawah di Bali Berkurang Setiap Tahun Karena Alih Fungsi Lahan, Ini Kata Koster
- Pemilik Homestay di Bali Minta Kelonggaran Saat Tenggat Perizinan Mepet
Tag: #bali #perketat #keamanan #usai #kasus #kriminal #turis #asing #meningkat