Rekomendasi 7 Desa di Bali yang Bisa Dikunjungi Jika Bosan Wisata Pantai
Suasana di obyek wisata Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, selama libur Imlek dan Isra Miraj, 25-29 Januari 2025. /Dok. Wayan Sumiarsa (Yohanes Valdi Seriang Ginta)
10:14
2 April 2026

Rekomendasi 7 Desa di Bali yang Bisa Dikunjungi Jika Bosan Wisata Pantai

KOMPAS.COM - Bali identik dengan pasir putih dan deburan ombaknya. Namun, kalau kamu bosan dengan agenda liburan yang hanya bermain di pinggir pantai, melipir ke desa wisata adalah pilihan yang paling pas.

Pulau Dewata punya deretan desa wisata yang suasananya juara. Dari yang udaranya bikin betah tidur sampai yang pemandangannya mirip lukisan, semua ada. 

Simak rekomendasi desa di Bali yang wajib kamu kunjungi kalau lagi bosan main air laut, dilansir dari Kompas.com dan Tribun Travel.

Desa wisata di Bali, alternatif bosan liburan di pantai

1. Desa Penglipuran

Suasana Desa Penglipuran, desa wisata terbaik di dunia yang berlokasi di Kabupaten Bangli, Bali, pada Jumat (3/10/2025).KOMPAS.com/Krisda Tiofani Suasana Desa Penglipuran, desa wisata terbaik di dunia yang berlokasi di Kabupaten Bangli, Bali, pada Jumat (3/10/2025).

Siapa yang tidak kenal desa ini? Penglipuran sering dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Lokasinya di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.

Begitu masuk, kamu bakal disambut dengan tata ruang desa yang sangat rapi dan seragam. Wisatawan harus berjalan kaki dari ujung desa ke puncaknya yang merupakan sebuah pura. 

Di sisi kanan dan kirinya terdapat deretan rumah warga yang bisa dikunjungi jika ingin menyantap makanan setempat, melepas dahaga, berfoto dengan baju adat Bali, atau sekadar belanja oleh-oleh. 

Uniknya, setiap rumah memiliki gerbang (angkul-angkul) yang bentuknya sama persis. Suasananya tenang banget karena kendaraan bermotor dilarang masuk ke area utama desa.

2. Desa Jatiluwih

Lanskap persawahan di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali, pada Jumat (3/5/2024). Desa ini menjadi salah satu lokasi yang akan dikunjugi delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 yang diselenggarakan pada 18-25 Mei 2024. BIRO KOMUNIKASI KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Lanskap persawahan di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali, pada Jumat (3/5/2024). Desa ini menjadi salah satu lokasi yang akan dikunjugi delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 yang diselenggarakan pada 18-25 Mei 2024.

Kalau kamu suka pemandangan hijau yang membentang, Jatiluwih wajib dituju. Lokasinya di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Terkenal dengan sistem irigasi tradisional subak yang sudah diakui UNESCO 2012, desa ini menawarkan pemandangan sawah dan terasering. 

Kamu bisa melakukan trekking santai di pematang sawah sambil menghirup udara pegunungan.

3. Desa Tenganan

Tradisi perang pandan di desa Tenganan, Bali Tradisi perang pandan di desa Tenganan, Bali

Ingin melihat sisi Bali yang berbeda? Datanglah ke Desa Tenganan di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Desa ini dihuni oleh suku bali aga (penduduk asli Bali). 

Mereka masih memegang teguh aturan adat yang sangat ketat dan kuno.

Jangan lupa melihat proses pembuatan kain gringsing, satu-satunya kain di Indonesia yang dibuat dengan teknik tenun ikat ganda.

4. Desa di Ubud

Persawahan di Desa Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (19/3/2016).BARRY KUSUMA Persawahan di Desa Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (19/3/2016).

Meskipun sudah sangat populer, Ubud tetap menjadi jantung budaya Bali. Kamu bisa mengunjunginya di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Di wilayah ini, kamu bisa mengunjungi galeri seni, menonton pertunjukan tari tradisional, atau sekadar jalan-jalan di antara butik-butik unik.

Ubud memberikan kombinasi antara kenyamanan modern dengan akar tradisi yang masih sangat kuat di setiap sudutnya, dengan hamparan sawah yang luas.

5. Desa Munduk

Kesenian tradisional gangsing di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Desa Munduk menjadi salah satu desa yang diusulkan menjadi lokasi kunjungan delegasi KTT G20.Dinas Kebudayaan Buleleng. Kesenian tradisional gangsing di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Desa Munduk menjadi salah satu desa yang diusulkan menjadi lokasi kunjungan delegasi KTT G20.

Terletak di dataran tinggi di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Desa Munduk sering dijuluki sebagai "negeri di atas awan".

Desa ini dikelilingi oleh perkebunan kopi, cengkih, dan kakao. Ada pula hamparan sawah.

Suasananya sejuk dan sering berkabut, cocok banget buat kamu yang ingin healing menjauh dari keramaian. Di wilayah ini juga terdapat beberapa air terjun yang bisa dikunjungi.

6. Desa Batubulan

Pura Batubulan di Gianyar, Bali. SHUTTERSTOCKDANY KURNIAWAN Pura Batubulan di Gianyar, Bali.

Bila tertarik dengan seni pertunjukan dan ukiran, mampirlah ke Batubulan di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Desa ini terkenal sebagai pusat kerajinan patung batu padas. Membeli buah tangan langsung dari senimannya tentu memberikan kesan tersendiri.

Selain itu, setiap pagi kamu bisa menonton pertunjukan Tari Barong yang ikonis. 

7. Desa Trunyan

Pemakaman di Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.KOMPAS/RIZA FATHONI Pemakaman di Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Untuk kamu yang suka wisata dengan sedikit nuansa tradisi nan unik, Desa Trunyan di pinggir Danau Batur patut dikunjungi. Lokasinya di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Berbeda dengan masyarakat Bali pada umumnya yang melakukan upacara Ngaben (pembakaran jenazah), warga Trunyan meletakkan jenazah di bawah pohon Taru Menyan.

Anehnya, jenazah tersebut sama sekali tidak mengeluarkan bau tidak sedap.

Bali itu luas, dan keindahannya nggak cuma berhenti di bibir pantai saja. Mengunjungi desa wisata adalah cara terbaik untuk melihat wajah asli Bali yang penuh keramah-tamahan dan kedamaian.

Dari tujuh desa di atas, mana yang paling ingin kamu kunjungi akhir pekan ini?

Baca juga: Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga

Tag:  #rekomendasi #desa #bali #yang #bisa #dikunjungi #jika #bosan #wisata #pantai

KOMENTAR