Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Indonesia memiliki beragam destinasi wisata ramah lingkungan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Mulai dari desa wisata hingga kawasan konservasi, setiap tempat menghadirkan pengalaman berbeda sekaligus mengajak wisatawan lebih peduli terhadap lingkungan.
Dikutip dari Kementerian Pariwisata Rabu (17/4/2025), berikut rekomendasi destinasi wisata ramah lingkungan di Indonesia yang bisa menjadi pilihan liburan:
Baca juga: Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
1. Desa Wisata Les, Buleleng, Bali
Pengolahan garam tradisional di Desa Wisata Les Bali.
Desa Wisata Les menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari Bali pada umumnya.
Suasana desa yang alami dan tenang menghadirkan nuansa autentik khas Pulau Dewata.
Di sini, wisatawan dapat mengunjungi Air Terjun Yeh Mampeh yang dikenal sebagai salah satu air terjun tertinggi di Bali.
Selain itu, tersedia aktivitas trekking di Bukit Yangudi hingga snorkelling bersama kelompok pelestari terumbu karang yang aktif menjaga ekosistem bawah laut.
Desa ini juga terkenal dengan produksi garam palungan yang dibuat secara tradisional tanpa bahan kimia.
Inovasi produk seperti garam rasa rosemary hingga pedas bahkan telah dipasarkan hingga mancanegara melalui dukungan BUMDES.
Berkat komitmennya terhadap lingkungan, Desa Wisata Les meraih penghargaan Desa Wisata Terbaik Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024.
Baca juga: Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
2. Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta
Kerajinan batik kayu di Desa Wisata Krebet, Bantul.
Desa Wisata Krebet menjadi contoh bagaimana keterbatasan alam dapat melahirkan kreativitas masyarakat.
Desa ini masuk dalam 50 besar ADWI 2024.
Awalnya merupakan desa pertanian di kawasan perbukitan kapur, masyarakat kemudian mengembangkan kerajinan kayu sejak 1970-an.
Produk seperti patung, topeng, wayang, hingga batik kayu kini menjadi daya tarik utama.
Wisatawan dapat mencoba langsung membatik di atas kayu serta membeli hasil karya masyarakat.
Selain itu, tersedia wisata alam seperti Air Terjun Pulosari, Banyunibo, dan Kedung Pengilon yang menambah pengalaman berwisata.
Baca juga: Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
3. Desa Wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali
Pemandangan subak di Desa Jatiluwih.
Desa Wisata Jatiluwih telah dikenal hingga mancanegara dan meraih penghargaan desa wisata terbaik dunia dari UN Tourism pada 2024.
Terletak di lereng Gunung Batukaru, desa ini menawarkan udara sejuk dan pemandangan sawah terasering yang memukau.
Sistem irigasi tradisional Subak yang digunakan telah diakui sebagai warisan dunia UNESCO karena mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas.
Wisatawan dapat melakukan trekking, bersepeda, hingga belajar bertani bersama masyarakat. Beras merah khas Jatiluwih juga menjadi oleh-oleh favorit.
Baca juga: Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
4. Ekowisata Tangkahan, Langkat, Sumatera Utara
Atraksi memandikan gajah menjadi favorit di ekowisata Tangkahan.
Ekowisata Tangkahan berada di dekat kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan situs warisan dunia UNESCO.
Kawasan ini dulunya terdampak penebangan liar, namun kemudian dikembangkan menjadi destinasi ekowisata berbasis konservasi.
Tangkahan dikenal sebagai pusat konservasi gajah Sumatra.
Pengunjung dapat trekking di hutan hujan tropis, memberi makan, hingga memandikan gajah.
Tempat ini menunjukkan bahwa wisata dapat berjalan selaras dengan pelestarian alam sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
Baca juga: Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
5. Tambling Wildlife Nature Conservation, Lampung
Tambling Wildlife Nature Conservation, Lampung Barat, Lampung
Tambling Wildlife Nature Conservation merupakan bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan dikenal sebagai kawasan konservasi harimau Sumatra.
Dengan luas lebih dari 48 ribu hektar hutan dan kawasan pesisir, tempat ini menjadi habitat bagi ratusan spesies burung dan reptil.
Kawasan ini sebelumnya mengalami deforestasi dan perburuan liar sebelum akhirnya dikelola sebagai area konservasi sejak 1996.
Wisatawan dapat melakukan trekking, birdwatching, hingga melihat proses rehabilitasi satwa liar sebelum dilepas ke alam.
Baca juga: 3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
6. Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah
Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu kawasan konservasi orangutan terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 415.040 hektar.
Daya tarik utamanya adalah melihat orangutan di Camp Leakey dari jarak dekat.
Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan satwa lain seperti bekantan, owa, rusa, hingga beruang madu.
Untuk pengalaman lebih mendalam, wisatawan dapat menginap di kapal sambil menyusuri Sungai Sekonyer dan menikmati suasana hutan hujan tropis yang masih alami.
Baca juga: Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
7. Pulau Macan Eco Lodge, Kepulauan Seribu
Pulau Macan, salah satu snorkeling di Kepulauan Seribu.
Pulau Macan Eco Lodge menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati konsep ekowisata tanpa harus jauh dari Jakarta.
Penginapan ini menerapkan prinsip berkelanjutan seperti penggunaan energi surya, material daur ulang, bebas plastik, hingga program konservasi terumbu karang dan mangrove.
Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas seperti snorkelling, kayaking, hingga menikmati matahari terbenam.
Tempat ini juga cocok untuk liburan romantis sekaligus belajar menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
Destinasi-destinasi tersebut menunjukkan bahwa wisata tidak harus merusak alam.Sebaliknya, perjalanan dapat menjadi sarana untuk belajar, berkontribusi, dan menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
Tag: #liburan #sambil #peduli #bumi #wisata #ramah #lingkungan #indonesia