InJourney Ubah Air Laut Jadi Air Layak Konsumsi di The Nusa Dua Bali
- InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memasang teknologi yang bisa mengubah air laut menjadi air layak konsumsi di The Nusa Dua, Bali.
Dilansir dari siaran resminya, teknologi ini menggunakan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Bertujuan menerapkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dengan berprinsip pada tanggung jawab lingkungan.
"Penerapan utilitas hijau seperti Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Waste Management terintegrasi, dan Reclaim Water telah memastikan bahwa aktivitas pariwisata berjalan efisien, aman, dan tetap menjaga daya dukung lingkungan," kata Direktur Operasi ITDC Troy Warokka, dikutip dari siaran resmi, Jumat (23/1/2026).
Troy melanjutkan, penerapan inisiatif hijau di kawasan ini adalah fondasi operasional untuk menjadikan kawasan ini menjadi destinasi premium yang resilien dan berkelanjutan.
"Bagi ITDC, keberlanjutan bukan hanya agenda, tetapi fondasi operasional kawasan untuk memastikan The Nusa Dua tetap menjadi destinasi premium yang resilien dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa fasilitas SWRO ini telah beroperasi di The Nusa Dua, Bali selama tiga bulan terakhir.
Fasilitas ini mampu menghasilkan 331.382 m³ air bersih, dan saat beroperasi penuh, SWRO memiliki kapasitas produksi hingga 1.314.000 m³ air bersih per tahun.
SWRO memanfaatkan air laut sebagai sumber air bersih alternatif, sehingga secara signifikan mengurangi ketergantungan kawasan terhadap air tanah dan sumber air tawar.
Penerapan teknologi, katanya, juga berperan penting dalam meningkatkan ketahanan air kawasan.
Serta, menekan risiko kelangkaan air akibat perubahan iklim, dan memastikan keberlanjutan operasional pariwisata di The Nusa Dua.
Sebagai informasi, penerapan fasilitas SWRO ini juga membawa ITDC Nusantara Utilitas, entitas usaha di bawah ITDC, menorehkan pencapaian bersejarah yakni sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak dikonsumsi melalui teknologi modern.
Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas Anak Agung Istri Ratna Dewi mengatakan, penerapan SWRO merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan air kawasan, sekaligus mendukung pengurangan tekanan terhadap air tanah.
“Dengan teknologi yang aman dan terukur ini, kami memastikan pasokan air bersih yang stabil bagi seluruh tenant dan wisatawan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan," kata Anak Agung Istri Ratna Dewi.
Ia menambahkan, pengakuan dari KKP tersebut bukti bahwa inovasi hijau dapat berjalan, sejalan dengan efisiensi dan standar layanan yang tinggi.
Tag: #injourney #ubah #laut #jadi #layak #konsumsi #nusa #bali