Kapal Wisata Kembali Bisa Berlayar di TN Komodo, Dilarang Malam Hari
- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo kembali membuka pelayaran kapal wisata di Taman Nasional (TN) Komodo pada Jumat (9/1/2026) pasca-kecelakaan KM Putri Sakinah di Pulau Padar.
Adapun akses wisata ke TN Komodo ditutup sementara sejak pencarian empat korban KM Putri Sakinah di Pulau Padar selama dua pekan terakhir.
"Sudah mulai buka hari ini," kata Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto pada Jumat pagi.
Ia mengatakan, pada Jumat (9/1/2036), pihaknya sudah menetbitkan surat persetujuan berlayar (SPB).
"Sudah 73 kapal terbit SPB per jam 08.00 Wita," ujar dia.
KSOP Labuan Bajo, lanjutnya, meminta nakhoda wajib memastikan kapal dalam kondisi laiklaut. Nakhoda dilarang tidak melakukan pelayaran apabila mengetahui kapalnya tidak laiklaut dan/atau mengetahui cuaca buruk.
"Kapal dilarang berlayar pada malam hari, terutama pada 10 titik area perairan berbahaya, demikian juga pada saat jarak pandang terbatas," tegasnya.
Kapal-kapal yang berlayar, lanjut dia, agar berlabuh atau mooring di area yang terlindung dari gelombang tinggi dan arus kuat serta mesin dalam keadaan siaga.
"Membantu pelaksanaan pemantauan laut terhadap korban KM Putri Sakinah yang belum ditemukan, serta melaporkan ke Basarnas atau Syahbandar apabila melihat tanda-tanda," imbuh dia.
Pelatih Valencia B dan ketiga anaknya tewas
Sebelumnya, KM Putri Sakinah tenggelam dan ada 4 penumpang yang tidak ditemukan.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan kapal tersebut berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025) pukul 20.00 Wita dengan 11 orang di dalamnya.
"Nahas pukul 20.30 Wita kapal mengalami mati mesin dan tenggelam," ungkap Fathur, Sabtu lalu.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menjelaskan kapal wisata tersebut tenggelam karena di sekitar perairan Padar dilanda cuaca buruk dan gelombang dengan ketinggian kurang lebih dua meter yang mengakibatkan kapal tersebut terbalik dan akhirnya tenggelam.
"Dugaan sementara cuaca buruk disertai gelombang tinggi menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal tersebut," ungkap Christian saat dihubungi Kompas.com, Minggu (28/12/2025).
Kondisi cuaca ekstrem dan kegelapan malam hari disebut menghambat tim SAR gabungan untuk melakukan operasi penyelamatan penumpang KM Putri Sakinah itu.
Bangkai kapal akhirnya ditemukan pada Selasa (6/1/2026). Bangkai kapal itu ditemukan nelayan dari Pulau Komodo.
Mereka adalah pelatih Valencia B, Fernando Martin dan 3 anaknya. Jenazah Fernando dan 2 anaknya sudah ditemukan, tersisa 1 anak lagi yang belum ditemukan.
Tag: #kapal #wisata #kembali #bisa #berlayar #komodo #dilarang #malam #hari