Bantah Bali Sepi, Gubernur Sebut Kunjungan Wisman 2025 Tertinggi dalam 10 Tahun
Ilustrasi turis di Bali.(Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
09:14
2 Januari 2026

Bantah Bali Sepi, Gubernur Sebut Kunjungan Wisman 2025 Tertinggi dalam 10 Tahun

Gubernur Bali Wayan Koster mengumumkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2025 menembus 7,05 juta kunjungan, menjadikannya rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Pengumuman ini disampaikan Koster saat menerima kunjungan Menteri Pariwisata di Puri Agung Ubud, Gianyar, Kamis (1/1/2026). Ia menegaskan, angka tersebut meningkat sekitar 11,3% dibanding tahun 2024.

“Dari data Angkasa Pura sampai 31 Desember 2025 itu mencapai 7,05 juta lebih, ditambah yang lewat laut sekitar 71.000. Ini angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir,” ujar Koster.

Lonjakan wisman sepanjang 2025

Pada 2024, kunjungan wisman ke Bali tercatat sebanyak 6,3 juta yang datang melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, ditambah sekitar 53.000 wisman yang masuk melalui kapal pesiar.

Dengan pencapaian 2025 yang mencapai total sekitar 7,05 juta, terjadi peningkatan sekitar 750.000 kunjungan.

Menurut data Pemprov Bali, angka ini mengalahkan rekor sebelumnya pada 2019 yang mencapai 6,27 juta kunjungan sebelum pandemi Covid-19 melanda.

“Isu Bali sepi malah membuat daya tarik tersendiri sehingga justru banyak yang datang,” kata Koster.

Narasi Bali sepi dibantah

Koster menegaskan bahwa data tersebut sekaligus membantah narasi yang beredar di media sosial bahwa Bali mulai ditinggalkan wisatawan.

“Ini rekor tertinggi dari 2015 hingga 2025. Jadi tidak benar Bali sepi. Kami harap Kemenparekraf ikut membantu agar isu ini tidak muncul setiap tahun,” tambahnya.

Wisatawan domestik sedikit menurun

Berbeda dengan wisman yang melonjak, jumlah wisatawan domestik justru mengalami penurunan. Dari 10,1 juta kunjungan di 2024, tahun 2025 jumlahnya turun menjadi 9,28 juta.

Pulau Bali kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah berhasil menempati peringkat ketiga dalam daftar 25 Pulau Favorit di Dunia Tahun 2025 versi majalah perjalanan terkemuka, Travel and Leisure.Dok. Shutterstock/Aries Hendrick Apriyanto Pulau Bali kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah berhasil menempati peringkat ketiga dalam daftar 25 Pulau Favorit di Dunia Tahun 2025 versi majalah perjalanan terkemuka, Travel and Leisure.

Koster menilai turunnya angka tersebut turut dipengaruhi narasi negatif di media sosial, meskipun kondisi riil di lapangan menunjukkan pariwisata tetap ramai.

Tantangan Bali: Kemacetan dan sampah

Meski mencatat pertumbuhan positif, Bali masih menghadapi dua tantangan besar: kemacetan dan pengelolaan sampah.

Untuk mengatasinya, Pemprov Bali mulai melakukan pembenahan, didukung Kementerian PUPR dan Pemerintah Pusat.

1. Infrastruktur jalan & wisata baru

  • Dukungan pembangunan infrastruktur jalan mulai 2026
  • Penyelesaian Turyapada Tower di Buleleng pada Desember 2026, yang digadang setara daya tariknya dengan Menara Eiffel
  • Pembangunan subway dari Bandara Ngurah Rai ke Central Parkir Kuta, dimulai April 2026

2. Pengolahan sampah menjadi energi

  • Pemprov Bali menantikan proyek PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) yang akan dikembangkan Danantara.
  • Peletakan batu pertama direncanakan pada Februari 2026
  • TPA Suwung ditargetkan tutup mulai 1 Maret
  • Sebagian pengelolaan sampah akan diserahkan kepada komunitas masyarakat

“Secara umum keamanan Bali kondusif, tidak ada isu lain sekarang,” tegas Koster.

Tag:  #bantah #bali #sepi #gubernur #sebut #kunjungan #wisman #2025 #tertinggi #dalam #tahun

KOMENTAR