Kisah Kelam Saat Kereta Api Jatuh di Lembah Anai, Belasan Tewas
- Jalur kereta api di Lembah Anai, Sumatera Barat, saat ini memang tidak aktif alias tidak lagi dilewati kereta.
Jalur yang tidak aktif ini menghubungkan Padang Panjang (Stasiun kayu Tanam) Stasiun Padang Panjang.
Namun, dulunya jalur kereta ini pernah aktif dan dilalui oleh kereta api, terutama yang mengangkut batu bara.
Kecelakaan kereta api di Lembah Anai.
Jalur ini juga sempat menjadi saksi bisu salah satu tragedi transportasi paling mengenaskan dalam sejarah perkeretaapian Indonesia.
Dilansir dari Kompas.com (28/6/2019), peristiwa yang terjadi pada 28 Juni 2000 tersebut melibatkan rangkaian kereta batu bara yang dinaiki penumpang, dan mengakibatkan belasan korban jiwa.
Latar belakang: Penutupan jalan hingga kereta gratis
Pada hari-hari sebelum kecelakaan, kawasan Silaiang Kariang di ruas jalan Padang–Padang Panjang ditutup akibat longsor.
Untuk membantu mobilitas warga, terutama pelajar dan PNS, pemerintah menyediakan kereta gratis dari Stasiun Padang Panjang menuju Padang mulai 27–30 Juni 2000.
Kereta penumpang gratis ini beroperasi pada jadwal tertentu:
- 07.00 WIB
- 10.00 WIB
- 12.00 WIB
- 16.00 WIB
Di luar waktu itu, kereta batu bara tetap melintas setiap jam untuk keperluan angkutan logistik.
Penumpang naik kereta batu bara
Menurut Wali Kota Padangpanjang saat itu, Yohanes Tamin, banyak calon penumpang tidak sabar menunggu kereta penumpang pukul 12.00 WIB.
Mereka kemudian memilih menaiki kereta batu bara yang berangkat lebih cepat, sekitar pukul 10.30 WIB dari Stasiun Padang Panjang.
Padahal, kereta tersebut tidak diperuntukkan mengangkut penumpang, dan sebagian besar pelajar maupun PNS duduk di atas tumpukan batu bara.
Detik-detik kecelakaan: Gerbong tidak terkendali
Saat tiba di Jembatan Tinggi dekat kawasan Air Terjun Lembah Anai (jembatan setinggi 25 meter di jalur menurun), rangkaian kereta kehilangan kendali.
Jembatan Kereta di Lembah Anai, Sumbar.
Lima gerbong depan terlepas dari rangkaian dan jatuh ke tebing kiri lintasan. Tak lama kemudian, dua gerbong lainnya ikut terjatuh.
Akhirnya, lokomotif di bagian belakang pun ikut terlepas dan jatuh tak jauh dari lokasi sebelumnya.
Karena banyak penumpang berada di atas muatan batu bara, mereka ikut terhempas dan tertimbun saat gerbong jatuh bergantian.
“Korban meninggal ditemukan dalam keadaan terjepit dan tertimbun batu bara,” kata Yohanes dalam dokumentasi Kompas.
Korban jiwa mencapai 19 orang
Data dari Harian Kompas (30/6/2000) mencatat:
- Perkiraan penumpang: 40 orang
- Korban ditemukan: 35 orang
- 15 meninggal dunia
- 20 luka berat/ringan
Keesokan harinya pencarian dilanjutkan karena diperkirakan masih ada korban tertimbun batu bara. Pada 2 Juli 2000, jumlah korban meninggal disebut meningkat menjadi 19 orang.
Tag: #kisah #kelam #saat #kereta #jatuh #lembah #anai #belasan #tewas