Bungkam Anak Terlibat Bullying, Komentar Lawas Vincent Rompies soal Bully Viral: Katrok, Culun
Komentar lawas Vincent Rompies soal bullying viral seiring putranya terlibat kasus bullying. 
15:07
20 Februari 2024

Bungkam Anak Terlibat Bullying, Komentar Lawas Vincent Rompies soal Bully Viral: Katrok, Culun

- Komentar lawas Vincent Rompies terkait bullying kembali viral setelah putranya terlibat aksi perundungan di sekolahnya, Binus School Serpong.

Vincent Rompies masih bungkam soal putranya yang terlibat aksi bullying terhadap seorang temannya di sekolah.

Aksi bullying yang dilakukan sejumlah siswa SMA di Binus School Serpong viral setelah keluarga korban membuat sebuah unggahan di media sosial X.

Salah satu pelaku belakangan adalah anak Vincent Rompies.

Seiring dengan pemberitaan ini, komentar lawas Vincent dalam acara Tonight Show pun viral kembali di lini masa TikTok.

Vincent menyebut aksi bullying adalah hal yang paling katrok.

"Tapi terlepas dari itu semua, pembullyan sekali lagi ah itu suatu hal yang katrok banget," ujar Vincent.

Tak hanya itu, Vincent juga menyebut pembullyan adalah hal culun.

"Menurut gua sih sekarang itu adalah hal yang paling culun, yang paling mendasar adalah pembullyan di SMP di SMA," lanjutnya.

Desta yang ada di sana nampak mengamini ucapan sahabatnya.

"Iya, katrok, penakut, pengecut," sahutnya.

Hingga saat ini, Vincent masih belum menanggapi keterlibatan sang putra dalam kasus perundungan tersebut.

Kronologi Viral

Adapun sebelumnya, sebuah akun X @BosPurwa, Minggu (18/2/2024) membagikan tangkapan layar dari pengunggah cerita pertama kasus ini.

Selain itu, pengunggah juga membagikan foto korban yang terbaring di rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Dalam narasinya, dijelaskan korban mengalami kekerasan pada 2 Februari 2024 dengan cara dipiting, dicekik, diikat di tiang, ditendang hingga diludahi.

Bahkan korban juga disundut rokok.

Kemudian pada tanggal 13 Februari 2024, korban mengalami kekerasan kembali karena ketahuan bercerita kepada keluarganya.

Selain itu, korban juga diancam akan dibunuh bahkan adik korban yang masih kelas 6 SD juga diacam akan dibunuh juga.

Selanjutnya pada unggahan itu, pengunggah membagikan tangkapan layar cerita dari ibu korban.

Korban yang merupakan adik kelas dianiaya oleh kakak kelas yang tergabung dalam GENG TAI (GT).

"Di Sekolah Binus Serpong terdapat subkultur/ geng remaja yang dikenal dengan nama GENG TAI (GT). Subkultur ini bergaul di sebuah toko kecil di belakang sekolah bernama WARUNG IBU GAUL (WIG), dimana mereka berkumpul di toko tersebut setiap hari sepulang sekolah untuk melakukan kegiatan menyimpang yang mungkin mengandung unsur kriminal, seperti kekerasan, merokok di bawah umur, dan vaping. Dalam subkultur ini, senior/kelas 12 disebut agit, mereka mengendalikan semua yang ada di geng," tulis keterangan dalam unggahan.

Geng ini memang sudah ada sejak lama dan setiap ada anggota baru maka akan melakukan kegiatan berbau kekerasan.

Namun sejumlah siswa nekat bergabung karena akan mendapat beberapa akses menarik.

"Kelompok ini telah berlangsung selama 9 generasi dan dimulai pada masa sekolah menengah atas. Agit tersebut akan merekrut anggota untuk bergabung dengan geng-geng ini, dan imbalan untuk bergabung dengan geng-geng ini bervariasi, seperti ditawari uang untuk bergabung, memiliki akses ke tempat parkir dekat binus," imbuhnya.

Namun ternyata, untuk bisa bergabung dalam geng ini tak mudah begitu saja.

Ada beberapa hal yang harus diterima calon anggota baru.

"Namun imbalan utama yang membujuk orang untuk bergabung adalah STATUS di sekolah. Di binus, anak laki-laki diketahui memiliki status hierarki yang lebih tinggi ketika mereka bergabung dengan geng, dan mereka juga mengalami tekanan teman sebaya dari para penghasut, yang seringkali berujung pada pemukulan jika mereka tidak mengikuti perintah yang diberikan oleh penghasut.

Ada aturan yang harus dipatuhi untuk menjadi anggota resmi GT. Pertama, calon anggota baru akan dikumpulkan di warung-warung, di mana para orang tsb akan mengambil kendali dan meminta mereka untuk melakukan perilaku menyimpang. BEBERAPA CONTOH antara lain meneriakkan nama, membelikan makanan untuk para penghasut dan mengikuti perintah yang mereka minta, namun yang terpenting bagi mereka, MEREKA HARUS DIHUKUM SECARA FISIK. Mereka juga melecehkan calon anggota baru, untuk menunjukkan apakah mereka layak menyandang gelar anggota geng."

Kini para pelaku pun sudah dilarang sekolah sejak tanggal 15 Februari 2024.

Sekolah Benarkan Anak Vincent Terlibat

Haris Suhendra selaku Corporate PR Binus University buka suara terkait dugaan keterlibatan anak Vincent Rompies.

Ia membenarkan jika satu dari pelajar yang melakukan perundungan adalah anak artis.

"Iya (salah satu pelaku anak dari artis Vincent Rompies)," ucap Haris saat dikonfirmasi wartawan, Senin (19/2/2024).

Haris menegaskan jika pihaknya akan memanggil Vincent Rompies selaku orang tua.

"Proses pemanggilan," pungkasnya.

(Tribunnews.com/ Salma/ Wahyu Aji)

Editor: Yurika NendriNovianingsih

Tag:  #bungkam #anak #terlibat #bullying #komentar #lawas #vincent #rompies #soal #bully #viral #katrok #culun

KOMENTAR