Penjualan Toyota Mirai Terjun Bebas di Jepang dan Amerika, Sekarang Coba Peruntungan di Indonesia
Toyota Mirai diperkenalkan di ajang GJAW 2024. (Dony)
13:44
7 Desember 2024

Penjualan Toyota Mirai Terjun Bebas di Jepang dan Amerika, Sekarang Coba Peruntungan di Indonesia

- Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (PT TAM) Hiroyuki Ueda sempat mengungkapkan saat pameran otomotif GJAW 2024 beberapa waktu lalu bahwa dihadirkan nya beberapa model mobil listrik di Indonesia sebagai komitmen perusahaan -nya untuk mewujudkan target pemerintah Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission di tahun 2060.

"Toyota, memiliki sejumlah model dengan beragam teknologi elektrifiksi sesuai dengan keinginan msyarakat maupun kondisi yang ada," ujarnya.

Beberapa waktu lalu Toyota Astra Motor sempat memajang Mirai di pameran otomotif yang belum lama usai. Seperti diketahui Mirai yang dipamerkan menggunakan teknologi Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang mengubah hidrogen menjadi energi listrik.

Mobil tersebut merupakan generasi kedua yang memiliki tiga tangki hidrogen, mampu menyimpan hidrogen dengan kapasitas 5.6 kilogram. Dengan kapasitas tangki hidrogen penuh, Toyota Mirai memiliki daya tempuh hingga 850 km. 

"Kami memperkenalkan Toyota Mirai generasi kedua, yaitu kendaraan listrik bersumber tenaga dari hidrogen yang ramah lingkungan,” ujar Hiroyuki saat itu di GJAW, ICE BSD City, Tangerang.

Namun, fakta berbicara, saat ini penjualan Toyota Mirai di dunia sedang tak baik-baik saja. Bahkan di periode Januari – Juni atau selama semester pertama 2024 penjualanny rontok.

Data SNE Research (perusahaan riset energi asal Korea Selatan) menunjukkan, selama periode itu penjualan Toyota Mirai di dunia hanya 1.284 unit.

Jumlah tersebut terjun bebas hingga 44,9 persen dibanding periode sama di tahun 2023 yang masih mencapai 2.330 unit. Sedangkan data Asosiasi Dealer Mobil Wilayah Amerika Utara (NAADA) mencatat selama enam bulan pertama 2024 itu, Toyota Mirai di Negeri Paman Sam hanya laku sebanyak 245 unit.

Jumlah tersebut turun tajam hingga 85 persen dibanding periode sama di tahun 2023. Padahal Toyota menganggap menyebut Amerika Serikat merupakan pasar terbesar Toyota Mirai di dunia.

Toyota memang ambisius untuk mengembangkan kendaraan listrik hidrogen dibanding mobil listrik murni. Namun tren mobil listrik yang sedang naik daun menjadi tantangan tersendiri bagi negara-negara yang mengambil kebijakan elektrifikasi sarana mobilitas dengan mengutamakan kendaraan listrik hidrogen.

Seperti Jepang misalnya, Negeri Matahari Terbit ini diketahui mematok target, pada tahun 2030 nanti, populasi mobil listrik hidrogen yang ada di jalanan 800.000 unit.

Akan tetapi penjualan mobil hidrogen di Jepang mengalami penurunan yang signifikan dalam dua tahun terakhir, sementara mobil listrik bertenaga baterai (BEV) semakin populer dalam periode yang sama.

Meskipun Jepang memiliki strategi hidrogen yang ambisius, kenyataannya adalah penjualan mobil hidrogen tidak sesuai ekspektasi. Pada tahun 2021, sekitar 2.464 unit mobil listrik sel bahan bakar (FCEV) terjual di Jepang.

Namun, angka ini mengalami penurunan tajam sebesar 65% menjadi 848 unit pada tahun 2022, dan terus merosot menjadi hanya 422 unit pada tahun 2023, menurut statistik terbaru dari Asosiasi Dealer Otomotif Jepang (JADA).

Toyota rupanya memutar otak mencari pasar yang berpeluang memasarkan kendaraan FCEV dan Indonesia dianggap mempunyai celah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sempat mengungkapkan saat melihat langsung Toyota Mirai beberapa waktu lalu di pameran GJAW 2024 bahwa "Tinggal infrastruktur disiapin, charging station untuk hidrogen kita siapkan. Sehingga nanti hidrogen bisa jalan," jelas dia.

Meskipun pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menyambut baik langkah Toyota namun hal ini harus mempunyai regulasi yang jelas. Faktanya Pemerintah masih mempunyai "pekerjaan rumah" yang masih banyak dan harus diselesaikan terkait kendaraan EV dan Hybrid.

Baik masalah infrastruktur yang mendukung hingga keputusan insentif yang masih simpang siur. Bahkan beberapa Agen Pemegang Merek ada yang merasa kecewa terkait regulasi insentif impor.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #penjualan #toyota #mirai #terjun #bebas #jepang #amerika #sekarang #coba #peruntungan #indonesia

KOMENTAR