Windows 11 Banyak Dicecar, Penggunanya Malah Miliaran
Bagian keyboard ASUS Vivobook terbaru yang kini dibekali prosesor Intel® Core? generasi terbaru dan sistem operasi Windows 11. (Dok. KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko)
09:12
1 Februari 2026

Windows 11 Banyak Dicecar, Penggunanya Malah Miliaran

- Mengeluh soal Windows 11 belakangan ini seolah jadi "olahraga" favorit para penggemar teknologi di internet.

Mulai dari yang ancamman pindah ke Linux, membuat panduan mematikan fitur-fitur mengganggu, hingga protes soal kewajiban login akun.

Namun, di balik gelombang sentimen negatif tersebut, sistem operasi (OS) terbaru besutan Microsoft ini justru menorehkan pencapaian fantastis.

Dalam laporan keuangan terbarunya, CEO Microsoft Satya Nadella mengumumkan bahwa Windows 11 kini telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif di seluruh dunia.

Angka ini membuktikan bahwa terlepas dari segala kritikan, Windows tetap menjadi OS yang paling banyak dipakai di perangkat desktop dan laptop global.

Pengguna tampaknya lebih memilih bertahan dengan apa yang sudah mereka kenal ketimbang berpindah platform.

Baca juga: Peringatan Microsoft buat Pengguna Windows 11, Fitur AI Bisa Install Malware

Yang menarik, Windows 11 mencapai angka keramat 1 miliar ini sedikit lebih cepat dibandingkan pendahulunya, Windows 10, seperti dikutip KompasTekno dari Arstechnica.

Windows 11 membutuhkan waktu 1.576 hari sejak dirilis pada 5 Oktober 2021 untuk menyentuh angka tersebut. Sebagai perbandingan, Windows 10 butuh waktu lebih lama, yakni 1.692 hari, sebelum Microsoft mengumumkan pencapaian serupa pada Maret 2020.

Prestasi ini terbilang bagus mengingat hambatan yang dihadapi Windows 11 jauh lebih besar.

Dulu, Windows 10 ditawarkan sebagai upgrade gratis untuk semua pengguna Windows 7 dan 8 tanpa perubahan persyaratan sistem yang berarti.

Sebaliknya, meski Windows 11 juga gratis bagi pengguna Windows 10, syarat spesifikasi perangkat kerasnya cukup tinggi.

Hal ini menyebabkan jutaan PC Windows 10 tidak memenuhi syarat (ineligible) untuk naik kelas ke OS baru tersebut.

Baca juga: PC Windows Lama Mau Dijual? Lakukan Hal Ini Dulu agar Data Tetap Aman

Windows 10 masih menolak mati

Meski Windows 11 makin populer, "kakaknya" yakni Windows 10 masih belum mau pensiun. Padahal, OS lawas ini sudah resmi kehilangan dukungan (end-of-support) sejak Oktober tahun lalu.

Data dari Statcounter menunjukkan bahwa basis pengguna PC di dunia saat ini terbelah cukup rata. Sekitar 50–55 persen menjalankan Windows 11, sementara 40–45 persen masih setia dengan Windows 10.

Bahkan, COO Dell Jeffrey Clarke pada akhir 2025 sempat menyebut bahwa masih ada sekitar 1 miliar PC Windows 10 yang aktif. Separuh di antaranya, atau sekitar 500 juta unit, tidak bisa di-upgrade karena terbentur spesifikasi hardware.

Untuk mencegah "bencana" keamanan akibat jutaan PC tanpa perlindungan, Microsoft akhirnya melunak.

Mereka menyiapkan skema pembaruan keamanan berbayar hingga tiga tahun ke depan untuk institusi bisnis, serta satu tahun pembaruan gratis (opsional) untuk pengguna rumahan.

Aplikasi utama, seperti Microsoft Edge dan Defender juga dipastikan tetap mendapat dukungan setidaknya hingga 2028.

Baca juga: Di Balik Wallpaper Ikonik Windows 10, Dibuat dengan Cara Tak Biasa

Janji perbaikan Microsoft

Microsoft menyadari bahwa Windows 11 punya masalah reputasi. Pavan Davuluri, Presiden Windows dan Perangkat di Microsoft, berjanji akan mengerahkan tim teknisinya secara besar-besaran dalam beberapa bulan ke depan.

Fokus utamanya adalah memperbaiki masalah performa dan keandalan sistem, serta memperbarui elemen-elemen antarmuka lawas yang masih terlihat seperti peninggalan zaman Windows 7 atau XP.

Namun, janji manis ini belum menyentuh inti keluhan pengguna.

Davuluri tidak menyinggung soal masalah yang sering dikeluhkan, mulai dari notifikasi wajib login akun Microsoft, iklan layanan OneDrive atau Game Pass yang terus muncul, hingga paksaan halus untuk terus menggunakan browser Edge dan mesin pencari Bing.

Baca juga: Microsoft Lancarkan Jurus Agar Pengguna Windows Tak Pakai Chrome

Bagi pengguna awam, upgrade ke Windows 11 mungkin tetap menjadi pilihan paling masuk akal karena faktor kebiasaan.

Namun, pekerjaan rumah Microsoft masih menumpuk. Mereka harus memastikan Windows 11 tidak menjadi OS yang begitu menyebalkan sampai-sampai menjadi versi Windows terakhir yang sudi dipakai oleh penggunanya.

Tag:  #windows #banyak #dicecar #penggunanya #malah #miliaran

KOMENTAR