



Efek Fatal Bila Ban Kurang Angin, Tapi Tetap Banyak yang Anggap Remeh
- Bagi pemilik mobil hal yang sering kali menjadi remeh adalah masalah tekanan udara pada ban. Berapa besar tekanan ban yang Ideal? Biasanya berpatokan pada tekanan udara yang telah dianjurkan pabrikan.
Sebenarnya ada kerugian yang akan dialami pengemudi, jika tekanan angin pada ban mobil kurang atau berlebih. Salah satu kerugian yang bisa langsung bisa dirasakan pengemudi saat berkendara dengan tekanan angin tidak pas yakni kenyamanan.
Bila sampai terjadi ketidak cocokan, seperti kekurangan atau kelebihan, masing-masing bisa memberikan efek negatif. Namun keduanya sama-sama ada minusnya, tapi memang dari kerusakan akan lebih mudah menyerang yang kurang angin.
Paling ideal harusnya saat akan mengisi udara melihat dari petunjuk yang tertera di bagian pilar pintu pengemudi, itu merupakan rekomendasi pabrikan yang dianjurkan.
Ada tiga efek buruk bila ban mobil kelebihan tekanan udara. Ini lebih mengarah pada sisi kenyamanan ketika mengendarainya, yaitui :
- Mobil akan tidak stabil ketika dikendarai terutama pada kecepatan tinggi. Hal ini lantaran tapak ban yang menyentuh permukaan jalan mengecil, bahkan parahnya bisa menyebabkan terjadinya slip.
- Pengendara dan penumpang akan merasakan bantingan yang keras karena udara di dalam ban terlalu padat yang membuat ban tidak bisa menyerap getaran. Perlu diingat, tekanan udara ban yang ideal memungkinkan ban memiliki daya redam layaknya sokbreker.
- Permukaan ban akan cepat aus dari biasanya, terutama pada bagian tengah yang porsinya akan lebih banyak bergesekan dengan permukaan jalan saar udara di dalam terlalu padat.
Sedangan bila ban kurang tekanan udara, memiliki potensi yang lebih berisiko ketika dikendarai. Mulai dari tarikan mesin yang terasa berat sehingga membuat bahan bakar lebih boros, turunnya respon pengendalian akibat ban yang terlalu berat, sampai paling fatal pecahnya ban akibat rusaknya komponen yang ada pada ban seperti kawat, benang, maupun karet.
Kekurangan angin bisa menyebabkan pecahnya ban saat mobil melaju karena side wall akan menekuk saat berada di posisi bawah dan kembali tegak saat berada di posisi atas.
Ambil contoh seperti kawat saja, apabila kita luruskan lalu tekuk secara terus menurus pasti akan patah.
Apabila hal tersebut dilakukan secara konstan dan terus menerus, bagian side wall akan pecah, sehingga sangat berbahaya bagi pengendara dan penumpang di dalam kendaraan.
Apalagi saat Anda punya rencana untuk melakukan perjalanan jauh, atau mudik! Sebaiknya periksa tekanan angin pada ban, sesuaikan dengan kebutuhan. Bila belum paham Anda bisa tanya pada teknisi bengkel resmi untuk memastikan.
Tag: #efek #fatal #bila #kurang #angin #tapi #tetap #banyak #yang #anggap #remeh