Di Bawah Tim Cook, Saham Apple Melesat 2.000 Persen
CEO Apple, Tim Cook. (REUTERS/Carlos Barria)
10:48
21 April 2026

Di Bawah Tim Cook, Saham Apple Melesat 2.000 Persen

- Tim Cook mengejutkan publik setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Apple pada Senin (20/4/2026) waktu Amerika Serikat.

Kursi orang nomor satu di Apple itu akan dilepas Cook per 1 September 2026 mendatang.

Di bawah kepemimpinan Tim Cook, saham Apple tercatat mengalami kenaikan signifikan. Bila diakumulasikan, saham Apple melesat hingga 2.000 persen, khususnya sejak Cook menjabat CEO pada Agustus 2011 silam.

Catatan Bloomberg yang dikutip Business Insider menunjukkan bahwa harga saham Apple awalnya bergerak naik secara bertahap hingga sekitar 2015.

Baca juga: BREAKING NEWS: CEO Apple Tim Cook Mengundurkan Diri

Memasuki periode 2016 hingga 2019, kenaikan mulai terlihat lebih konsisten, didorong oleh siklus pembaruan iPhone serta semakin besarnya kontribusi lini layanan (services) seperti App Store, iCloud dan lainnya.

Grafik pertumbuhan saham Apple dari tahun 2011 hingga tahun 2026 di bawah kepemimpinan Tim CookBusiness Insider Grafik pertumbuhan saham Apple dari tahun 2011 hingga tahun 2026 di bawah kepemimpinan Tim Cook

Lonjakan yang lebih signifikan terjadi pada 2020, ketika pandemi Covid-19 mendorong peningkatan permintaan perangkat digital dan layanan berbasis online. Momentum ini berlanjut hingga 2022 dengan pertumbuhan yang semakin agresif.

Peningkatan harga saham Apple terus berlanjut di tahun-tahun setelahnya, dengan persentase peningkatan 2.040 persen pada Desember 2025 lalu.

Setelah kabar pengunduran diri Cook dipublikasikan, saham Apple turun 1 persen pada perdagangan Senin (20/4/2026), menjadi seharga 273,05 dollar AS (sekitar Rp 4,6 juta) per lembar.

Baca juga: Tim Cook Lepas Jabatan CEO, Saham Apple Langsung Lesu

Mengacu pertumbuhan signifikan Apple di bawah Tim Cook seperti dijelaskan di atas, dapat dipahami bahwa investor kemungkinan masih menerka-nerka akan masa depan Apple selanjutnya.

Kursi CEO sendiri akan digantikan oleh John Ternus, yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering di Apple. Sementara Cook akan beralih peran sebagai Executive Chairman di jajaran dewan direksi Apple.

John Ternus (kiri) dan Tim Cook (kanan) di Apple Park.Apple John Ternus (kiri) dan Tim Cook (kanan) di Apple Park.

Pamitnya Cook dari posisinya saat ini juga terjadi di tengah kekhawatiran investor akan kepiawaian Apple dalam mengembangkan AI, dibanding perusahaan teknologi besar lainnya.

"Tim Cook meninggalkan warisan abadi di Apple dan akan ada banyak tekanan bagi Ternus untuk melanjutkan kesuksesan, terutama di bidang AI," kata analis Wedbush Securities, dikutip KompasTekno dari Business Insider.

Siapa John Ternus, CEO Baru Apple Pengganti Tim Cook

Awalnya dipandang sebelah mata

Tim Cook mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan Apple pada 24 Agustus 2011, tepat sebelum kepergian sang pendiri legendaris, Steve Jobs.

Kala itu, banyak pihak meragukan apakah seorang ahli rantai pasok (supply chain) seperti Cook mampu mempertahankan keajaiban inovasi era Jobs.

Namun, angka berbicara lebih nyaring. Di bawah tangan dinginnya, Apple tidak hanya bertahan, tetapi berevolusi menjadi raksasa finansial yang tak tertandingi.

Sepanjang masa jabatannya, kapitalisasi pasar Apple meroket lebih dari 1.000 persen, dari sekitar 350 miliar dollar AS menjadi menembus 4 triliun dollar AS (sekitar Rp 68.000 triliun), menjadikannya perusahaan pertama dalam sejarah yang berhasil menyentuh tonggak valuasi 1, 2, dan 3 triliun dollar AS.

Baca juga: Apple Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Pendapatan tahunan perusahaan juga meroket tajam dari 108 miliar dollar AS pada 2011 menjadi lebih dari 416 miliar dollar AS pada tahun fiskal 2025.

Selain pencapaian finansial, era kepemimpinan Cook juga melahirkan sejumlah lini produk baru yang kini menjadi tulang punggung perusahaan.

Di bawah pengawasannya, Apple sukses meluncurkan Apple Watch, AirPods, transisi ke chipset kustom Apple Silicon (M-series), hingga perangkat mixed reality Apple Vision Pro.

Cook juga secara dramatis mengekspansi divisi Layanan (Services), mengubah App Store, Apple Music, dan iCloud menjadi mesin pencetak uang berbiaya tinggi.

"Ini adalah keistimewaan terbesar dalam hidup saya untuk bisa menjadi CEO Apple dan dipercaya memimpin perusahaan yang begitu luar biasa," tulis Cook dalam surat terbuka yang dirilis Apple.

Tag:  #bawah #cook #saham #apple #melesat #2000 #persen

KOMENTAR