Mengapa Soekarno Menetapkan Hari Kartini sebagai Hari Nasional?
Ilustrasi 50 Tema Hari Kartini 2026. Berikut 30 quotes asli R.A. Kartini dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang tetap relevan dan penuh makna hingga Hari Kartini 2026.(canva.com)
12:06
27 April 2026

Mengapa Soekarno Menetapkan Hari Kartini sebagai Hari Nasional?

- Sejarawan, Asvi Warman Adam mengungkap alasan Presiden pertama RI Soekarno menetapkan Hari Kartini sebagai hari nasional. Salah satu faktor utamanya adalah popularitas Raden Ajeng Kartini di tengah masyarakat dan kalangan politik.

Dalam siniar Gaspol Kompas.com yang dikutip Minggu (26/4/2026), Asvi menjelaskan bahwa penetapan itu tidak terlepas dari momentum pengangkatan pahlawan nasional pada 1964.

Ia menyebutkan, pada 2 Mei 1964, Soekarno menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Baca juga: Kartini dan Daycare: Antara Perayaan dan Kecemasan Para Ibu

Saat itu, ada 14 tokoh yang diangkat sebagai pahlawan nasional, jumlah terbanyak dalam sejarah Indonesia.

“Jadi pada tahun 1964 itu terjadi pengangkatan pahlawan yang terbesar di dalam sejarah Indonesia. Pada tahun itu diangkat ada 14 orang pahlawan nasional, terbanyak sampai sekarang,” ujar Asvi.

Menurut Asvi, pengangkatan tersebut mencerminkan upaya Soekarno merangkul berbagai golongan dalam konsep Nasakom yakni nasionalis, agama, dan komunis serta unsur sipil dan militer.

Baca juga: Sekolah Darurat Kartini Jadi Harapan Anak Jalanan, tapi Terbentur Sistem yang Tak Ramah

Beberapa tokoh yang diangkat pada tahun itu antara lain Soedirman dari kalangan militer PETA (Pembela Tanah Air) dan Urip Sumoharjo dari Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau

Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL). Dari kalangan Islam, terdapat Wahid Hasyim dan Hasyim Asy’ari.

Selain itu, terdapat pula tiga tokoh perempuan yang diangkat sebagai pahlawan nasional pada tahun tersebut, yakni Kartini, Cut Nyak Dien, dan Cut Nyak Meutia.

Namun, menurut Asvi, dibandingkan dua tokoh perempuan lainnya, Kartini memiliki tingkat popularitas yang lebih tinggi.

“Nah ada tiga orang perempuan yang menjadi pahlawan nasional. Tapi kalau dibandingkan ketiganya, Kartini, Cut Nyak Dien dan Cut Meutia, Kartini lebih populer. Populer di masyarakat tetapi populer juga di kalangan politisi,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Mutiara, Kartini Masa Kini yang Lindungi Anak-anak di Bekasi

Asvi menjelaskan, popularitas Kartini juga didukung oleh keberadaan organisasi perempuan seperti Gerwani atau Gerakan Wanita Indonesia yang mengangkat sosok Kartini melalui berbagai media, termasuk majalah “Api Kartini” yang terbit sejak 1959 hingga 1964.

Selain faktor popularitas, Soekarno juga disebut sangat menghormati perjuangan Kartini, terutama dalam mencerdaskan perempuan melalui literasi.

“Bung Karno menjadikan tanggal lahir Kartini sebagai Hari Kartini,” kata Asvi.

Tag:  #mengapa #soekarno #menetapkan #hari #kartini #sebagai #hari #nasional

KOMENTAR