Canva AI 2.0 Meluncur Bawa 9 Fitur Baru: dari Desain Lewat Suara hingga Konten Otomatis
- Platform desain grafis, Canva mengumumkan serangkaian fitur bertenaga kecerdasan buatan (AI) generasi baru atau disebut Canva AI 2.0, dalam acara Canva Create yang digelar Kamis (16/4/2026).
Menurut pendiri dan CEO Canva, Melanie Perkins, Canva AI 2.0 ibarat rekan kreatif pengguna yang membawa berbagai hal di satu tempat, sehingga memudahkan pengguna menyalurkan ide menjadi nyata.
"Canva AI 2.0 memperkenalkan lapisan arsitektur baru canggih yang menata ulang seluruh proses desain," jelas Perkins.
"Kami juga memperkenalkan lima workflow cerdas yang canggih untuk menyelesaikan pekerjaan dari awal hingga akhir, menjadikan Canva sebagai sistem utama dalam menyelesaikan pekerjaan," imbuhnya.
Baca juga: Apa Itu Canva Creator? Cara Daftar dan Peluang Dapat Penghasilan dari Desain
Terdapat total sembilan fitur baru dalam Canva AI 2.0. Empat di antaranya adalah fitur pembuatan desain, sementara lima lainnya adalah penunjang aktivitas pengguna.
Fitur-fitur tersebut juga menandai peralihan era Canva yang semula merupakan platform desain bertenaga AI, menjadi sebaliknya.
"Kami sangat bersemangat memaparkan era berikutnya dari Canva saat kami berkembang dari platform desain dengan alat AI, ke platform AI dengan alat desain," ujar Cliff.
Adapun rincian fitur Canva AI 2.0 adalah sebagai berikut.
1. Desain berbasis percakapan
Canva AI 2.0 hadir dengan fitur Conversational Design. Fitur ini memungkinkan pengguna menggunakan perintah suara ke Canva saat ingin membuat desain. Suara pengguna akan diubah ke teks, sehingga AI Canva memahami perintah yang diberikan.
Pengguna bisa menggunakan bahasa percakapan sehari-hari untuk memberikan perintah ke Canva. Cukup jelaskan ide, tujuan, atau struktur desain secara umum, sehingga Canva AI menghasilkan desain yang diinginkan. Hasil desainnya bisa diedit ulang atau dilengkapi dengan item lainnya.
Tampilan fitur Conversational Design di Canva AI 2.0 yang memungkinkan pengguna membuat desain berdasarkan perintah suara ke teks
"Misalnya meminta Canva AI membuat konten media sosial yang enerjik, untuk mempromosikan episode podcast terbaru. Anda dapat mendikte (Canva) dan AI-nya akan tetap bersama Anda sepanjang proses desain, sehingga Anda bisa meminta menambahkan grafik yang lebih menarik secara real-time," jelas Perkins.
Dengan kata lain, fitur ini akan terus mendampingi pengguna selama proses kreatif. Selain itu, fitur ini juga diklaim akan mempertahankan konteks, seiring berubahnya ide pengguna, sehingga membantu bertukar pikiran ataupun melakukan perbaikan desain.
2. Orkestrasi agen (Agentic Orchestration)
Fitur ini menghadirkan agen AI yang bisa bekerja sama dengan pengguna atau bertindak sebagai pengguna. Pengguna bisa menjelaskan tujuan, membagikan sketsa awal, atau memberikan ringkasan, sehingga Canva AI mengeksekusi ide tersebut salam satu percakapan.
Baca juga: Canva Rilis Fitur Magic Layers, Gambar yang Sudah Jadi Bisa Dibongkar dan Diedit Lagi
"Misalnya jika Anda perlu membuat kampanye atau promosi penjualan sepatu lari, Anda dapat melihat Canva AI membuat posting Instagram, InstaStory, bahkan thumbnail YouTube hanya dalam hitungan detik," kata pendiri sekaligus CPO Canva, Cameron Adams.
Tampilan fitur Orkestrasi agen (Agentic Orchestration) di Canva
Adams juga menambahkan bahwa Canva AI bisa mengakses dan menyesuaikan setiap elemen dalam desain yang dibuat, kemudian pengguna bisa memutuskan gambar, teks, font, warna, bahkan penempatan setiap elemen.
Fitur ini juga bisa dimanfaatkan untuk membuat desain konten multi-channel, sehingga Canva AI menghasilkan beberapa konten dalam berbagai format.
3. Ingat selera pengguna
Canva AI 2.0 juga memiliki pustaka memori baru yang memungkinkannya memahami desain dan selera pengguna. Dengan dukungan ini, pengguna bisa mempersonalisasi Canva AI berdasarkan semua desain yang dihasilkan.
Materi desain itu juga akan menjadi pembelajaran bagi Canva AI untuk membuat desain yang lebih dipersonalisasi, di waktu mendatang.
Ilustrasi fitur Library Memori Canva AI 2.0 di Canva
Fitur ini juga memungkinkan personalisasi pengalaman, di mana pengguna dapat memanfaatkan desain yang sudah ada untuk menghasilkan dokumen “About Me” atau semacam profil pengguna secara otomatis, sesuai kebutuhan.
4. Otak-atik obyek
Canva AI 2.0 juga memungkinkan pengguna mengedit obyek tertentu secara akurat, dari gambar statis yang sudah jadi. Canva menyebut alat ini sebagai Kecerdasan berbasis obyek (Layered object intelligence).
Dengan fitur ini, pengguna bisa hanya meminta mengganti gambar pada suatu gambar jadi yang sebelumnya dibuat di Canva, menyesuaikan judul, atau memperbaiki font saja, tanpa mengubah elemen lainnya.
Ilustrasi fitur Layered object intelligence di Canva yang memungkinkan pengguna mengedit obyek tertentu secara akurat, dari gambar statis yang sudah jadi.
Berkat dukungan Model AI dasar dari Canva, semua hasil kreasi AI Canva 2.0 juga diklaim tetap terstruktur dan dapat sepenuhnya diedit, seolah-olah hasilnya dibuat di editor dari nol.
Tim desain dapat langsung berkontribusi untuk bekerja sama, memberikan komentar, maupun melakukan perubahan lainnya.
Fitur ini juga bisa dipakai untuk menyunting materi presentasi, dokumen, konten media sosial dan lain sebagainya.
Baca juga: Indonesia Negara Pengguna Canva Terbesar di Asia, Ketiga di Dunia
"Canva AI dapat membantu membuat bahan presentasi dari awal atau membantu Anda memperbarui konten yang sudah ada, sesuai data terbaru," kata Melanie Perkins.
5. Terhubung ke banyak aplikasi
Berkat Canva AI Connector di Canva AI 2,0, Canva kini bisa terhubung ke berbagai aplikasi yang umumnya digunakan pengguna untuk berdiskusi membahas desain. Misalnya, Slack, Gmail, Google Drive, hingga Google Calendar.
Dukungan ini memungkinkan pengguna menambahkan percakapan, konten atau jadwal yang sudah disusun di berbagai aplikasi tadi ke Canva, sebagai dasar pembuatan konten yang diperlukan.
Misalnya membuat materi presentasi untuk pelanggan yang atau membuat penawaran penjualan berdasarkan jadwal yang sudah dibuat di Google Calendar.
Tampilan Canva yang bisa dihubungkan ke berbagai aplikasi
Menurut Canva, fitur ini pada tahap awal akan mendukung integrasi ke ke Slack, Notion, Zoom, HubSpot, Gmail, Google Drive, dan lain sebagainya. Canva juga menjanjikan integrasi ke lebih banyak aplikasi di waktu mendatang.
6. Bisa perintahkan Canva sesuai jadwal
Canva menghadirkan fitur penjadwalan untuk tugas yang bisa dikerjakan Canva AI secara otomatis. Fitur ini bahkan bisa dijalankan Canva walaupun pengguna sedang offline atau tidak terhubung ke internet.
"Misalnya pengguna meminta Canva AI membuatkan buletin bulanan dari berita terbaru di Gmail dan Slack, dan mengaturnya agar didesain setiap pekan. Lalu Canva AI akan membuatkannya untuk Anda, setiap pekan," ujar CEO Canva.
Tampilan fitur penjadwalan di Canva
Pengguna juga bisa meminta AI Canva memindai email setiap pagi dan membuat dokumen arahan untuk rapat selanjutnya sesuai dengan kalender. Pekerjaan ini dilakukan di latar belakang dan siap digunakan saat pengguna masuk.
7. Bisa riset web
Canva AI juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan riset yang akan dituangkan ke dalam desain. Pengguna dapat menjalankan riset kapan saja atau menjadwalkannya secara otomatis di latar belakang.
Canva AI 2.0 juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan riset yang akan ditungakan ke dalam desain. Pengguna dapat menjalankan riset kapan saja atau menjadwalkannya secara otomatis di latar belakang.
Misalnya menyusun proposal bisnis atau merangkum informasi terbaru untuk buletin mingguan. Hasil riset tersebut akan langsung ditarik ke dalam Canva Dock, sehingga bisa langsung diedit dan dikolaborasikan bersama tim tanpa perlu berpindah platform.
8. Sesuaikan gaya brand
Canva AI juga menghadirkan fitur brand intelligence, yang memungkinkan setiap konten yang dibuat otomatis mengikuti identitas brand pengguna.
Ilustrasi fitur brand intelligence di Canva
Misalnya, saat membuat presentasi untuk investor, pengguna cukup memilih template brand, dan Canva AI akan langsung menghasilkan materi yang konsisten dengan gaya visual brand.
Bahkan desain yang sudah ada juga bisa disesuaikan ulang agar sesuai dengan identitas brand hanya dalam hitungan detik.
9. Dukung impor HTML
Selain rangkaian fitur di atas, Canva kini juga mendukung impor HTML, sehingga memungkinkan pengguna untuk membawa file berbasis kode ke dalam Canva dan mengeditnya menggunakan editor drag-and-drop tanpa perlu pemrograman.
Pengguna juga dapat membuat desain interaktif langsung di Canva, seperti formulir, widget, animasi klik, hingga elemen interaktif untuk presentasi atau website. Semua elemen ini dapat diintegrasikan dengan Canva Sheets untuk mengumpulkan data secara otomatis.
Sebagai tahap awal, rangkaian fitur Canva AI 2.0 akan dirilis dalam bentuk research preview untuk satu juta pengguna pertama setelah Canva Create digelar.
Ke depannya, Canva juga berencana menghadirkan lebih banyak pembaruan berdasarkan masukan komunitas, termasuk fitur seperti ekspor email, video marketplace, hingga komponen brand yang lebih lengkap.
Tag: #canva #meluncur #bawa #fitur #baru #dari #desain #lewat #suara #hingga #konten #otomatis