Akhir Era Apple Mac Pro Tiba
Ilustrtasi Apple Care.(MacRumors.)
15:36
6 April 2026

Akhir Era Apple Mac Pro Tiba


- Apple resmi menghentikan penjualan Mac Pro, komputer desktop premium mereka, pada pekan ini.

Perangkat ini dikenal luas berkat desain khasnya yang kerap dijuluki mirip “parutan keju”, karena bagian depan dan belakang bodinya dipenuhi pola lubang yang tersusun rapi.

Berdasarkan pantauan di situs resmi Apple.com pada Jumat (27/3/2026), produk Mac Pro yang pertama kali meluncur pada 2019 tersebut sudah tidak lagi muncul di halaman penjualan.

Apple juga mengonfirmasi kepada media teknologi 9to5Mac bahwa Mac Pro memang telah resmi dihentikan produksi dan pemasarannya.

Tak hanya itu, Apple disebut tidak menyiapkan model penerus untuk lini Mac Pro di masa mendatang.

Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu produk paling ikonik dalam jajaran komputer Mac, sekaligus memberi sinyal bahwa Apple tengah mengubah pendekatannya untuk pasar pengguna profesional.

Bagi konsumen yang masih mencari perangkat kelas atas dari Apple, Mac Studio kini menjadi salah satu alternatif utama.

Perangkat ini dapat dikonfigurasi dengan chip Apple M3 Ultra, CPU hingga 32-core, GPU hingga 80-core, memori terpadu sampai 256 GB, serta SSD hingga 16 TB. Secara spesifikasi, kemampuan Mac Studio bahkan dinilai sudah melampaui generasi terakhir Mac Pro.

Baca juga: Apple Business Hadir di Indonesia, Siap Tantang Google Workspace dan Microsoft 365

Tersaingi oleh produk sesama lini Mac

Mac Pro sebenarnya punya perjalanan yang cukup panjang di ekosistem Apple. Komputer ini dikenal lewat desain tower yang menjadi salah satu tampilan paling khas di jajaran Mac.

Apple pertama kali memperkenalkannya pada 2019 bersamaan dengan monitor profesional Pro Display XDR. Saat itu, Mac Pro masih ditenagai prosesor Intel, berbeda dengan lini Mac sekarang yang sudah beralih ke chip buatan Apple sendiri. Karena itu, penghentian lini ini dinilai cukup masuk akal.

Apple sempat menyegarkan Mac Pro pada 2023 dengan menghadirkan chip M2 Ultra. Namun setelah pembaruan tersebut, tak ada lagi peningkatan lanjutan, sementara banderol harganya tetap tinggi, yakni sekitar 6.999 dollar AS atau kurang lebih Rp 118 jutaan.

Setelah Mac Pro dihentikan, Apple kini menyisakan tiga desktop Mac dalam portofolionya, yaitu iMac 24 inci, Mac mini, dan Mac Studio.

Sementara untuk lini laptop, Apple saat ini menawarkan MacBook Neo, MacBook Air, dan MacBook Pro. Dengan susunan produk seperti ini, lini Mac dinilai menjadi lebih ringkas dan terarah karena mampu menjangkau beragam kebutuhan serta rentang harga.

Sebenarnya, penghentian Mac Pro sudah cukup mudah diperkirakan. Selain tidak lagi mendapat pembaruan sejak 2023, perangkat ini juga mulai kalah bersaing dari sesama produk Apple, yakni Mac Studio.

Dibanding Mac Pro, Mac Studio hadir dengan desain yang lebih baru, lebih ringkas, dan lebih praktis untuk dipindahkan. Sebagai gambaran, Mac Pro yang dijuluki mirip “parutan keju” memiliki tinggi sekitar 52,9 cm, sedangkan Mac Studio hanya sekitar 9,5 cm.

Baca juga: Apple Gelar WWDC 8 Juni, iOS 27 dan Fitur AI Baru Siap Meluncur

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #akhir #apple #tiba

KOMENTAR