Harga Ayam Hidup Anjlok, Permindo: Bisa Pukul Usaha Peternak Rakyat
- Kelangsungan usaha peternak ayam rakyat terancam seiring anjloknya harga ayam hidup (livebird) yang kini berada di bawah biaya produksi di berbagai daerah.
Kondisi ini dinilai dapat berdampak serius jika tidak segera diatasi melalui kebijakan pemerintah.
Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Kusnan, mengatakan bahwa saat ini banyak peternak mengalami tekanan berat akibat harga jual yang tidak menutupi biaya produksi.
“Di banyak daerah harga ayam hidup sudah berada di bawah biaya produksi, sehingga jika kondisi ini terus berlangsung dikhawatirkan akan memukul keberlanjutan usaha peternak rakyat,” ujar Kusnan kepada Kompas.com, Minggu (5/3/2026).
Baca juga: Harga Ayam Hidup Anjlok, Ini Penyebabnya Menurut Peternak
Ia memaparkan, Harga Pokok Produksi (HPP) ayam ukuran kecil berada di kisaran Rp 25.000 per kilogram, sementara ayam ukuran besar sekitar Rp 22.000 per kilogram.
Namun, harga di lapangan justru lebih rendah dari angka tersebut.
Adapun di wilayah Jabodetabek, harga ayam ukuran kecil di tingkat kandang saat ini berada di kisaran Rp 23.000–Rp 24.000 per kilogram, sementara ayam ukuran jumbo berada di kisaran Rp 19.000 per kilogram.
Sementara itu, di wilayah Jawa Tengah, harga ayam ukuran besar bahkan lebih rendah, yakni sekitar Rp18.500 per kilogram.
Kusnan menegaskan, kondisi ini membuat peternak rakyat menjadi pihak yang paling terdampak dan membutuhkan perlindungan dari pemerintah.
“Perlindungan peternak rakyat sangat penting, karena ketika harga livebird jatuh di bawah biaya produksi, peternak rakyat menjadi pihak yang paling terdampak,” katanya.
Untuk memulihkan harga ayam, Permindo mendorong pemerintah mengambil sejumlah langkah strategis, mulai dari hulu hingga hilir.
Salah satunya adalah pengendalian produksi bibit ayam (DOC FS) agar tidak terjadi kelebihan suplai di pasar.
“Pengendalian produksi hulu (DOC FS) perlu dilakukan agar suplai ayam tidak berlebih,” jelas Kusnan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya meningkatkan penyerapan ayam melalui berbagai program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan bantuan pangan berbasis protein hewani.
“Optimalisasi penyerapan ayam oleh program pemerintah, termasuk MBG dan bantuan pangan berbasis protein hewani, menjadi langkah penting,” lanjutnya.
Di sisi lain, penguatan industri pengolahan dan fasilitas penyimpanan seperti cold storage juga dinilai krusial untuk menahan kelebihan pasokan agar tidak langsung menekan harga di tingkat peternak.
“Penguatan industri pengolahan dan cold storage agar kelebihan produksi dapat diserap dan tidak langsung menekan harga livebird,” tambah Kusnan.
Ia juga mendorong adanya kebijakan yang mempermudah perusahaan integrasi dalam melakukan ekspor karkas ayam ke berbagai negara guna memperluas pasar.
“Pemerintah juga diharapkan bisa membuat kebijakan untuk membantu perusahaan integrasi supaya mudah ekspor karkas ke berbagai negara,” tegasnya.
Baca juga: Peternak Keluhkan Harga Ayam Hidup Anjlok ke Rp 18.500: HPP Sudah Rp 22.000
Tag: #harga #ayam #hidup #anjlok #permindo #bisa #pukul #usaha #peternak #rakyat