Wijaya Karya Beton (WTON) Ikut Garap Proyek Metro Manila Subway
- Emiten beton pracetak, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), terus memperluas kiprah internasionalnya melalui partisipasi dalam proyek Metro Manila Subway Project (MMSP) di Filipina.
Keterlibatan itu menjadi tonggak penting dalam perjalanan ekspansi global perusahaan, sekaligus menegaskan kontribusi industri manufaktur Indonesia dalam pembangunan infrastruktur modern di kawasan Asia.
Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, menyampaikan keterlibatan perusahaan dalam proyek tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi industri manufaktur Indonesia dalam rantai pasok infrastruktur global.
Baca juga: Utang WIKA Turun Rp 3,87 Triliun di Sepanjang 2025
"Partisipasi WIKA Beton dalam proyek Metro Manila Subway mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan mitra internasional terhadap kapabilitas industri manufaktur dan rekayasa Indonesia,” ujar Kuntjara lewat keterangan pers, Senin (6/4/2026).
Dalam proyek ini, WIKA Beton berpartisipasi melalui entitas anak usahanya, PT Wijaya Karya Komponen Beton (WIKA Kobe), yang akan memasok komponen penting pada sistem lintasan kereta.
Proyek Metro Manila Subway sendiri didukung oleh pembiayaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan dilaksanakan oleh Colas Rail sebagai kontraktor trackwork.
Kolaborasi itu resmi dimulai melalui pelaksanaan kick-off meeting antara WIKA Kobe dan Colas Rail di Pabrik Produk Beton (PPB) Majalengka, Jawa Barat, yang membahas ruang lingkup teknis serta rencana produksi untuk suplai bantalan jalan rel beton pratekan (PC sleeper) pada paket kontrak CP106.
Bantalan jalan rel beton tersebut akan digunakan untuk kebutuhan depot maupun jalur utama dalam sistem Metro Manila Subway.
Seluruh proses manufaktur akan dilakukan di PPB Majalengka, yang dilengkapi teknologi produksi modern serta sistem pengendalian kualitas yang dirancang untuk memenuhi standar proyek infrastruktur internasional.
Kolaborasi dengan Colas Rail, dengan dukungan kerangka pembiayaan serta standar teknis dari JICA, dinilai mencerminkan kuatnya pengakuan internasional terhadap kapabilitas manufaktur, keunggulan teknologi, serta keandalan sistem produksi yang dimiliki oleh WIKA Beton Grup.
Setelah proses produksi, bantalan jalan rel beton akan didistribusikan dari pabrik di Majalengka menuju Pelabuhan Tanjung Priok, sebelum kemudian dikirim melalui jalur laut menuju Pelabuhan Manila, Filipina.
Produksi massal dan pengiriman produk direncanakan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2029, sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan jaringan Metro Manila Subway.
“Melalui kolaborasi bersama Colas Rail dengan dukungan pembiayaan dari JICA, kami bangga dapat berkontribusi dalam pembangunan sistem transportasi urban modern sekaligus menunjukkan bahwa produk dan teknologi manufaktur Indonesia mampu memenuhi standar proyek infrastruktur kelas dunia," paparnya.
Lebih lanjut, Kuntjara memastikan proyek ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar internasional, sekaligus memperkuat komitmen WIKA Beton dalam menghadirkan solusi infrastruktur yang berkualitas tinggi, andal, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, WIKA Beton Grup terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan infrastruktur lintas negara yang meningkatkan konektivitas regional serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Inisiatif itu juga merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang hingga memperkuat posisi WIKA Beton dalam ekosistem Danantara dan BUMN di tingkat global.
Baca juga: Negara Resmi Ambil 362,9 Juta Saham Wijaya Karya (WIKA)
Tag: #wijaya #karya #beton #wton #ikut #garap #proyek #metro #manila #subway