Riset Omdia: Samsung Jadi Raja Ponsel ASEAN 2025
- Samsung menjadi pemimpin pasar smartphone di Asia Tenggara sepanjang 2025. Setidaknya begitulah menurut laporan riset pasar terbaru dari firma Omdia yang diterima KompasTekno, Jumat (13/2/2026).
Sepanjang 2025, Samsung mengirimkan 17,9 juta unit smartphone di Asia Tenggara, naik 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Pangsa pasarnya pun melebar menjadi 18 persen, tertinggi di kawasan ASEAN.
Pada kuartal keempat saja, Samsung mencatatkan pengiriman 4,4 juta unit HP Galaxy, tumbuh 19 persen secara tahunan, dengan pangsa pasar 17 persen.
Kinerja kuat di akhir tahun ini ditopang peluncuran seri Galaxy A17 yang membawa peningkatan spesifikasi signifikan dibanding Galaxy A16. Ini diyakini memperkuat daya saing Samsung di segmen HP harga terjangkau.
Baca juga: Spesifikasi Trio Samsung Galaxy S26, Ini Bocoran Lengkapnya
Laporan Omdia juga merinci empat vendor teratas lain yang menguasai pasar smartphone di regional Asia Tenggara.
Mengekori Samsung, Xiaomi menempati posisi kedua sepanjang 2025 dengan shipment 17 juta unit, naik 4 persen dan menguasai 17 persen pasar. Pada kuartal keempat, Xiaomi mengirim 3,9 juta unit dengan pangsa 15 persen.
Samsung kembali jadi raja ponsel ASEAN 2025.Di posisi ketiga ada Transsion. Induk Itel, Infinix, dan Tecno ini mencatatkan pengiriman yang menurun 8 persen menjadi 16,3 juta unit dan market share menyusut ke 16 persen.
Pada kuartal keempat, Transsion mencatat 3,5 juta unit, turun 24 persen secara tahunan, seiring koreksi pengiriman setelah ekspansi agresif dua tahun sebelumnya.
Selanjutnya, Oppo berada di peringkat keempat dengan 14,7 juta unit, turun 16 persen. Dengan ini, perusahaan asal China ini mengamankan 15 persen pangsa pasar.
Namun di kuartal keempat sendiri, performa Oppo solid dengan catatan shipment 4,1 juta unit (naik 4 persen secara tahunan). Ini berkat didorong seri Oppo Reno 15 dan pembaruan lini A Series.
Baca juga: HP Samsung Galaxy A57 dan Galaxy A37 Siap Masuk Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasinya
Terakhir, Vivo melengkapi lima besar dengan 11,9 juta unit (turun 6 persen) dan mempertahankan pangsa 12 persen.
Meski volume tahunan melemah, Vivo disebut berhasil menaikkan harga jual rata-rata atau ASP sebesar 11 persen. Ini menandakan bahwa pembuat HP Vivo X300 series ini fokus pada perangkat bernilai lebih tinggi.
Selengkapnya, 5 besar vendor smartphone di Asia Tenggara sepanjang 2025 menurut riset Omdia adalah sebagai berikut:
- Samsung (18 persen)
- Xiaomi (17 persen)
- Transsion (16 persen)
- Oppo (15 persen)
- Vivo (12 persen)
Tantangan ke depan
Ke depan, Omdia memperkirakan 2026 akan menjadi tahun yang penuh tantangan. Kenaikan harga memori dan penyimpanan diprediksi memberi tekanan besar terhadap strategi produk, terutama karena lebih dari 60 persen perangkat yang dikirim di Asia Tenggara berada di segmen harga di bawah 200 dollar AS (sekitar Rp 3,3 juta).
Komponen memori dan penyimpanan sendiri sudah menyumbang lebih dari 30 persen biaya produksi untuk perangkat di kelas tersebut.
Tanda kenaikan harga sudah mulai terlihat pada peluncuran terbaru seperti Galaxy A07 5G dan seri Redmi Note 15 yang dibanderol lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Baca juga: Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia, HP Rp 2 Jutaan Baterai 6.000 mAh
Omdia menilai model distribusi berbasis volume dengan strategi penumpukan stok dan rebate besar akan semakin sulit dipertahankan.
Vendor diperkirakan akan lebih fokus pada diferensiasi produk, optimasi portofolio, serta kualitas penjualan dibanding sekadar mengejar volume.
Tag: #riset #omdia #samsung #jadi #raja #ponsel #asean #2025