Nova Launcher Tidak Jadi Pamit, ''Comeback'' Diakusisi Instabridge
Ringkasan berita:
- Nova Launcher dipastikan tidak jadi tutup setelah diakuisisi perusahaan teknologi asal Swedia, Instabridge. Instabridge menegaskan Nova akan tetap dikembangkan agar stabil, kompatibel dengan Android terbaru, dan terus dipelihara, tanpa mengubah identitas serta ciri khas kustomisasi yang jadi kekuatan Nova.
- Instabridge juga membahas isu iklan, model bisnis, open source, dan privasi: iklan mungkin hadir di versi gratis, tapi Nova Prime tetap bebas iklan dan pengguna lama tetap dihormati. Harga Nova Prime kini 3,99 dollar AS, sementara opsi menjadikan Nova open source masih dievaluasi, dengan komitmen pengumpulan data seminimal mungkin dan tidak menjual data pribadi pengguna.
- Kabar baik untuk pengguna smartphone Android yang gemar mengoprek. Setelah sempat diumumkan akan pensiun, Nova Launcher akhirnya dipastikan tidak jadi tutup.
Aplikasi launcher Android legendaris yang bisa mengubah tampilan utama (home screen), laci aplikasi (app drawer), ikon aplikasi, hingga tata letak menu ini “hidup kembali” setelah diakuisisi perusahaan teknologi asal Swedia, Instabridge.
Kabar ini diketahui dari pengumuman terbaru di situs web Nova Launcher. Sebelumnya pada 6 September 2025, pendiri sekaligus pengembang Nova Launcher, Kevin Barry, mengumumkan bahwa Nova Launcher akan dihentikan setelah 13 tahun menemani pengguna Android.
Tak lama setelah pengumuman itu, situs resmi Nova Launcher di alamat novalauncher.com bahkan tak lagi bisa diakses dan hanya menampilkan pesan “404 - Site Unavailable”.
Namun, pada 20 Januari 2026, situasinya berbalik. Pantauan KompasTekno, situs tersebut kini menampilkan pengumuman baru yang isinya soal akuisisi Nova Launcher oleh Instabridge serta penjelasan soal nasib Nova Launcher ke depannya.
Nova Launcher tidak akan ditutup
Nova Launcher akhirnya dipastikan tidak jadi tutup. Aplikasi launcher Android legendaris yang bisa mengubah tampilan utama (home screen), laci aplikasi (app drawer), ikon aplikasi, hingga tata letak menu ini ?hidup kembali? setelah diakuisisi perusahaan teknologi asal Swedia, Instabridge.
Dalam pengumuman bertajuk Nova Launcher: An Update, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Instabridge menegaskan bahwa Nova Launcher akan aktif dikembangkan.
"Fokus utama kami saat ini sederhana: menjaga Nova tetap stabil, kompatibel dengan Android modern, dan terus dipelihara secara aktif," tulis Instabridge.
Instabridge juga mengakui bahwa komunitas Nova telah "digantung" cukup lama. Karena itu, mereka menegaskan tidak akan sembarangan mengubah identitas Nova.
“Nova punya identitas yang kuat, dan komunitas yang masih sangat peduli. Itu kami anggap serius,” tulis Instabridge.
Alih-alih merombak Nova secara agresif, Instabridge menyebut perannya sebagai “pemilik yang bertanggung jawab”.
Pendekatan ini mencakup menjaga performa dan kustomisasi sebagai inti Nova, memperbaiki bug, serta memastikan Nova terus mengikuti perubahan Android.
Instabridge juga berjanji akan mendengarkan masukan pengguna dari berbagai kanal, seperti Reddit, ulasan Play Store, dan lainnya.
Soal iklan dan model bisnis
Tampilan home screen HP Android dengan Nova Launcher.
Instabridge turut merinci FAQ alias list pertanyaan yang sering ditanyakan komunitas soal nasib Nova Launcher. Salah satunya terkait iklan.
Instabridge mengakui, tak menutup kemungkinan pihaknya bakal menghadirkan iklan di versi gratis Nova Launcher. Menurut perusahaan, ini sebagai bagian dari upaya membangun model bisnis berkelanjutan.
Namun, mereka menegaskan bahwa Nova Prime akan tetap bebas iklan. Jika iklan diterapkan, pendekatannya dijanjikan akan dibuat seminimal mungkin, tidak mengganggu, dan tetap menjaga performa.
Instabridge juga memastikan bahwa seluruh pengguna Nova Prime lama tetap dihormati. Fitur Prime akan terus berfungsi seperti biasa dan tetap bebas iklan.
Terkait harga, Instabridge mengonfirmasi bahwa harga Nova Prime kini dipatok di 3,99 dollar AS, setelah sempat naik sebelum proses perpindahan kepemilikan.
Isu open source dan privasi
Ilustrasi aplikasi Nova Launcher.
Menjawab pertanyaan komunitas, Instabridge menyebut kemungkinan Nova Launcher menjadi open source (proyek terbuka) masih dalam tahap evaluasi.
Sebagai open source, launcher ini akan bisa dimodifikasi atau dikembangkan lebih lanjut oleh komunitas, tanpa perlu melibatkan atau mengandalkan sang pengembang lagi.
Namun, menurut mereka, membuka kode sumber bukan keputusan sederhana karena menyangkut lisensi, keamanan, alur kontribusi, hingga perlindungan merek dagang.
Soal privasi, Instabridge menegaskan komitmennya untuk menjaga pengumpulan data seminimal mungkin dan tidak menjual data pribadi pengguna.
Bagi pengguna setia Nova Launcher, kabar ini setidaknya menutup bab ketidakpastian panjang. Nova memang sempat “mati suri”, tetapi kini dipastikan bangkit kembali. Kali ini dengan rumah baru dari Swedia.
KompasTekno sendiri adalah salah satu dari sekian banyak pengguna Nova Launcher. Kami sudah menggunakannya di banyak perangkat Android sejak versi 5.0 alias Android Lollipop.
Pada saat itu, Nova Launcher memang menjadi alternatif yang cukup baik karena bersih tanpa iklan, mulus, dan tidak membebankan hardware perangkat.
Namun seiring berjalannya waktu dan peningkatan UI yang dibawa oleh vendor smartphone, sejumlah pengguna mungkin perlahan mulai meninggalkan Nova Launcher, dan ini bisa jadi alasan mengapa aplikasi tersebut tak laku dan terpaksa dipensiunkan.
Di laman toko aplikasi Android Google Play Store, aplikasi Nova Launcher saat ini sudah diunduh lebih dari 100 juta kali, dan mendapatkan ulasan (review) sebanyak 1,26 juta ulasan dengan skor rata-rata 4,6.
Tag: #nova #launcher #tidak #jadi #pamit #comeback #diakusisi #instabridge