Video ''AI Slop'' Marak, YouTube Janji Berangus Tahun Ini
Ilustrasi video AI Slop di YouTube.(Ilustrasi dibuat menggunakan AI. KOMPAS.COM/Wahyunanda Kusuma)
11:06
22 Januari 2026

Video ''AI Slop'' Marak, YouTube Janji Berangus Tahun Ini

Ringkasan berita:

  • YouTube berjanji memberantas konten AI berkualitas rendah (AI Slop) demi menjaga pengalaman menonton, kata CEO Neal Mohan.
  • YouTube akan memanfaatkan sistem moderasi yang sudah ada untuk menekan AI Slop, meski diakui alat tersebut kadang salah sasaran pada konten yang sebenarnya tidak bermasalah.
  • Konten AI sudah marak dan bisa dimonetisasi, bahkan studi menunjukkan sekitar 20 persen konten YouTube adalah buatan AI dengan potensi pendapatan besar.

- Platform berbagi video YouTube berjanji akan memberantas konten berkualitas rendah yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), atau dikenal dengan istilah "AI Slop".

Keputusan itu diumumkan oleh CEO YouTube, Neal Mohan dalam surat tahunan yang ditujukan bagi pengguna.

Menurut Mohan, kemunculan AI Slop terbilang meresahkan karena menawarkan kualitas yang rendah. Sementara, YouTube bertanggungjawab menjaga dan mempertahankan pengaalaman menonton konten berkualitas tinggi, seperti diharapkan pengguna.

Sebagai platform terbuka, CEO YouTube menegaskan bahwa pihaknya mengizinkan berbagai macam ekspresi pengguna. Misalnya saja tren "aneh" seperti konten ASMR yang umumnya menampilkan suara-suara lembut, hingga menonton orang bermain game.

"Sebagai platform terbuka, kami mengizinkan berbagai macam ekspresi, sembari memastikan YouTube tetap menjadi tempat di mana orang merasa nyaman menghabiskan waktu mereka," kata Mohan.

Namun, karena konten AI Slop dinilai meresahkan, Mohan berjanji memberantasnya menggunakan alat moderasi konten yang sudah ada di YouTube.

"Untuk meminimalisasi penyebaran konten AI berkualitas rendah, kami secara aktif membangun sistem yang telah mapan dan sangat sukses dalam memerangi spam dan clickbait, serta mengurangi penyebaran konten mutu rendah dan berulang," jelas Mohan, dikutip KompasTekno dari blog resmi YouTube, Kamis (22/1/2026).

Kendati demikian, alat moderasi YouTube terkadang salah sasaran, menandai konten tertentu sebagai konten yang tak memenuhi ketentuan, padahal sebenarnya tidak bermasalah.

CEO YouTube Neal Mohan mengaku membatasi penggunaan media sosial pada anak-anaknya. Pengakuan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak dunia digital bagi anak dan remaja.GETTY IMAGES NORTH AMERICA/KEVIN DIETSCH via AFP CEO YouTube Neal Mohan mengaku membatasi penggunaan media sosial pada anak-anaknya. Pengakuan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak dunia digital bagi anak dan remaja.

Contohnya kreator HoldMyDualShock yang melakukan siaran langsung di YouTube pada Desember 2025 lalu. Seketika siarannya disetop karena alat YouTube berbasis AI keliru mengira mikrofon sebagai senjata api.

Contoh lainnya yaitu streamer Twitch dengan nama saluran SpooknJukes di YouTube. Salah satu videonya dibatasi oleh YouTube, lantaran adegan saat dia tertawa dianggap sebagai "konten grafis" yang melanggar. Streamer itu lantas mengecamnya.

Mengacu pada contoh tersebut, masih perlu dipantau apakah alat moderasi konten YouTube efektif memberantas AI Slop atau tidak.

Adapun konten AI di YouTube sudah cukup menjamur. Bahkan, studi dari platform edit video Kapwing menunjukkan bahwa 20 persen konten YouTube adalah konten AI.

Walau hanya mengandalkan AI, konten-konten ini dapat dimonetisasi. Bandar Apna Dost, saluran di YouTube India yang membagikan konten AI misalnya, menghasilkan lebih dari 2,07 miliar penayangan dan menghasilkan pendapatan sekitar 4,25 juta dollar AS (sekitar Rp 71,8 miliar) per tahun.

Sementara saluran milik mahasiswa Ilmu Komputer 21 tahun dari Filipina, menghasilkan sekitar 9.000 dollar AS (sekitar Rp 152 juta) per bulan, dengan membuat video kucing kartun dengan AI, dihimpun KompasTekno dari Dexerto.

Tag:  #video #slop #marak #youtube #janji #berangus #tahun

KOMENTAR