Jangan Anggap Sepele! Ini 7 Penyebab Ban Mobil Mudah Pecah yang Sering Diabaikan
Ilustrasi ban mobil pecah. (Dok/JawaPos.com)
15:56
20 Januari 2026

Jangan Anggap Sepele! Ini 7 Penyebab Ban Mobil Mudah Pecah yang Sering Diabaikan




Ban mobil pecah di tengah perjalanan bukan hanya memicu kepanikan, tetapi juga sangat berbahaya. Risiko kecelakaan akan semakin besar jika kondisi tersebut terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, terutama di jalan tol atau jalur lalu lintas padat.

Sayangnya, masih banyak pengemudi yang menganggap persoalan ban sebagai hal sepele. Padahal, kondisi ban sangat berpengaruh terhadap keselamatan berkendara.

Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari dan kurangnya perhatian terhadap kondisi kendaraan kerap menjadi penyebab utama ban mobil mudah pecah.

Mulai dari tekanan angin yang tidak sesuai hingga beban kendaraan yang berlebihan, seluruh faktor tersebut dapat memperpendek usia ban. Agar lebih waspada, berikut tujuh penyebab ban mobil mudah pecah yang perlu Anda pahami sejak dini, seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.

1. Tekanan Udara Tidak Sesuai Standar

Salah satu penyebab paling umum ban mobil mudah pecah adalah tekanan udara yang tidak sesuai standar pabrikan. Banyak pengemudi jarang memeriksa tekanan ban, padahal aspek ini sangat krusial bagi keselamatan.

Tekanan angin yang tidak ideal membuat ban bekerja di luar batas kemampuannya. Baik tekanan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama berisiko karena dapat memicu panas berlebih, keausan tidak merata, hingga pecah secara tiba-tiba saat perjalanan jauh.

 

2. Tekanan Udara Terlalu Rendah

Saat tekanan ban terlalu rendah, permukaan ban akan lebih banyak bergesekan dengan aspal. Kondisi ini menyebabkan suhu ban meningkat drastis dan dinding ban menjadi lebih lemah.

Selain meningkatkan risiko ban pecah, tekanan angin yang kurang juga membuat mobil terasa lebih berat saat dikendarai. Dampak lainnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena mesin harus bekerja lebih keras.

 

3. Tekanan Udara Terlalu Tinggi

Sebaliknya, tekanan udara yang terlalu tinggi membuat ban menjadi keras dan kaku. Akibatnya, area tapak ban yang menempel ke permukaan jalan semakin kecil sehingga daya cengkeram berkurang.

Dalam kondisi ini, ban juga lebih rentan rusak saat melewati lubang jalan, polisi tidur, atau permukaan jalan yang tidak rata. Benturan keras dapat menyebabkan ban pecah karena tidak mampu meredam guncangan dengan baik.

 

4. Kondisi Ban Sudah Aus atau Usia Terlalu Tua

Banyak pengemudi mengira ban masih aman digunakan selama tapaknya terlihat tebal. Padahal, ban memiliki usia pakai. Umumnya, usia ideal ban mobil berkisar antara 3 hingga 5 tahun, tergantung pemakaian dan cara penyimpanan.

Seiring waktu, material karet ban akan mengeras dan muncul retakan halus yang tidak selalu terlihat. Ban yang sudah menua tidak lagi mampu menahan tekanan dan benturan, sehingga risiko pecah menjadi jauh lebih besar.

 

5. Beban Kendaraan Berlebih

Mengangkut penumpang atau barang melebihi kapasitas kendaraan memberikan tekanan ekstra pada ban. Kondisi ini membuat ban bekerja lebih keras dan menghasilkan panas berlebih yang dapat merusak struktur internalnya.

Setiap ban memiliki batas beban maksimum yang ditandai dengan Load Index pada dinding ban. Pastikan ban yang digunakan sesuai dengan spesifikasi kendaraan, terutama jika Anda sering membawa muatan berat.

 

6. Menghantam Lubang Jalan atau Benda Keras

Jalan berlubang, aspal rusak, dan benda tajam seperti batu atau kerikil merupakan ancaman serius bagi ban mobil. Benturan keras, khususnya pada kecepatan tinggi, dapat merusak dinding ban atau struktur baja di dalamnya.

Kerusakan ini tidak selalu langsung menyebabkan ban pecah. Namun, struktur ban yang sudah melemah dapat membuat ban meledak di perjalanan berikutnya. Jika muncul benjolan di sisi ban setelah menghantam lubang, sebaiknya ban segera diganti.

Ban 

7. Temperatur Ban Terlalu Panas

Ban secara alami menghasilkan panas akibat gesekan dengan jalan. Namun, panas berlebih yang terjadi terus-menerus dapat melemahkan material karet dan memicu ban pecah.

Kondisi ini sering dipicu oleh tekanan angin yang tidak ideal, kecepatan tinggi dalam waktu lama, atau kualitas ban yang kurang baik. Saat melakukan perjalanan jauh, disarankan untuk beristirahat setiap 2–3 jam agar ban memiliki waktu untuk mendingin dan tetap dalam kondisi optimal. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #jangan #anggap #sepele #penyebab #mobil #mudah #pecah #yang #sering #diabaikan

KOMENTAR