''Kamar Hotel'' di Bulan Bisa Dipesan, Segini Harganya
Ilustrasi hotel di Bulan bikinan GRU Space yang sudah bisa dipesan(GRU Space)
08:06
15 Januari 2026

''Kamar Hotel'' di Bulan Bisa Dipesan, Segini Harganya

Ringkasan berita:

  • Startup GRU Space membuka pemesanan wisata Bulan enam tahun ke depan, lengkap dengan rencana pembangunan hotel di Bulan yang terinspirasi arsitektur Palace of the Fine Arts. Calon wisatawan diminta membayar deposit 250.000–1 juta dolar AS untuk mengamankan kursi perjalanan.
  • Meski ambisius, proyek ini masih penuh tantangan, karena GRU Space baru berdiri dan hingga akhir 2025 hanya dijalankan satu orang, pendirinya Skyler Chan. Namun Chan optimistis pariwisata luar angkasa bisa menjadi pilar baru eksplorasi Bulan dan kelak diterapkan hingga ke Mars.

- Wisata ke Bulan baru akan dibuka dalam enam tahun lagi. Meski begitu, orang yang berminat sudah bisa memesan kamar hotel, tempat mereka tinggal di Bulan nanti.

Penawaran itu diumumkan oleh sebuah perusahaan rintisan bernama GRU Space.

Dalam pengumumannya, GRU Space mengungkapkan pihaknya berencana membangun komplek canggih di Bulan, terinspirasi dari bangunan bersejarah Palace of the Fine Arts di San Francisco, Amerika Serikat.

Menyusul rencana itu, GRU Space mengundang mereka yang berminat untuk membayar deposit sekitar 250.000 dollar AS (Rp 4,2 miliar) hingga 1 juta dollar AS (sekitar Rp 16,8 miliar).

Dengan membayar deposit, pengguna akan mendapat kursi wisata ke bulan yang dilangsungkan dalam enam tahun ke depan.

Pendiri GRU Space, Skyler Chan, menargetkan misi perdana ke antariksa dilakukan pada tahun 2029 dengan membawa muatan sekitar 10 kilogram menggunakan pendarat Bulan komersial.

Misi ini bertujuan mendemonstrasikan struktur tiup (inflatable) serta teknologi yang dapat mengubah regolit Bulan menjadi batu bata menggunakan geopolimer.

Kemudian misi kedua rencananya dilakukan pada tahun 2032, fokus pada pengujian struktur yang lebih besar di lubang alami Bulan atau lunar pit.

Selanjutnya, hotel pertama GRU Space yang diklaim mampu menampung empat pengunjung sekaligus, ditargetkan meluncur pada tahun 2032. Disusul dengan pembangunan hotel permanen dengan bahan batu bata di Bulan.

Walau terdengar menarik, rencana ini cukup sulit terwujud, mengingat startup di balik misi wisata ke Bulan itu per Desember 2025 hanya memiliki satu karyawan, yakni Skyler Chan sendiri.

Apalagi, Chan baru saja lulus dari University of California, Berkeley pada Mei 2025 lalu.

Adapun pria yang bercita-cita menjadi astronot ini optimistis bahwa semua orang bisa menjalani kehidupan di luar angkasa.

"Saya sadar bahwa saya lahir di zaman di mana kita benar-benar bisa menjadi penjelajah antarplanet, dan itu mungkin satu-satunya hal paling berdampak yang bisa dilakukan," kata Chan.

Ilustrasi bulan.Freepik/wirestock Ilustrasi bulan.

"Jadi saya berupaya membangun sistem dan teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya. Itulah yang membuat saya ke Berkeley untuk belajar teknik elektro dan ilmu komputer," lanjut dia.

Saat menjadi mahasiswa, Chen juga pernah magang di perusahaan kendaraan otonom Tesla.

Di perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu, Chen membuat software kendaraan serta mengerjakan proyek printer 3D yang didanai lembaga antariksa AS, NASA dan diluncurkan ke luar angkasa.

Dari pengalaman itu Chen menyadari bahwa sebagian besar aktivitas ke Bulan didukung oleh dua pilar, yakni pemerintah AS dan perusahaan yang didanai miliarder. Namun menurutnya, diperlukan pilar ketiga, yaitu industri pariwisata luar angkasa.

"Kita bisa memperluas pasar yang sudah terbukti ke Bulan, dan membangun hotel pertama di sana. Kemudian setelah membangun hotel, kita bisa membangun infrastruktur seperti jalan, gudang, hingga pangkalan," ujar pendiri Galactic Resource Utilization itu.

Bila berhasil, konsep itu juga dipercaya Chen bisa dilakukan di planet Mars, dihimpun KompasTekno dari Ars Technica.

Tag:  #kamar #hotel #bulan #bisa #dipesan #segini #harganya

KOMENTAR