Saat ChatGPT Menumbangkan Bimbel Online 20 Tahun Ini…
Ilustrasi ChatGPT. (KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto)
15:36
14 Januari 2026

Saat ChatGPT Menumbangkan Bimbel Online 20 Tahun Ini…

Ringkasan:

  • Chegg runtuh setelah 20 tahun berjaya akibat kehadiran ChatGPT. Platform bimbingan belajar online asal AS ini kehilangan daya tarik karena pelajar beralih ke ChatGPT untuk memahami materi dan menyelesaikan soal dengan lebih mudah dan murah, bahkan gratis.
  • Dampaknya signifikan. Chegg ditinggal pelanggan, saham anjlok, danCEO mundur. Sejak ChatGPT populer, Chegg ditinggal lebih dari setengah juta pelanggan. Sahamnya merosot hingga 99 persen dari puncaknya, memicu pengunduran diri CEO Dan Rosensweig dan pemangkasan ratusan karyawan oleh manajemen baru.

- Amerika Serikat punya platform les atau bimbingan belajar online kawakan bernama Chegg, yang telah menemani jutaan pelajar selama kurang lebih 20 tahun. Namun, belakangan bimbel online itu runtuh.

Chegg tumbang bukan karena bersaing dengan sesama perusahaan bimbel, melainkan ChatGPT. Chatbot berbasis kecerdasan buatan generatif besutan OpenAI itu kini banyak dimanfaatkan pelajar untuk memahami materi pelajaran dan memecahkan soal.

Dengan kondisi itu, ChatGPT perlahan menggantikan peran layanan bimbel online konvensional seperti Chegg. Banyak pengguna berhenti berlangganan bimbel Chegg sejalan dengan popularitas ChatGPT.

Ditinggal setengah juta pelanggan

Didirikan pada 2006, Chegg sempat populer sebagai platform bimbel di kalangan pelajar AS. Namun sejak kehadiran ChatGPT, Chegg kehilangan lebih dari setengah juta pelanggan yang memilih membatalkan langganan.

Padahal sebelumnya, pelanggan Chegg rela membayar 19,95 dollar AS per bulan (sekitar Rp 314.000) untuk mendapatkan jawaban soal dan akses konsultasi dengan pakar. Kini, layanan serupa bisa diperoleh secara gratis atau jauh lebih murah lewat ChatGPT.

Karena kehilangan pelanggan, saham Chegg saat ini juga anjlok sampai 99 persen menjadi 1,86 dollar AS (sekitar Rp 29.315) per lembar dibanding level tertingginya pada tahun 2021 sebesar 113,51 dollar AS (sekitar Rp 1,7 juta) per lembar.

Dan Rosensweig, CEO Chegg yang memimpin perusahaan teknologi edukasi itu selama satu dekade lebih juga mengundurkan diri pada Juni 2024 lalu, menyusul saham yang anjlok di bawah kepemimpinannya.

Chegg kemudian dipimpin oleh Nathan Schultz yang memilih memangkas 441 karyawan. Schultz juga mendorong ekspansi internasional dan mengupayakan agar Chegg tidak hanya sekadar penyedia jawaban dari pekerjaan rumah (PR) siswa.

Telat adopsi AI dan sepelekan ChatGPT

Chegg sebenarnya sudah melihat peluang AI lebih awal. Pada 2022, sejumlah karyawan sempat mengusulkan pemanfaatan AI untuk menghasilkan jawaban secara otomatis. Namun, ide itu ditolak oleh jajaran eksekutif.

Saat ChatGPT dirilis OpenAI pada akhir 2022, Chegg juga tidak langsung menganggapnya ancaman. Manajemen kala itu menilai chatbot AI cenderung memberikan jawaban keliru sehingga tidak bisa diandalkan untuk pembelajaran.

Namun, penilaian tersebut meleset. Beberapa bulan kemudian, data internal Chegg menunjukkan bahwa siswa semakin beralih ke ChatGPT untuk belajar.

Bahkan, jawaban yang dihasilkan model AI di balik ChatGPT, GPT-4 disebut mendapat skor lebih tinggi dibanding jawaban Chegg yang disusun langsung oleh para ahli di bidangnya.

Kolaborasi yang tak menyelamatkan

Menyadari ancaman itu, CEO Chegg saat itu, Dan Rosensweig, lantas bertemu dengan CEO OpenAI, Sam Altman. Dari pertemuan itu, lahirlah Cheggmate, layanan ang memungkinkan pengguna mendapat jawaban dan membuat soal dari data Chegg serta GPT-4.

Sayangnya, kolaborasi itu tak membuahkan hasil signifikan, karena ChatGPT terus mendominasi dan menggerus pengguna Chegg.

Lalu perusahaan teknologi edukasi ini bekerja sama dengan Scale AI, menciptakan puluhan sistem AI untuk berbagai bidang studi. Situs web Chegg kini juga dibuat menyerupai ChatGPT, di mana tersedia kolom yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan atau permintaan.

Sementara Cheggmate, buah kolaborasi Chegg dan OpenAI tadi akan dihapus oleh Nathan Schultz yang kini menakhodai perusahaan berbasis di California tersebut, dihimpun KompasTekno dari MSN, Jumat (24/1/2025).

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #saat #chatgpt #menumbangkan #bimbel #online #tahun

KOMENTAR