Game Roblox Pemecah Rekor Ini Kini Sepi Pemain
Rangkuman berita:
- Grow a Garden sempat jadi game Roblox terpopuler 2025, dengan rekor hingga 22,3 juta pemain online bersamaan dan total kunjungan lebih dari 34,3 miliar kali berkat konsep santai dan promosi masif.
- Jumlah pemain Grow a Garden turun drastis pada awal 2026, dari puluhan juta menjadi sekitar 90.000 pemain online, seiring bergesernya tren dan minimnya pembaruan besar.
- Gameplay yang repetitif dan persaingan game viral baru di Roblox membuat banyak pemain meninggalkan Grow a Garden, mencerminkan siklus umum game viral di platform Roblox.
– Masih ingat game viral Grow a Garden? Game ini sempat mencetak sejarah Roblox sebagai salah satu game dengan jumlah pemain terbanyak sepanjang 2025.
Namun, hanya dalam hitungan bulan, popularitas game ini merosot tajam dan kini ditinggalkan sebagian besar pemainnya.
Grow a Garden pertama kali viral karena konsepnya yang sederhana. Pemain diajak mengelola kebun virtual, menanam berbagai tanaman, memanen hasilnya, lalu menjualnya untuk mendapatkan mata uang dalam game.
Mekanisme santai tersebut membuat game ini digemari pemain kasual, termasuk anak-anak dan remaja.
Pada puncak popularitasnya, Grow a Garden mencatat jumlah pengguna main bersamaan (concurrent players) yang sangat tinggi, yaitu mencapai sekitar 22,3 juta pemain pada Agustus 2025 lalu.
Angka ini menjadikannya salah satu game Roblox dengan rekor pemain terbanyak dalam periode tertentu, dan menjadikannya game Roblox pertama yang mencatatkan jumlah pemain mencapai 20 juta pada Juni 2025 lalu.
Hingga berita ini ditulis, Grow a Garden sudah dikunjungi atau memiliki total visits lebih dari 34,3 miliar kali.
Lonjakan tersebut dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari promosi masif lewat konten kreator, algoritma rekomendasi Roblox, hingga tren game “idle” dan simulasi yang sedang digandrungi berbagai kalangan.
Jumlah pemain turun drastis
Ilustrasi laman game Grow a Garden di Roblox.
Kesuksesan Grow a Garden ternyata tak berlangsung lama. Dalam waktu beberapa bulan alias per Senin (5/1/2026), game tersebut tampak hanya dimainkan bersamaan oleh sekitar 90.000 orang saja.
Menurut data yang merangkum data Roblox, yaitu RoMonitorStats, dalam 14 hari terakhir, jumlah rata-rata CCUs di game ini hanya berkisar 120.000 pemain, anjlok parah dari pertengahan tahun lalu yang capai puluhan juta pemain.
Penurunan jumlah pemain Grow a Garden tak lepas dari karakter ekosistem Roblox yang sangat bergantung pada tren.
Sejumlah media, termasuk Reuters, mencatat bahwa game di Roblox bisa melejit berkat algoritma discovery serta dorongan konten di TikTok dan YouTube, tetapi juga cepat merosot ketika perhatian pemain beralih ke judul game baru.
Tanpa pembaruan besar yang benar-benar segar, game lama tentunya berisiko tersisih dari arus rekomendasi platform.
Faktor lain datang dari habisnya momentum event besar. Grow a Garden sempat mencatat lonjakan pemain saat menghadirkan update atau event tertentu yang ramai dibicarakan komunitas dan media gaming.
Namun, ketika fase event tersebut berakhir, jumlah pemain ikut turun. Dalam kasus Grow a Garden, penurunan ini dinilai lebih tajam dibanding banyak game viral Roblox lainnya, contohnya seperti Steal a Brainrot.
Game dinilai repetitif
Ilustrasi tungku memasak dan NPC bernama Chris P. Bacon di game Roblox Grow a Garden.
Dari sisi gameplay, kesederhanaan yang awalnya menjadi daya tarik justru berubah menjadi titik lemah.
Sejumlah ulasan menyebut loop bermain Grow a Garden yang repetitif—menanam, menunggu, memanen, lalu menjual—membuat pemain cepat jenuh.
PC Gamer bahkan menyoroti bagaimana ledakan popularitas game ini dibarengi pertanyaan soal retensi jangka panjang, terutama ketika sensasi “baru” mulai hilang.
Terakhir, persaingan dan monetisasi turut mempercepat pergeseran pemain. Munculnya game viral lain seperti Steal a Brainrot membuat pusat keramaian di Roblox berpindah.
Di saat yang sama, desain progres dan monetisasi berbasis booster memicu kritik sebagian komunitas, karena dianggap membuat pengalaman bermain terasa makin berat bagi pemain gratisan.
Kombinasi faktor tersebut mendorong banyak pemain memilih mengikuti tren baru dibanding bertahan di Grow a Garden, yang berujung pada penurunan jumlah pemain yang online di game tersebut.
Fenomena umum di Roblox
Tanaman Beanstalk di Grow a Garden yang bisa diberikan makanan.
Turunnya jumlah pemain Grow a Garden sebenarnya bukan hal baru di ekosistem Roblox. Banyak game viral di platform ini mengalami siklus serupa: meledak dalam waktu singkat, lalu perlahan sepi ketika tren bergeser ke game lain.
Roblox sendiri dikenal dengan dinamika komunitasnya yang cepat berubah, di mana game baru bisa langsung naik daun berkat viralitas, namun juga mudah ditinggalkan jika gagal mempertahankan inovasi.
Meski begitu, Grow a Garden menjadi pembahasan yang cukup menarik dan tetap tercatat sebagai salah satu fenomena besar di Roblox.
Game ini bisa dibilang menjadi contoh bagaimana popularitas ekstrem tidak selalu sejalan dengan umur panjang sebuah game, terutama di platform yang sangat bergantung pada tren dan konten segar.