Setelah Bayar Utang Rp 163 Miliar, Apple Sepakat Investasi Rp 16 Triliun
iPhone 16 dilarang di Indonesia untuk diedarkan dan diperjualbelikan karena belum memenuhi TKDN.(dok. Apple)
10:30
26 Februari 2025

Setelah Bayar Utang Rp 163 Miliar, Apple Sepakat Investasi Rp 16 Triliun

Apple dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia disebut menyepakati proposal investasi sebesar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 16,3 triliun).

Nilai investasi tersebut diajukan sebagai syarat pemerintah Indonesia untuk memberikan "lampu hijau" agar iPhone 16 bisa dijual di Tanah Air. 

Kabar investasi baru ini muncul setelah Apple membayar utang sebesar 10 juta dollar AS (sekitar Rp 163 miliar) ke pemerintah Indonesia. Utang itu berasal dari sisa komitmen investasi pada periode 2020-2024.

"Sudah, sudah, dia (Apple) sudah kok, kita sudah terima. Jadi sudah, yang untuk 10 juta (dollar) kan, saya bisa menyampaikan bahwa sudah (diterima)," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (18/2/2025) lalu.

Sisa utang investasi yang belum terealisasi ini menjadi salah satu penghambat iPhone 16 untuk mendapat sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kemenperin. 

Angin segar setelah jalan di tempat

Kabar disepakatinya investasi 1 miliar dollar AS ini adalah angin segar bagi kedua pihak. Sebelumnya, proposal yang ditawarkan Apple pada Desember 2024 "jalan di tempat". Kini kabarnya sudah disepakati kedua pihak, termasuk syarat dan ketentuannya.

Ini berarti pemerintah bisa memberikan izin kepada Apple untuk menjual iPhone 16 series di Indonesia, lewat sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kemenperin. 

Laporan investasi 1 miliar dollar AS ini pertama kali diungkap oleh outlet media Bloomberg, Selasa (25/2/2025). Sumber dalam yang dikutip Bloomberg menyebutkan bahwa Kemenperin akan menandatangani nota kesepahaman dengan Apple pekan ini. 

Selanjutnya, kesepakatan ini bakal diumumkan dalam sebuah konferensi pers. Namun, rincian tanggalnya tidak diungkap.

Selain investasi 1 miliar dollar AS, Apple juga berjanji akan memberikan pelatihan di Indonesia, khususnya dalam hal penelitian dan pengembangan produk di ekosistemnya. Harapannya, talenta di Indonesia dapat mengembangkan software sejenis secara mandiri.

Adapun investasi baru ini kabarnya akan disalurkan untuk program lain, selain program Apple Academy. Namun belum diketahui program lain yang dimaksud. Yang jelas, Apple belum berencana memproduksi iPhone di Indonesia.

Laporan Bloomberg pada Desember lalu menyebutkan bahwa investasi 1 miliar dollar AS Apple ditujukan untuk membangun pabrik AirTag di Batam. Kendati demikian, kabar ini belum terkonfirmasi.

Kabar sepakatnya Apple dengan Kemenperin kali ini menjadi babak baru dari serangkaian upaya Apple untuk menjual iPhone 16 series di Indonesia. Namun, baik Apple maupun Kemenperin belum memberikan tanggapan terkait laporan ini.

Apple bikin pabrik di Bandung juga?

Selain membangun pabrik AirTag di Batam, investasi 1 miliar dollar AS juga disebut akan digunakan untuk mendirikan pabrik di Bandung, Jawa Barat.

Kabarnya, untuk membuat aksesori Apple lainnya. Menurut juru bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, pabrik di Bandung ini bakal dijadikan rumah produksi komponen Mesh Airpods Max pada Juli 2025 sebagai bagian dari global value chain produk Apple.

Lalu, investasi Apple ini juga akan dipakai untuk mendanai Apple Developer Academy di Indonesia, sebuah program pelatihan untuk mengembangkan keterampilan dalam membuat aplikasi inovatif untuk platform iOS, macOS, watchOS, dan tvOS

Editor: Lely Maulida

Tag:  #setelah #bayar #utang #miliar #apple #sepakat #investasi #triliun

KOMENTAR