Saat Legenda Chelsea Lebih Pilih Xabi Alonso daripada Mourinho...
- Gustavo Poyet punya komentar soal keputusan Chelsea merekrut Xabi Alonso daripada memulangkan Jose Mourinho di musim panas 2026.
Gustavo Poyet yang pernah membela Chelsea pada 1997-2001, menyebut bahwa Xabi Alonso punya taktik yang lebih modern, meskipun sempat kesulitan bersama Real Madrid di Liga Spanyol.
Dalam wawancara bersama The Action Network, Gustavo Poyet mengungkap kebahagiannya usai Chelsea memilih Xabi Alonso untuk menjadi pelatih baru daripada memulangkan Jose Mourinho.
Jose Mourinho sendiri justru berpeluang menjadi suksesor Xabi Alonso di Real Madrid dan menjadi satu-satunya kandidat yang dipertimbangkan oleh sang presiden, Florentino Perez di musim panas 2026.
Poyet Sebut Rekrutmen Xabi Alonso Untungkan Pemain Chelsea
"Saya menyukai Jose dan saya pikir dia akan menjadi legenda Chelsea selamanya. Tapi ini lebih tentang para pemain, bukan tentang dia," kata Poyet.
Baca juga: Era Xabi Alonso di Chelsea Dimulai, Wonderkid Argentina Dikabarkan Segera Merapat
"Saya pikir dengan Xabi Alonso, ini adalah kesempatan untuk membangun sesuatu yang berbeda dengan karakteristik para pemain," imbuh eks pelatih Sunderland itu.
Alonso sebelumnya mengalami musim penuh guncangan di Real Madrid. Ia hanya melatih Los Blancos dalam 34 laga dengan rekor 24 menang, empat imbang, dan enam kalah.
Eks pemain Real Madrid, Bayern Muenchen, dan Liverpool ini kemudian dipecat pada Januari 2026 dan posisinya digantikan Alvaro Arbeloa.
Sebelum menangani Los Blancos, Alonso pun memiliki sejarah bagus kala menangani klub Bundesliga Jerman, Bayer Leverkusen.
Alonso mendapatkan tiga gelar domestik di Bayer Leverkusen, yaitu juara Bundesliga Jerman dan DFB Pokal 2023-2024, dan Piala Super Jerman 2024.
Baca juga: Penyebab Timnas Indonesia dan Persija Batal Agenda Lawan Chelsea
Catatan gelar ini membuat Poyet optimis akan masa depan Chelsea bersama Xabi Alonso.
"Saya sangat senang dengan kesepakatan ini. Saya benar-benar bahagia Xabi akan datang ke sana," kata Poyet.
"Sebagai pemain, dia memahami permainan dengan cara yang luar biasa. Terkadang Anda bisa tahu pemain mana yang bisa menjadi pelatih," imbuhnya.
Xabi Alonso sendiri hanya akan menangani Chelsea di kompetisi domestik, mengingat The Blues tak lolos ke kompetisi Eropa karena duduk di posisi ke-10 klasemen akhir Liga Inggris musim 2025-2026.
Vinicius Junior berjalan melewati pelatihnya, Xabi Alonso, saat dia diganti dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid vs Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 26 Oktober 2025. (Foto oleh Oscar DEL POZO / AFP)
Alonso Untung Besar Chelsea Tak Main di Liga Champions
Poyet memandang hal tersebut sebagai keuntungan besar Alonso untuk membentuk permainan Chelsea.
Baca juga: Agenda Tur Chelsea di Asia Tenggara: Kunjungi Indonesia Dulu Sebelum Malaysia
"Saya akan mengatakan sesuatu yang benar-benar mengerikan. Dan saya tidak takut mengatakannya. Bagi manajer, ini lebih baik," jelas eks pemain timnas Uruguay itu.
"Bagi Xabi Alonso, ini lebih baik. Karena dia mendapat lebih banyak waktu untuk bekerja selama seminggu. Ketika Anda mulai bermain setiap minggu, Anda tidak punya waktu untuk menerapkan sistem Anda dengan benar."
"Persis seperti yang dia lakukan di Leverkusen. Tim membutuhkan waktu. Dan waktu yang diberikan oleh tidak bermain di kompetisi Eropa di antara akhir pekan sangat berharga," imbuh Poyet.
Tag: #saat #legenda #chelsea #lebih #pilih #xabi #alonso #daripada #mourinho