11 Dampak Terlalu Banyak Makan Daging bagi Kesehatan Tubuh
- Perayaan Idul Adha identik dengan berbagai hidangan berbahan daging, mulai dari sate, rendang, hingga tongseng.
Namun, konsumsi daging merah secara berlebihan tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan tubuh.
Meski daging mengandung protein, zat besi, dan vitamin B12 yang penting bagi tubuh, pola makan yang terlalu tinggi protein hewani tanpa diimbangi sayur dan buah bisa memicu berbagai masalah kesehatan.
Ahli gizi Samantha Cassetty mengatakan, konsumsi daging berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu jika dilakukan terus-menerus.
“Setiap orang memiliki kebutuhan makan yang berbeda, tetapi jika tubuh mulai menunjukkan efek tertentu, mungkin sudah waktunya mengurangi konsumsi daging,” ujar Cassetty, dikutip dari The Healthy, Rabu (27/5/2026).
Baca juga: Terlalu Banyak Makan Daging Merah Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes, Ini Kata Ahli
11 Dampak terlalu banyak makan daging
1. Tubuh jadi mudah mengantuk
Setelah makan daging dalam jumlah besar, sebagian orang merasa tubuh menjadi berat dan mudah mengantuk. Kondisi ini terjadi karena protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibanding karbohidrat.
Ahli gizi Caroline Passerrello menjelaskan, otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama. Ketika tubuh terlalu banyak mengonsumsi protein tanpa cukup karbohidrat, pasokan energi ke otak menjadi lebih lambat.
“Bahan bakar untuk otak membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai sehingga seseorang bisa merasa kurang fokus,” kata Passerrello.
Akibatnya, tubuh terasa lelah, sulit konsentrasi, dan mengalami brain fog setelah makan terlalu banyak daging.
Baca juga: Tak Semua Daging Tinggi Protein Baik untuk Kesehatan, Mana yang Terbaik Menurut Ahli Gizi?
2. Pencernaan bisa terganggu dan sembelit
Daging hampir tidak mengandung serat. Jika konsumsi daging tidak diimbangi buah dan sayur, sistem pencernaan dapat terganggu.
Kurangnya serat membuat buang air besar menjadi lebih sulit dan memicu sembelit. Perut juga bisa terasa penuh, begah, dan tidak nyaman.
Menurut Jenna Braddock, ahli gizi sekaligus pendiri Make Healthy Easy, buah dan sayur penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.
“Kembali mengonsumsi buah dan sayur adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan serat sekaligus nutrisi penting lainnya,” ujarnya.
Baca juga: 3 Cara Mengatasi Susah BAB akibat Makan Daging Saat Idul Adha Menurut Dokter
3. Risiko kolesterol tinggi meningkat
Daging merah dan daging olahan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, kadar kolesterol jahat atau LDL dalam darah dapat meningkat.
Kolesterol tinggi dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Risiko ini semakin besar jika daging diolah dengan cara digoreng atau dimasak menggunakan santan berlebihan.
4. Berat badan bisa naik
Banyak orang menganggap protein selalu baik untuk tubuh. Padahal, jika asupannya melebihi kebutuhan harian, kelebihannya akan disimpan sebagai lemak.
Braddock mengatakan protein yang tidak digunakan tubuh akan berubah menjadi cadangan energi.
“Jika kamu makan protein lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh, sisanya akan disimpan sebagai lemak,” katanya.
Oleh karena itu, makan daging berlebihan saat Idul Adha tetap bisa memicu kenaikan berat badan.
Baca juga: 3 Pemicu Hipertensi pada Pekerja Kantoran yang Sering Tak Disadari, Termasuk Mager
5. Tubuh bisa kekurangan vitamin penting
Saat terlalu banyak makan daging, seseorang biasanya mengurangi konsumsi buah dan sayur. Akibatnya, tubuh bisa kekurangan vitamin C dan antioksidan.
Kekurangan vitamin C dapat memengaruhi kesehatan kulit, rambut, hingga daya tahan tubuh.
“Kulit bisa terasa kasar dan muncul perubahan pada rambut tubuh,” ujar Braddock.
6. Risiko batu ginjal meningkat
Protein hewani mengandung purin yang akan dipecah menjadi asam urat di dalam tubuh. Jika jumlahnya berlebihan, risiko terbentuknya batu ginjal bisa meningkat.
Menurut Passerrello, ginjal membutuhkan lebih banyak cairan untuk membuang sisa metabolisme protein tersebut.
Maka dari itu, penting memperbanyak minum air putih setelah mengonsumsi banyak daging.
Baca juga: Bolehkah Balita Konsumsi Daging Kambing?
7. Tubuh lebih mudah mengalami peradangan
Konsumsi daging merah berlebihan juga dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh, terutama jika pola makan rendah buah dan sayur.
Padahal, antioksidan dari sayuran dan buah berfungsi membantu melawan peradangan dan menjaga kesehatan sel tubuh.
8. Risiko kanker usus bisa naik
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi daging merah dan daging olahan berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar.
World Cancer Research Fund menyebut konsumsi daging merah lebih dari sekitar 500 gram per minggu dapat meningkatkan risiko kanker usus. Risiko ini terutama lebih tinggi pada daging olahan seperti sosis, ham, dan kornet.
Baca juga: 6 Gejala Radang Usus Kronis yang Sering Dikira Penyakit Biasa
9. Tubuh bisa mengalami dehidrasi
Terlalu banyak protein membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk membantu kerja ginjal.
Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan dengan gejala seperti haus berlebihan, mulut kering, hingga sakit kepala.
10. Kulit bisa tampak kusam
Pola makan tinggi daging tetapi rendah sayur dan buah dapat membuat kulit kehilangan nutrisi penting.
Kurangnya vitamin dan antioksidan dapat membuat kulit terlihat kusam dan kurang segar.
Maka, penting mengimbangi konsumsi daging dengan makanan kaya serat dan vitamin.
11. Risiko asam urat meningkat
Daging merah juga diketahui dapat meningkatkan kadar asam urat jika dikonsumsi terlalu banyak.
Kondisi ini bisa memicu nyeri sendi, bengkak, dan rasa tidak nyaman, terutama pada kaki. Karena itu, konsumsi daging saat Idul Adha sebaiknya tetap dibatasi agar tubuh tetap sehat dan seimbang.
Baca juga: Minuman yang Aman dan Sebaiknya Dihindari oleh Penderita Asam Urat
Tag: #dampak #terlalu #banyak #makan #daging #bagi #kesehatan #tubuh