Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto angkat bicara soal dugaan keterlibatan sejumlah warga negara Indonesia dalam kasus pemalsuan riset di konferensi ilmiah untuk para ahli pneumonia di Kopenhagen, Denmark.
Brian mengakui kasus tersebut berpotensi memengaruhi persepsi dunia internasional terhadap kredibilitas peneliti Indonesia.
Namun ia meminta publik tidak menggeneralisasi kasus itu kepada seluruh komunitas akademik Tanah Air.
“Kami memahami bahwa kasus seperti ini dikhawatirkan dapat berdampak pada persepsi internasional terhadap integritas peneliti Indonesia,” kata Brian kepada Suara.com, Selasa (26/5/2026).
Kasus dugaan riset palsu itu sebelumnya menjadi sorotan setelah sejumlah nama asal Indonesia disebut terlibat dalam praktik manipulasi penelitian dan penyalahgunaan afiliasi akademik pada forum ilmiah internasional di Denmark.
Di tengah sorotan tersebut, Brian menegaskan integritas akademik harus menjadi fondasi utama dalam dunia pendidikan tinggi dan riset nasional.
“Karena itu, integritas akademik harus menjadi fondasi utama ekosistem pendidikan tinggi dan riset kita,” ujarnya.
Ia menegaskan praktik fabrikasi data, falsifikasi penelitian hingga penyalahgunaan identitas akademik tidak bisa ditoleransi.
Meski demikian, Brian menilai kasus yang melibatkan segelintir orang tidak boleh menutupi capaian para akademisi dan peneliti Indonesia yang selama ini bekerja secara profesional.
Menurut dia, masih banyak dosen, mahasiswa, peneliti, dan inovator Indonesia yang memiliki reputasi baik serta menghasilkan penelitian yang diakui dunia internasional.
“Indonesia memiliki sangat banyak peneliti, dosen, mahasiswa, dan inovator yang bekerja secara profesional, menjunjung standar etik dan integritas yang baik, memiliki reputasi, serta terus menghasilkan riset yang diakui secara internasional,” katanya.
Karena itu, ia meminta publik tetap melihat persoalan tersebut secara proporsional.
“Kasus yang melibatkan segelintir pihak tidak boleh menutupi capaian dan kerja keras komunitas ilmiah Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya lagi.
Dugaan pemalsuan riset itu viral setelah seorang dosen dan peneliti Departemen Ilmu Kelautan Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat, membuat unggahan di media sosial Thread pada Senin (25/5) kemarin. Keduanya turut hadir langsung di konferensi ilmiah di Denmark tersebut.
Pada postingan Ida Bagus Mandhara Brasika disebutkan kalau dugaan pemalsuan riset itu terungkap saat konferensi ilmiah untuk para ahli pneumonia seluruh dunia, ISPPD, di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei lalu.
Dalam konferensi itu terdapat kelompok periset asal Indonesia yang tampak telah menghasilkan temuan luar biasa. Para periset itu di antaranya, Prihatini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti.
Akan tetapi, setelah ditelisik, kelompok periset tersebut diduga telah mengikuti konferensi dengan hasil penelitian palsu. Disinyalir tindakan itu jadi modus terduga pelaku untuk mendapatkan dana hadiah (grant) dalam konferensi ilmiah.
Tag: #heboh #peneliti #indonesia #diduga #palsukan #riset #denmark #begini #respons #menteri #dikti