Pep Guardiola Sampaikan Salam Perpisahan Emosional ke Man Cit
Pep Guardiola mengumumkan akan mengakhiri masa tugasnya sebagai manajer Manchester City pada akhir musim panas ini. (Foto oleh Adrian Dennis / AFP)(AFP/ADRIAN DENNIS)
19:02
22 Mei 2026

Pep Guardiola Sampaikan Salam Perpisahan Emosional ke Man Cit

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, secara resmi mengumumkan bakal menanggalkan jabatannya sebagai manajer utama pada akhir musim panas ini.

Sejak pertama kali menapakkan kaki di markas Manchester City, Stadion Etihad pada Juli 2016, Pep Guardiola telah menghadirkan dampak transformatif yang sangat masif.

Pep Guardiola bersiap menyudahi masa baktinya yang gemilang dengan persembahan total 20 trofi prestisius, sebuah pencapaian yang menobatkan dirinya sebagai juru taktik paling sukses sepanjang sejarah berdirinya klub.

Kendati tidak lagi meramu strategi di pinggir lapangan hijau untuk skuad utama Manchester City, ikatan kerja sama antara pria berusia 55 tahun itu dengan pihak manajemen tidak lantas terputus sepenuhnya.

Mantan pelatih Barcelona itu dipastikan bakal tetap melanjutkan kontribusinya bersama jaringan sepak bola internasional milik klub.

Baca juga: Reaksi Pep Guardiola soal Rumor Akan Tinggalkan Man City Akhir Musim Ini

Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa ia akan mengemban amanah baru di bawah naungan City Football Group dengan menduduki posisi strategis sebagai Global Ambassador.

Lewat peran barunya tersebut, ia bertugas memberikan analisis serta saran teknis bagi jaringan klub di bawah bendera grup, sekaligus memimpin sejumlah proyek kolaborasi khusus yang bersifat jangka panjang.

Refleksi Perjalanan Singkat dan Identitas Kota

Dalam sesi pidato perpisahan yang mengharukan, sang manajer mengenang kembali momen unik di awal kedatangannya.

Ia merefleksikan bagaimana kultur kerja keras masyarakat lokal dan dinamika sejarah Kota Manchester telah membentuk karakter permainan tangguh yang diadopsi oleh anak asuhnya selama ini di pentas Man City.

“Saat saya tiba, wawancara pertama saya adalah dengan Noel Gallagher. Saya keluar sambil berpikir, 'Oke… Noel ada di sini? Ini akan menyenangkan,'” kata Guardiola dikutip dari situs resmi klub.

“Dan betapa indahnya waktu yang telah kita lalui bersama. Jangan tanya alasan kepergianku. Tidak ada alasan, tetapi jauh di lubuk hatiku, aku tahu ini waktuku. Tidak ada yang abadi, jika ada, aku pasti sudah di sini. Yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta yang kumiliki untuk Manchester City-ku.”

Baca juga: Pep Guardiola Disebut Bakal Tinggalkan Man City Akhir Musim Ini

“Ini adalah kota yang dibangun dari kerja keras. Dari kerja paksa. Anda bisa melihatnya dari warna batu batanya. Dari orang-orang yang datang lebih awal dan pulang lebih larut. Pabrik-pabrik. Keluarga Pankhurst. Serikat pekerja. Musik. Sederhananya, Revolusi Industri dan bagaimana hal itu mengubah dunia. Dan saya rasa saya mulai memahami hal itu, dan tim saya juga.”

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan instruksi kepada gelandang Manchester City  Matheus Nunes dan rekan satu timnya saat seorang pemain Leeds menerima perawatan medis pada laga Liga Inggris antara Manchester City dan Leeds United di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 29 November 2025.AFP/OLI SCARFF Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan instruksi kepada gelandang Manchester City Matheus Nunes dan rekan satu timnya saat seorang pemain Leeds menerima perawatan medis pada laga Liga Inggris antara Manchester City dan Leeds United di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 29 November 2025.

“Kami bekerja. Kami menderita. Kami berjuang. Dan kami melakukan semuanya dengan cara kami sendiri. Cara kami.”

“Kerja keras hadir dalam berbagai bentuk. Perjalanan ke Bournemouth, ketika kami kalah di Liga Primer, dan kamu ada di sana. Perjalanan ke Istanbul, ketika kamu juga ada di sana."

Kekuatan Solidaritas dan Kedekatan Emosional

Kedekatan emosional yang terjalin erat bukan sekadar urusan taktik sepak bola di atas lapangan semata.

Sang pelatih mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas besarnya dukungan moral dari seluruh elemen klub dan warga kota saat dirinya menghadapi masa-masa kelam, mulai dari tragedi kemanusiaan hingga duka personal kehilangan anggota keluarga terkasih.

Baca juga: Skor Chelsea Vs Man City 0-1, Pep Guardiola: Tidak Akan Ada Perayaan

“Ingat, serangan di Manchester Arena, ketika kota ini menunjukkan kepada dunia seperti apa kekuatan sebenarnya? Bukan kemarahan. Bukan ketakutan. Hanya cinta. Komunitas. Kebersamaan. Sebuah kota yang bersatu,” tegas Guardiola.

“Ingat, kehilangan ibuku selama COVID dan merasakan klub ini membantuku melewati masa sulit itu. Para penggemar, staf, warga Manchester, kalian memberiku kekuatan saat aku sangat membutuhkannya. Cris, anak-anakku, seluruh keluargaku, kalian selalu ada di sana. Khaldoon, kau juga ada di sana.”

“Para pemain tidak akan lupa - setiap saat, setiap momen, saya, staf saya, klub ini, semuanya. Apa yang telah kami lakukan, kami lakukan untuk kalian semua. Dan kalian sungguh luar biasa. Kalian belum menyadarinya, tetapi kalian sedang meninggalkan warisan,” pungkasnya.

Tag:  #guardiola #sampaikan #salam #perpisahan #emosional

KOMENTAR