Performa Apik David Da Silva di BRI Super League Musim Ini, Patut Dinaturalisasi?
David Da Silva berhasil cetak gol ketika Malut United melawan Bali United di Super League. (IG Malut United)
11:30
29 April 2026

Performa Apik David Da Silva di BRI Super League Musim Ini, Patut Dinaturalisasi?

Performa David da Silva di BRI Super League musim ini benar-benar mencuri perhatian.

Striker asal Brasil itu tampil menggila bersama Malut United.

Bahkan, namanya mulai didorong publik untuk dinaturalisasi.

Alasannya sederhana, ketajamannya dinilai bisa memperkuat lini depan Timnas.

Apalagi, Indonesia masih mencari sosok striker haus gol.

Penampilan Da Silva musim ini seolah membuktikan kualitasnya belum habis.

Di BRI Super League 2025/2026, ia memimpin daftar top scorer sementara mengutip dari laman Transfermarkt.com.

Dari 28 pertandingan, pemain berusia 31 tahun itu mencetak 17 gol.

Tak hanya tajam, ia juga menyumbang lima assist bagi timnya.

Rasio gol tersebut menunjukkan konsistensi yang luar biasa sepanjang musim.

Jika terus stabil, peluang mempertahankan status top scorer sangat terbuka.

Kontribusinya juga membuat Malut United bersaing di papan atas.

Ketajaman Da Silva sebenarnya bukan hal baru di sepak bola Indonesia.

Ia pernah mencatat sejarah bersama Persib Bandung.

Pada musim 2023/2024, ia keluar sebagai top scorer kompetisi.

Saat itu, ia mencetak total 30 gol dalam satu musim penuh.

Rinciannya, 26 gol di fase reguler dan empat di Championship Series.

Pencapaian tersebut membantu Persib meraih gelar juara.

Selain itu, ia juga mengukuhkan diri sebagai salah satu striker tersubur Liga 1.

Dengan performa seperti sekarang, wajar jika wacana naturalisasi muncul.

Namun, keputusan tersebut tentu harus mempertimbangkan banyak aspek.

Yang jelas, David da Silva sedang berada dalam performa terbaiknya.

Ketajamannya menjadikannya salah satu striker paling menakutkan musim ini.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Editor: Irwan Febri

Tag:  #performa #apik #david #silva #super #league #musim #patut #dinaturalisasi

KOMENTAR