Respons Inter Milan dan Pisa atas Meninggalnya Mircea Lucescu di Usia 80 Tahun
Raksasa Liga Italia (Serie A), Inter Milan, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya mantan pelatih kepala mereka, Mircea Lucescu.
Mircea Lucescu mengembuskan napas terakhirnya pada usia 80 tahun setelah sempat berjuang melawan komplikasi jantung dalam beberapa pekan terakhir.
Melansir informasi resmi dari Rumah Sakit Universitas Bucharest, pria yang dijuluki maestro taktik ini meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026).
Pihak Inter Milan beserta seluruh elemen klub memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah mewarnai sejarah panjang perjalanan mereka di kompetisi domestik maupun Eropa.
Kesehatan Lucescu dilaporkan mulai menurun sejak dirawat karena aritmia jantung pada 29 Maret lalu.
Baca juga: AS Roma Digilas Inter Milan 2-5, Gasperini: Kalah Tak Masalah, Tapi Tidak Sebesar Ini
Kondisinya kian memburuk setelah mengalami serangan jantung pada 3 April.
Menariknya, dedikasi pelatih kelahiran Bucharest ini terhadap sepak bola tetap tak tergoyahkan hingga akhir hayat.
Ia baru mengundurkan diri dari kursi pelatih tim nasional Rumania pada 2 April, hanya beberapa hari sebelum tutup usia.
Pisa juga merilis pernyataan resmi mengenai kepergian pelatih yang pernah membawa mereka berjaya di awal era 90-an tersebut.
“Pisa SC menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya Mircea Lucescu,” tulis pihak klub dikutip dari Football Italia.
“Pelatih asal Rumania ini, dalam kariernya yang panjang dan gemilang, memimpin Pisa meraih gelar juara Serie A musim 1990-91."
"Perjalanan yang singkat namun intens, yang paling dikenang karena awal musim yang luar biasa yang membawa Nerazzurri ke puncak klasemen,” lanjut pernyataan Pisa SC.
Baca juga: 60 Detik Mematikan Inter Milan, AS Roma Dihabisi di Babak Kedua
Presiden Pisa, Giuseppe Corrado, turut memberikan salam perpisahan terakhir.
“Selamat tinggal Mircea,” timpal Giuseppe Corrado.
Warisan Enam Dekade dan Rekor Elite
Karier manajerial Mircea Lucescu membentang sangat panjang, meliputi enam dekade berbeda sejak memulai debutnya sebagai pemain-pelatih di Cornivul Hunedoara pada 1979.
Mircea Lucescu kala mendampingi Timnas Rumania dalam pertandingan semifinal play-off Piala Dunia 2026 melawan Turkiye di Stadion Besiktas Park, di Istanbul pada 26 Maret 2026. (Foto oleh YASIN AKGUL / AFP)
Namanya kemudian melambung saat menukangi berbagai klub besar dunia seperti Galatasaray, Besiktas, hingga membangun kedigdayaan Shakhtar Donetsk di Ukraina dengan perolehan 22 trofi selama 12 tahun.
Ia pun tercatat sebagai satu dari sembilan pelatih elite yang telah mencatatkan lebih dari 100 pertandingan di Liga Champions (115 laga).
Statistik mentereng ini menyejajarkannya dengan nama-nama besar seperti Sir Alex Ferguson (190), Pep Guardiola (189), dan Carlo Ancelotti (218).
Di level klub, kesuksesannya di Turkiye saat membawa Galatasaray meraih Piala Super Eropa 2000 tetap menjadi salah satu tinta emas dalam kariernya.
Penghormatan dari Keluarga Besar Nerazzurri
Baca juga: Skor Inter Milan Vs AS Roma 5-2, Hormat Berdiri buat Bastoni
Meski hanya menangani Inter Milan dalam periode singkat antara 1998-1999, kesan yang ditinggalkan Lucescu tetap membekas bagi publik San Siro.
Pihak klub menegaskan bahwa kontribusi dan dedikasi sang pelatih akan selalu dikenang oleh keluarga besar Interisti.
“FC Internazionale Milano dan seluruh keluarga Inter berduka atas meninggalnya Mircea Lucescu dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada orang-orang terkasihnya,” tulis Inter Milan dalam pernyataan resminya.
Tag: #respons #inter #milan #pisa #atas #meninggalnya #mircea #lucescu #usia #tahun