FIFA Kerja Sama dengan Board of Peace untuk Pulihkan Gaza
Presiden FIFA, Gianni Infantino (depan), usai menandatangani perjanjian kerja sama dengan Board of Peace, Kamis (19/2/2026) di Washington DC, Amerika Serikat. Inisiatif ini bertujuan memulihkan ekosistem sepak bola di Gaza, Palestina.(Dok. FIFA)
08:37
20 Februari 2026

FIFA Kerja Sama dengan Board of Peace untuk Pulihkan Gaza

Induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, bersama Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) resmi menjalin kemitraan strategis untuk mendorong pemulihan di Gaza, Palestina.

Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pemulihan, stabilitas, serta pembangunan jangka panjang di daerah-daerah yang terdampak krisis.

Penandatanganan perjanjian penting ini dilakukan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, bersama jajaran tokoh kunci seperti Yakir Gabay dari Dewan Eksekutif Perdamaian Gaza, Nickolay Mladenov, serta Dr. Ali Shaath. 

Seperti diketahui, rapat perdana Dewan Perdamaian dilangsungkan di Washinton DC, Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026).

Kesepakatan ini menjadi tonggak awal pembangunan ekosistem sepak bola komprehensif yang mencakup infrastruktur berstandar dunia dan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di Gaza, Palestina.

Dewan Perdamaian atau BoP merupakan lembaga yang diresmikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam Forum Ekonomi Dunia pada Januari 2026.

Baca juga: Jelang Tantang Timnas Indonesia di FIFA Series, Saint Kitts and Nevis Ganti Pelatih

Lembaga ini berfungsi sebagai wadah bagi para pemimpin dunia untuk mengoordinasikan bantuan kemanusiaan serta upaya stabilisasi di wilayah yang rapuh.

Fokus utama BoP saat ini diarahkan pada percepatan pembangunan kembali wilayah Gaza.

“Hari ini, FIFA dan Dewan Perdamaian telah menandatangani perjanjian kemitraan penting yang akan mendorong investasi ke dalam sepak bola untuk tujuan membantu proses pemulihan di daerah pasca-konflik,” kata Gianni Infantino dikutip dari situs resmi FIFA.

Sepak Bola sebagai Instrumen Perdamaian

Dalam pandangannya, Gianni Infantino menegaskan bahwa olahraga memiliki peran sentral dalam menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

FIFA berkomitmen untuk memastikan sepak bola dapat diakses oleh semua orang guna menciptakan dampak sosial yang nyata, mulai dari pendidikan hingga kesetaraan.

“FIFA ingin sebanyak mungkin orang di seluruh dunia berpartisipasi dalam permainan kami dan mendapatkan manfaat dari peluang yang diciptakannya," tutur Infantino.

Baca juga: Beda Sikap dengan FIFA, UEFA Tegaskan Skorsing Rusia Masih Berlaku

"Sepak bola menyatukan orang dan berkontribusi pada dunia yang lebih makmur, terdidik, setara, dan damai."

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di acara drawing Piala Dunia 2026 di Gedung John F Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (6/12/2025) dini hari WIB.TANGKAPAN LAYAR Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di acara drawing Piala Dunia 2026 di Gedung John F Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (6/12/2025) dini hari WIB.

"Bersama dengan dukungan Dewan Perdamaian, FIFA akan mendorong kemitraan ini yang dibangun untuk memberikan dampak di setiap tahapnya,” lanjutnya.

Empat Fase Transformasi Infrastruktur

Kolaborasi ini mencakup rencana implementasi yang terbagi dalam empat tahap utama guna menghadirkan perubahan signifikan di Palestina:

  1. Fase I – Aktivasi Komunitas (3-6 Bulan): Pembangunan 50 lapangan mini FIFA Arena di kawasan pemukiman dan sekolah melalui program Football for Schools.
  2. Fase II – Infrastruktur Profesional (12 Bulan): Pengembangan lima lapangan ukuran standar untuk mendukung pembentukan klub lokal yang terorganisasi.
  3. Fase III – Akademi FIFA (18-36 Bulan): Pembangunan pusat keunggulan elite yang mengintegrasikan olahraga dan pendidikan.
  4. Fase IV – Stadion Nasional (18-36 Bulan): Pembangunan stadion berkapasitas 20.000 tempat duduk sebagai simbol identitas nasional dan pusat kegiatan ekonomi.

Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan membuka lapangan kerja dan meningkatkan partisipasi pemuda di jalur profesional.

Baca juga: Alasan FIFA Bisa Pertimbangkan Indonesia jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

Semangat pemberdayaan komunitas melalui sepak bola ini diharapkan dapat dirasakan secara luas.

Ke depannya, FIFA menargetkan pemasangan setidaknya 1.000 lapangan mini secara global pada tahun 2030 sebagai bagian dari komitmen perdamaian dunia.

Tag:  #fifa #kerja #sama #dengan #board #peace #untuk #pulihkan #gaza

KOMENTAR